Gelaran perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, memukau Gubernur DKI Jakarta. Tingginya animo masyarakat yang membanjiri kawasan tersebut di luar ekspektasi, bahkan membuat orang nomor satu di ibukota ini terheran-heran. Sejak dini hari, sebelum mentari terbit sepenuhnya, Jalan Rasuna Said telah ramai oleh warga yang ingin menjajal langsung lokasi baru pelaksanaan CFD.
Data yang dihimpun pada Minggu, 10 Mei 2026, menunjukkan bahwa keramaian telah terasa sejak pukul 06.00 WIB. Sisi timur Jalan Rasuna Said, tepatnya di depan Plaza Festival, dipenuhi oleh berbagai komunitas yang antusias mengikuti aktivitas senam massal. Suasana yang lebih santai namun tetap aktif terlihat di sisi barat jalan. Para pengunjung menikmati suasana dengan berlari santai, berjalan kaki, atau bersepeda, menjadikan area tersebut sebagai arena rekreasi dan olahraga yang menyenangkan.
Salah satu pengunjung, Rizka, 45 tahun, rela datang jauh-jauh dari Bekasi untuk turut memeriahkan pembukaan CFD di lokasi baru ini. Ia mengaku mengetahui informasi kegiatan ini melalui media sosial dan terdorong untuk ikut serta atas ajakan seorang teman. "Saya datang dari daerah Bekasi. Tahu kegiatan ini dari media sosial, lalu diajak teman juga," ungkap Rizka. Niat utamanya adalah untuk berolahraga sekaligus menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia di sekitar area CFD. "Ya, olahraga sambil kulineran juga," tambahnya. Kehadiran warga seperti Rizka dari berbagai penjuru wilayah menunjukkan daya tarik CFD sebagai ajang aktivitas publik yang positif.
Acara CFD di Jalan HR Rasuna Said ini sejatinya merupakan penambahan lokasi, bukan pengganti dari CFD yang sudah rutin diadakan di Jalan Sudirman-Thamrin. Hal ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menyediakan ruang publik yang sehat dan ramah lingkungan bagi warganya. Keberadaan lokasi baru ini diharapkan dapat mendiversifikasi pilihan warga dalam beraktivitas di hari libur tanpa kendaraan bermotor, sekaligus mengurangi kepadatan di lokasi CFD yang sudah ada.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan keterkejutannya atas sambutan positif masyarakat terhadap CFD di Jalan Rasuna Said. Ia menilai pelaksanaannya berjalan sangat baik, bahkan melebihi harapan. "Kenapa ini (CFD) diadakan? Karena memang permintaan publik yang luar biasa dan tadi saya juga surprised, kaget, baru hari pertama untuk CFD ternyata dari pagi, kebetulan saya tadi sudah jalan kaki, berjalan dengan baik dan masyarakat sangat menyambut," ujar Pramono kepada awak media di Jalan Rasuna Said pada Minggu (10/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi betapa besar aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya ruang publik yang lebih luas dan variatif untuk kegiatan bebas kendaraan.
Pramono lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun perdana dilaksanakan hari itu, CFD di Jalan HR Rasuna Said akan berjalan secara efektif mulai tanggal 1 Juni. Jadwal pelaksanaannya akan dimulai sejak pukul 05.30 pagi, sama seperti CFD di Jalan Sudirman-Thamrin. "Car free day yang kita adakan di tempat ini yang dimulai dari jam 05.30 sama dengan di Sudirman-Thamrin, nantinya secara efektif akan kami lakukan per 1 Juni," jelasnya. Penetapan jadwal yang konsisten ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan merencanakan aktivitas mereka di CFD Rasuna Said.
Lebih jauh lagi, inisiatif pembukaan CFD di Jalan HR Rasuna Said ini merupakan respons langsung terhadap tingginya permintaan dari masyarakat. Gubernur menyadari bahwa animo warga untuk memiliki lebih banyak pilihan lokasi CFD sangatlah besar. Oleh karena itu, penambahan ini tidak hanya sekadar perluasan area, tetapi juga sebuah bukti nyata bahwa pemerintah mendengarkan dan merespons kebutuhan serta keinginan warganya. Hal ini mencerminkan pendekatan yang lebih inklusif dalam pengelolaan kota, di mana partisipasi publik menjadi salah satu pilar utama dalam pengambilan keputusan kebijakan.
Suasana di sepanjang Jalan HR Rasuna Said pada hari itu dipenuhi oleh energi positif. Berbagai macam aktivitas mulai dari olahraga bersama, rekreasi keluarga, hingga sekadar bersantai menikmati udara pagi yang segar, mewarnai kawasan bisnis yang biasanya identik dengan kesibukan kendaraan. Kehadiran komunitas sepeda, kelompok lari, dan para pesenam menunjukkan betapa CFD telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan. Mereka memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi sosial, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif dan ramah lingkungan.
Keberhasilan CFD perdana di Rasuna Said ini juga dapat menjadi tolok ukur untuk pengembangan kebijakan serupa di masa mendatang. Jika animo masyarakat terus tinggi dan pelaksanaannya berjalan lancar, bukan tidak mungkin akan ada lokasi-lokasi strategis lainnya di Jakarta yang akan dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari jaringan CFD. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang berkelanjutan, di mana ruang publik dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan warganya, baik dari sisi kesehatan fisik, mental, maupun sosial.
Meskipun terkejut, gubernur menyambut baik antusiasme warga ini. Ia melihatnya sebagai indikasi positif bahwa masyarakat Jakarta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. CFD bukan hanya sekadar ajang bebas kendaraan, tetapi juga momentum untuk membangun komunitas yang lebih kuat, mempromosikan gaya hidup sehat, dan menciptakan suasana kota yang lebih dinamis dan menyenangkan. Diharapkan, dengan adanya penambahan lokasi CFD, semakin banyak warga yang terdorong untuk berpartisipasi aktif dan merasakan manfaat dari kegiatan positif ini.
Antusiasme warga yang datang dari berbagai penjuru kota, bahkan hingga luar kota seperti Bekasi, menunjukkan bahwa CFD telah menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan. Fenomena ini juga mengindikasikan bahwa promosi dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, terutama melalui media sosial, telah berjalan efektif. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dalam merancang dan melaksanakan program-program publik lainnya agar dapat menjangkau dan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat. Keterkejutan Gubernur Pramono Anung sejatinya adalah sebuah pujian terselubung atas keberhasilan program ini dalam menyentuh hati dan partisipasi publik.






