Kabar Palsu Menggemparkan: Sosok Laki-Laki Tua Mengaku Sebagai Adolf Hitler, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Rayyan Alfarizqi

Sebuah klaim sensasional yang beredar di ranah digital baru-baru ini berhasil menarik perhatian publik luas. Laporan yang menyebar bak api di beberapa platform berita internasional, termasuk Sabah, Haberler, dan Son Dakika, mengklaim bahwa seorang pria lanjut usia yang usianya konon mencapai 128 tahun mengaku sebagai Adolf Hitler. Narasi yang beredar lebih jauh mengisahkan bahwa kemunculan individu ini terjadi setelah dinas intelijen Israel dilaporkan menghentikan perburuan terhadap mantan pemimpin Nazi tersebut.

Namun, alih-alih merespons kabar tersebut dengan kepercayaan penuh, penelusuran lebih mendalam mengungkap bahwa klaim ini tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali. Sumber asli dari cerita yang menghebohkan ini ternyata berasal dari World News Daily Report, sebuah situs web yang memang dikenal luas memproduksi konten berita bersifat satir atau parodi. Bahkan, sebagai bentuk transparansi kepada pembacanya, situs tersebut secara eksplisit mencantumkan catatan pengingat di halaman utamanya.

Dalam pernyataan tegasnya, World News Daily Report menegaskan bahwa seluruh karakter yang ditampilkan dalam artikel-artikel mereka, bahkan yang sekiranya didasarkan pada tokoh nyata, seluruhnya bersifat fiktif. Situs tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa kesamaan apa pun yang mungkin terjadi antara karakter dalam artikel mereka dengan individu yang masih hidup, telah meninggal, atau bahkan yang statusnya tidak jelas, hanyalah sebuah kebetulan belaka. Pernyataan ini secara gamblang membantah keabsahan klaim tentang sosok tua yang mengaku sebagai Hitler.

Fenomena penyebaran berita palsu seperti ini bukanlah hal baru, dan World News Daily Report seringkali menjadi sumber dari berbagai "berita" aneh dan tidak masuk akal lainnya. Selain kisah yang kini menjadi sorotan, situs ini juga pernah menerbitkan laporan-laporan absurd lainnya, seperti tentang seorang pensiunan tukang pos yang diklaim memiliki lebih dari 1.300 anak di luar nikah, klaim bahwa seorang tokoh terkemuka seperti Rockefeller telah menjalani serangkaian transplantasi organ yang luar biasa banyak, mencakup enam kali transplantasi jantung, tiga kali transplantasi ginjal, dan dua kali transplantasi paru-paru. Tidak berhenti di situ, situs tersebut juga pernah menyebarkan informasi yang menyatakan bahwa sebuah roket yang diluncurkan oleh Nazi pada tahun 1944 diperkirakan akan segera menghantam kota New York. Keberagaman dan keanehan konten yang dipublikasikan oleh situs ini semakin memperkuat indikasi bahwa informasi mengenai "Hitler berusia 128 tahun" hanyalah bagian dari rangkaian parodi yang mereka produksi.

Lebih lanjut, upaya verifikasi fakta yang dilakukan oleh tim jurnalis independen, seperti yang dilaporkan oleh Teyit, berhasil mengidentifikasi sosok pria lanjut usia yang ditampilkan dalam foto yang viral tersebut. Pria yang diklaim sebagai Adolf Hitler itu sebenarnya adalah Francis Morris, seorang warga dari Huddersfield, Inggris. Berdasarkan catatan, Francis Morris merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada tahun 2014, yang berarti usianya pada saat klaim ini beredar jauh dari angka 128 tahun yang disebutkan.

Bahkan, foto seorang wanita yang turut disertakan dalam narasi sebagai "istri" dari pria lanjut usia tersebut juga terbukti bukan sosok yang terkait. Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa foto tersebut adalah foto stok, yang artinya diambil dari bank gambar komersial. Sumber foto tersebut dapat dilacak hingga Shutterstock, sebuah platform global yang menyediakan berbagai macam foto dan video untuk keperluan komersial maupun editorial. Penggunaan foto stok ini semakin menguatkan bahwa seluruh narasi yang dibangun di sekitar klaim ini adalah rekaan belaka, bukan berdasarkan fakta atau peristiwa nyata.

Penyebaran informasi yang tidak akurat seperti ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kemampuan untuk melakukan verifikasi fakta sebelum mempercayai dan menyebarkan sebuah berita. Dalam era di mana informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, kritis terhadap setiap konten yang kita temui adalah sebuah keharusan. Kasus klaim tentang Adolf Hitler berusia 128 tahun ini menjadi contoh nyata bagaimana berita palsu dapat dengan mudah beredar luas, seringkali didukung oleh narasi yang terdengar meyakinkan namun sebenarnya tidak berdasar. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk selalu merujuk pada sumber yang terpercaya dan melakukan pengecekan silang informasi sebelum menerimanya sebagai kebenaran.

Also Read

Tags