Pesta Budaya Tatar Sunda di Bogor: Kemeriahan Warisan Leluhur Sambut Ulang Tahun Peradaban

Inka Kristi

Kota Bogor menjadi saksi bisu gelaran akbar perayaan milangkala Tatar Sunda yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Acara ini mengundang decak kagum dan antusiasme tinggi dari masyarakat yang tumpah ruah menyaksikan parade seni dan budaya yang mewakili kekayaan 27 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat. Sebuah perhelatan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengingatkan kembali akan akar budaya yang kaya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir meramaikan acara ini bersama para Bupati, Wali Kota, serta tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai penjuru Jawa Barat. Kirab yang berlangsung meriah ini menampilkan tak kurang dari 30 ragam kesenian dan budaya daerah. Tak hanya perwakilan dari Jawa Barat, acara ini juga turut dimeriahkan oleh partisipasi dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah, menunjukkan jalinan kebudayaan yang erat antar wilayah.

Puncak kemeriahan terlihat saat Mahkota Binokasih, sebuah simbol kejayaan kerajaan Sunda, diarak dengan megah menggunakan kereta kencana. Alunan musik tradisional dan gemuruh tepuk tangan warga yang memadati sepanjang rute pawai mengiringi perjalanan iring-iringan tersebut, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh sukacita.

Perjalanan pawai budaya ini dimulai dari Museum Pajajaran di Jalan Batutulis, kemudian menyusuri Jalan MP Sidik, dan berakhir di Jalan Surya Kencana, dengan total jarak tempuh sekitar 3,5 kilometer. Rute yang dipilih seolah membawa peserta dan penonton kembali ke masa lalu, meresapi sejarah yang terukir di setiap jengkal tanah Pakuan Pajajaran.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kirab Mahkota Binokasih dan pertunjukan seni budaya ini merupakan bagian integral dari perayaan milangkala Tatar Sunda, yang esensinya adalah memperingati lahirnya peradaban tanah Sunda di Jawa Barat. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam, yaitu upaya untuk menghargai dan menjaga warisan berharga yang telah diwariskan oleh para leluhur.

"Bogor memiliki kaitan historis yang kuat dengan Sri Baduga Maharaja, yang pernah memimpin dari Kota Bogor, dari Pakuan Pajajaran. Tentu saja, ini adalah momen untuk merenungkan banyak filosofi dan pelajaran berharga yang dapat kita petik untuk bekal masa depan," ujar Dedie A Rachim, seusai acara berlangsung pada Jumat malam (8/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga ingatan sejarah sebagai pijakan untuk melangkah ke depan.

Senada dengan itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa kehadiran Mahkota Binokasih dalam rangkaian pawai ini berfungsi sebagai pengingat kuat bagi masyarakat akan eksistensi kerajaan Sunda yang telah meletakkan fondasi bagi perkembangan Jawa Barat di masa lampau.

"Malam ini kami merasa sangat bangga dan terhormat atas kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat, Raja Sumedang, para budayawan, serta tokoh adat. Mahkota Binokasih, yang melambangkan kejayaan Pajajaran, kini seolah kembali ke ‘rumahnya’ di Kota Bogor. Mengingat, dahulu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok adalah satu kesatuan sebelum akhirnya dimekarkan," ungkap Rudy Susmanto. Penjelasannya ini menyoroti konektivitas historis antara wilayah-wilayah tersebut.

Rudy Susmanto menambahkan bahwa meskipun Jawa Barat terus berinovasi dan berkembang di era modern, komitmen untuk tidak melupakan sejarah dan tradisi Sunda tetap terjaga. Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelestarian warisan budaya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk Dinas Kebudayaan yang baru.

"Kami bersama-sama ingin membangun bangsa yang maju dan modern, namun Jawa Barat tidak pernah mengesampingkan akar tradisi kita sebagai orang Sunda," tegas Rudy Susmanto. Pembentukan dinas baru ini, lanjutnya, akan berfokus pada upaya pelestarian seluruh cagar budaya, baik yang bersifat benda maupun tak benda, yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bogor dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Perhelatan akbar ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan leluhur mereka. Antusiasme warga yang hadir menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap budaya Sunda masih membara, siap untuk terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kemeriahan ini menegaskan bahwa Jawa Barat mampu memadukan kemajuan zaman dengan kekayaan tradisi, menciptakan identitas yang kuat dan membanggakan.

Also Read

Tags