Pertarungan sengit antara West Ham United dan Arsenal dalam lanjutan Liga Primer Inggris berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim tamu, Meriam London. Gol tunggal Leandro Trossard di menit ke-83 menjadi penentu, namun pertandingan ini tak lepas dari kontroversi di masa injury time yang melibatkan peninjauan Video Assistant Referee (VAR). Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen sementara.
Duel yang digelar di London Stadium pada Minggu (10/5/2026) malam WIB tersebut memang menyajikan drama yang cukup menegangkan. Arsenal, yang tampil dominan sejak awal, berhasil mencuri tiga poin krusial. Dengan hasil ini, Arsenal mengoleksi 79 poin dari 36 pertandingan, menjauh dari kejaran Manchester City yang berada di posisi kedua dengan 74 poin dari 35 laga.
Sejak menit-menit awal, Arsenal telah menunjukkan niat untuk menguasai jalannya pertandingan. Peluang pertama datang dari situasi sepak pojok pada menit kesembilan. Leandro Trossard berhasil menanduk bola, namun usahanya masih bisa ditepis. Percobaan keduanya dengan sundulan masih membentur mistar gawang, memupus harapan Arsenal untuk segera unggul. Tim asuhan Mikel Arteta ini kerap mengandalkan permainan umpan pendek untuk membongkar pertahanan rapat West Ham. Calafiori sempat mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola hanya melebar tipis di samping tiang gawang.
Meski terus menekan, Arsenal harus menghadapi kenyataan pahit ketika Ben White mengalami cedera pada menit ke-28. Posisi bek kanan yang ditinggalkan White kemudian diisi oleh Martin Zubimendi, yang membuat Declan Rice harus bergeser ke posisi full-back kanan. Perubahan ini ternyata sedikit mengganggu keseimbangan lini tengah Arsenal. Permainan agresif dari para pemain West Ham, yang baru saja diisi oleh Zubimendi dan Myles Lewis-Skelly, terasa lebih sulit dibendung oleh barisan tengah tim tamu.
Menjelang akhir babak pertama, Taty Castellanos memberikan ancaman melalui sundulan akrobatiknya pada menit ke-45. Namun, kiper Arsenal, David Raya, menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola, memastikan skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Menyadari kelemahan di lini tengah, pelatih Mikel Arteta mengambil langkah strategis di awal babak kedua. Declan Rice dikembalikan ke posisi aslinya di tengah, dan untuk mengisi posisi bek sayap yang ditinggalkan Rice, Arsenal melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Cristhian Mosquera menggantikan Calafiori. Namun, perubahan ini pun belum serta merta membuat Arsenal mampu mendominasi lini tengah sepenuhnya. Hingga menit ke-60, Arsenal masih kesulitan menembus pertahanan West Ham yang bermain sangat disiplin dan rapat, meskipun tim tamu mendominasi penguasaan bola.
Kiper David Raya kembali menjadi pahlawan bagi Arsenal pada menit ke-78. Ia berhasil melakukan penyelamatan krusial dalam situasi satu lawan satu melawan Mateus Fernandes, menggagalkan peluang emas tuan rumah untuk mencetak gol.
Akhirnya, kebuntuan Arsenal terpecah pada menit ke-83. Berawal dari pergerakan cerdas Martin Odegaard yang mencari celah di dalam kotak penalti West Ham, ia kemudian melepaskan umpan matang kepada Leandro Trossard. Trossard yang menerima bola tanpa pengawalan ketat berhasil menuntaskannya menjadi gol, membawa Arsenal unggul 1-0.
Momen paling dramatis terjadi di masa injury time. West Ham berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Callum Wilson dalam situasi sepak pojok. Namun, para pemain Arsenal segera melancarkan protes kepada wasit, menyatakan bahwa kiper David Raya diganggu oleh pergerakan Pablo. Wasit Chris Kavanagh kemudian memutuskan untuk melakukan peninjauan melalui VAR. Setelah melihat kembali rekaman video, wasit menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Keputusan VAR ini sontak mengunci kemenangan Arsenal dengan skor akhir 1-0.
Susunan pemain kedua tim adalah sebagai berikut:
West Ham: Hermansen; Wan-Bissaka, Mavropanos, Todibo, Disasi, Diouf; Bowen, Fernandes, Soucek; Summerville, Taty Castellanos.
Arsenal: David Raya; White (Zubimendi 28′) (Havertz 67′), Saliba, Gabriel, Calafiori (Mosquera 46′); Rice, Lewis-Skelly; Saka, Eze (Odegaard 67′), Trossard; Gyokeres.






