Kemenangan dramatis diraih oleh AS Roma saat bertandang ke markas Parma dalam lanjutan Serie A pekan ke-36. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Ennio Tardini, Minggu (10/5/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu. Keunggulan Roma ditentukan oleh gol penalti yang dieksekusi dengan dingin oleh Donyell Malen di menit-menit akhir waktu tambahan, menjaga asa mereka untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Pertarungan antara Parma dan Roma sejak awal babak pertama menunjukkan tensi tinggi. Roma berhasil mengakhiri paruh pertama dengan keunggulan tipis 1-0. Meskipun sempat mencatatkan gol di menit kesembilan melalui Donyell Malen, gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap berada dalam posisi offside.
Namun, Donyell Malen membuktikan ketajamannya dengan membuka skor bagi Roma pada menit ke-22. Berawal dari umpan terukur dari Paulo Dybala, Malen berhasil merobek jala gawang Parma, membawa timnya unggul. Skor 1-0 bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Parma menunjukkan respon yang sigap. Selang dua menit setelah peluit dibunyikan, tepatnya di menit ke-47, Gabriel Strefezza berhasil menyamakan kedudukan. Dengan tendangan mendatar yang akurat, Strefezza membuat kiper Roma, Mile Svilar, tak berdaya mengantisipasi laju bola.
Kejutan kembali datang dari kubu tuan rumah. Parma berhasil membalikkan keadaan pada menit ke-87. Mandela Keita menjadi aktor penting di balik gol kedua Parma, melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau oleh Svilar, membawa Parma unggul 2-1.
Ketika asa Roma untuk meraih poin penuh seakan memudar, mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Pada menit ke-94, Roma berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di area penalti Parma, bola liar jatuh ke kaki Daniel Ghilardi yang kemudian meneruskannya kepada Devyne Rensch. Rensch tanpa ragu melepaskan tembakan mendatar yang sukses menjebol gawang Parma untuk kedua kalinya.
Drama sesungguhnya terjadi di menit ke-98. Wasit memutuskan untuk melakukan tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) setelah terjadinya insiden di kotak terlarang Parma antara Sascha Britschgi dan Devyne Rensch. Setelah meninjau ulang rekaman pertandingan, wasit menyatakan bahwa Britschgi telah melakukan pelanggaran terhadap Rensch. Keputusan ini berbuah penalti untuk AS Roma dan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah bagi Britschgi.
Donyell Malen, yang sebelumnya sempat memiliki gol yang dianulir, kembali dipercaya untuk mengambil tendangan penalti. Dengan ketenangan luar biasa, Malen berhasil menaklukkan penjaga gawang Parma, memastikan kemenangan 3-2 bagi AS Roma pada menit ke-101. Kemenangan ini sangat krusial bagi Roma dalam upaya mereka mengamankan posisi di zona Liga Champions.
Berkat raihan tiga poin penuh dari pertandingan ini, AS Roma kian memperkokoh posisinya di peringkat kelima klasemen Serie A dengan mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan yang telah dilakoni. Hasil ini menjaga harapan mereka untuk bisa tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa musim depan. Sementara itu, Parma harus menerima kekalahan ini dan tetap berada di urutan ke-13 dengan raihan 42 poin.
Pertandingan ini bukan hanya tentang skor akhir, tetapi juga tentang ketangguhan mental dan determinasi yang ditunjukkan oleh kedua tim. Parma sempat berada di atas angin dengan keunggulan di menit akhir, namun Roma membuktikan bahwa mereka tidak pernah menyerah hingga peluit panjang dibunyikan. Keberhasilan Malen mengeksekusi penalti di bawah tekanan tinggi menjadi bukti mentalitas juara yang dimiliki oleh tim asuhan Gian Piero Gasperini.
Meskipun Parma harus menelan kekecewaan di kandang sendiri, performa yang mereka tunjukkan, terutama di babak kedua, patut diapresiasi. Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dan bahkan berbalik unggul, menunjukkan bahwa mereka bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Namun, pada akhirnya, pengalaman dan determinasi Roma di menit-menit akhir yang menjadi pembeda.
Bagi AS Roma, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini. Ambisi untuk bermain di Liga Champions musim depan kini semakin terbuka lebar. Para pemain dan staf pelatih tentu akan menjadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
Detail susunan pemain kedua tim dalam pertandingan sengit ini adalah sebagai berikut:
Parma: Suzuki; Delprato (Britschgi 74′), Circati, Troilo, Valenti, Valeri (Carboni 74′); Ordonez, Nicolussi Caviglia, Keita; Strefezza (Pellegrino 53′), Elphege.
AS Roma: Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso (Ghilardi 53′); Celik (Rensch 75′), Cristante (El Aynaoui 58′), Kone (Venturino 75′), Wesley; Dybala, Soule (Pisilli 58′); Malen.
Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling mendebarkan di Serie A musim ini, di mana drama terjadi hingga detik-detik terakhir, dan sebuah penalti di menit akhir menjadi penentu nasib tim.






