Jakarta – Dinamika kepemimpinan di tubuh Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) DKI Jakarta telah memasuki babak baru. Melalui agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Habitare Hotel, Jakarta Selatan, sebuah estafet kepemimpinan baru telah resmi diserahkan. M. David Franico kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Perbasasi DKI Jakarta untuk periode 2026-2030, dengan visi yang jelas untuk memperkuat fondasi pembinaan dan merancang peta jalan strategis organisasi empat tahun ke depan.
Musprov yang menjadi titik tolak perubahan ini tidak hanya sekadar pergantian tampuk kepemimpinan, namun juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap pengembangan prestasi olahraga baseball dan softball di ibukota. David Franico, dalam pernyataannya, menekankan bahwa DKI Jakarta memiliki modalitas yang signifikan untuk terus eksis sebagai salah satu kekuatan garda terdepan dalam kancah nasional. "DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama baseball dan softball nasional, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis prestasi," ujar David Franico. Ia menggarisbawahi pentingnya sebuah kerangka kerja yang kokoh dan terarah, yang tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun kesinambungan talenta untuk masa depan.
Lebih lanjut, David Franico memaparkan bahwa visi kepengurusannya tidak akan berhenti pada peningkatan kualitas para atlet semata. Ia menegaskan bahwa perhatian serius juga akan dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia yang komprehensif. Ini mencakup peningkatan kapabilitas para pelatih, ketajaman para wasit, serta kecakapan seluruh perangkat pertandingan. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem baseball dan softball DKI Jakarta mampu beradaptasi dan mengimbangi laju perkembangan olahraga di tingkat internasional. "Selain peningkatan kualitas atlet, perhatian juga akan diberikan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga internasional," tambahnya. Dengan demikian, Perbasasi DKI Jakarta berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari atlet hingga ofisial.
Salah satu fokus strategis yang paling menonjol di bawah kepemimpinan David Franico adalah persiapan matang untuk menghadapi gelaran akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Ajang olahraga empat tahunan ini rencananya akan diselenggarakan secara bersamaan di dua provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Perbasasi DKI Jakarta menancapkan target ambisius untuk tidak hanya mempertahankan tradisi emas yang telah diraih sebelumnya, tetapi juga berupaya keras untuk meningkatkan daya saing para atlet kebanggaan ibukota di panggung nasional. Target ini bukanlah sekadar retorika, melainkan sebuah komitmen yang akan diwujudkan melalui langkah-langkah konkret.
Untuk mencapai target tersebut, upaya persiapan menuju PON 2028 akan diinisiasi jauh lebih awal. Perbasasi DKI Jakarta akan menerapkan program pemantauan atlet secara berkala dan intensif, serta meningkatkan frekuensi dan kualitas kompetisi internal. Selain itu, pembentukan sistem pembinaan jangka panjang yang solid akan menjadi prioritas utama. Fondasi regenerasi atlet yang berkelanjutan akan diperkuat melalui penguatan kompetisi antarklub dan program pembinaan khusus untuk kelompok usia muda. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi atlet berbakat yang siap meneruskan estafet kejayaan di masa mendatang.
Di luar konsentrasi pada cabang olahraga baseball dan softball tradisional yang berorientasi pada prestasi tinggi, Musprov Perbasasi DKI Jakarta juga memberikan apresiasi dan perhatian yang signifikan terhadap perkembangan olahraga slowpitch. Cabang olahraga yang kian populer di berbagai belahan dunia ini dinilai memiliki potensi luar biasa untuk memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam olahraga yang berbasis pada komunitas. David Franico melihat slowpitch bukan hanya sebagai aktivitas rekreasi semata, tetapi sebagai wahana strategis untuk menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Lebih dari itu, slowpitch juga dipandang sebagai sarana ampuh untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas, serta membuka pintu lebar bagi rekrutmen atlet-atlet baru yang mungkin belum tersentuh oleh sistem pembinaan tradisional.
Dalam beberapa tahun terakhir, antusiasme masyarakat terhadap olahraga slowpitch memang menunjukkan tren peningkatan yang positif. Fenomena ini terlihat dari beragamnya latar belakang para peminat, mulai dari kalangan profesional muda yang mencari aktivitas sehat di sela kesibukan, komunitas olahraga yang aktif, hingga keluarga yang ingin menikmati olahraga bersama. Perbasasi DKI Jakarta bertekad untuk memanfaatkan momentum ini dengan mengembangkan ekosistem slowpitch yang lebih terstruktur, baik dari sisi kompetisi maupun pembinaan, demi menciptakan basis penggemar dan pegiat olahraga yang lebih luas dan militan. Dengan demikian, Perbasasi DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada pencapaian medali, tetapi juga pada pembangunan ekosistem olahraga yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






