Di tengah lanskap pegunungan Trenggalek, Jawa Timur, sebuah inisiatif kolaboratif antara CT ARSA Foundation dan AIRNAV Indonesia mulai membuahkan hasil nyata. Pembangunan "Rumah Inspirasi" di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk membangkitkan potensi sumber daya manusia dan ekonomi lokal. Peletakan batu pertama pada Senin, 11 Mei 2026, menjadi penanda dimulainya proyek yang digadang-gadang akan mentransformasi kehidupan masyarakat di delapan desa di wilayah tersebut.
Haerani Akbar, General Manager CT ARSA Foundation, bersama Nurul Huda, Junior Manager Personalia & Umum AIRNAV Surabaya, didampingi oleh Camat Bendungan Sujatmiko dan jajaran perangkat desa, secara simbolis memulai pembangunan fasilitas yang diharapkan menjadi episentrum kebangkitan masyarakat. Pemilihan Desa Sumurup bukan tanpa alasan. Kawasan yang dikaruniai keasrian alam pegunungan dan bentang alam yang masih asli ini menyimpan potensi besar, terutama di sektor perkebunan. Namun, ironisnya, kekayaan alam tersebut belum tergarap optimal akibat adanya jurang pemisah dalam hal pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap dukungan yang memadai bagi penduduk setempat.
Sebagian besar masyarakat Desa Sumurup memiliki jenjang pendidikan formal yang terbatas, mayoritas hanya sampai tingkat Sekolah Dasar. Kondisi ini seringkali memaksa mereka untuk terjun ke dunia kerja sejak usia dini demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang mendesak. Konsekuensi dari keterbatasan pendidikan dan keterampilan ini adalah sempitnya pilihan mata pencaharian. Profesi yang umum digeluti meliputi kuli bangunan, buruh tambang emas ilegal yang berisiko tinggi, serta menjadi petani dengan tingkat pendapatan yang fluktuatif dan belum stabil. Lebih jauh lagi, keterbatasan ekonomi yang kronis bahkan masih mendorong sebagian warga untuk mempertahankan sistem barter dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fenomena ini, meskipun menunjukkan eratnya ikatan sosial dan rasa kekeluargaan di antara mereka, sekaligus menjadi cerminan nyata dari tantangan kesejahteraan yang masih membayangi.
Rumah Inspirasi ini diposisikan bukan hanya sebagai sebuah struktur bangunan, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang hidup dan dinamis, yang akan terus berkembang untuk melayani kebutuhan masyarakat. Ia dirancang sebagai pusat pembelajaran yang komprehensif, wadah untuk meningkatkan kesehatan, serta platform pemberdayaan yang berkelanjutan. Tempat ini akan menjadi titik temu krusial untuk memfasilitasi interaksi sosial, mendorong pertukaran gagasan yang konstruktif, dan pada akhirnya, memperkuat kohesi serta hubungan harmonis antarwarga.
Secara spesifik, fungsi Rumah Inspirasi akan terbagi dalam beberapa pilar utama. Pertama, sebagai pusat pendidikan yang inklusif, ia akan membuka pintunya bagi anak-anak usia dini (PAUD), siswa Sekolah Dasar, hingga para remaja. Di sini, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan belajar yang dirancang tidak hanya untuk menunjang perkembangan akademis mereka, tetapi juga untuk merangsang kreativitas dan membentuk karakter yang kuat melalui beragam aktivitas non-akademik yang menarik.
Pilar kedua adalah layanan kesehatan masyarakat. Rumah Inspirasi akan menyediakan ruang yang memadai untuk penyelenggaraan kegiatan posyandu, sesi edukasi kesehatan yang mendalam, serta layanan kesehatan terpadu. Pelaksanaan program-program ini akan melibatkan partisipasi aktif dari ibu-ibu PKK, staf puskesmas, serta tenaga kesehatan lainnya, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Proyek pembangunan Rumah Inspirasi ini mendapatkan dukungan lahan seluas 105 meter persegi yang diwakafkan oleh Yayasan Al Huda. Keberadaan bangunan ini diharapkan dapat menumbuhkan dampak positif yang signifikan dan meluas bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Sumurup, melalui peran aktif dari para tokoh penggerak masyarakat yang menjadi agen perubahan.
Salah seorang warga, Imam, yang bersama Hartini telah menjadi motor penggerak berdirinya PAUD Al Huda sejak tahun 2013, mengungkapkan optimisme besarnya. Beliau menyambut baik pembangunan Rumah Inspirasi CTARSA yang merupakan unit ke-10 ini, melihatnya sebagai ruang awal yang sangat vital untuk pembentukan karakter anak-anak sejak dini.
Lebih dari sekadar fokus pada bidang pendidikan, Imam juga dikenal sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap pelestarian seni dan budaya lokal. Ia aktif dalam upaya revitalisasi pertunjukan wayang dan campursari, meskipun diakuinya, upaya regenerasi pelaku seni tradisional ini masih menghadapi kendala serius terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
Untuk menunjang operasionalnya, Rumah Inspirasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas esensial. Ini mencakup kamar mandi yang layak, alat permainan edukatif yang merangsang tumbuh kembang anak, koleksi buku bacaan yang beragam, permainan anak seperti ayunan dan gelas putar, perlengkapan salat, alat tulis, lemari, papan tulis, serta fasilitas sumur bor untuk penyediaan air bersih yang memadai. Harapan besar disematkan pada Rumah Inspirasi ini agar mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang memberikan dampak transformatif bagi seluruh masyarakat. Melalui program-program yang dirancang secara cermat dan berkelanjutan, masyarakat akan didorong untuk terus berkembang, menumbuhkan kemandirian, dan pada akhirnya mampu bergerak maju secara mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.






