Di tengah hiruk pikuk pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga se-Asia Tenggara yang diselenggarakan di Bali, sebuah momen diplomatik yang hangat terjalin antara Indonesia dan Timor Leste. Delegasi Timor Leste, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Neylo Isaac Sarmento, menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan Indonesia. Agenda utama pertemuan ini adalah penjajakan kolaborasi strategis dalam pengembangan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang mendunia, yaitu pencak silat.
Menteri Sarmento mengungkapkan kepada rekan sejawatnya dari Indonesia mengenai tingginya antusiasme masyarakat Timor Leste terhadap seni bela diri tradisional ini. Ia menuturkan bahwa pencak silat telah menjadi magnet tersendiri bagi warga negaranya, terbukti dengan keberadaan tiga padepokan silat yang cukup besar dan aktif di berbagai penjuru negeri. Fenomena ini diperkuat dengan fakta bahwa banyak warga Timor Leste yang secara rutin melakukan perjalanan ke Indonesia, khusus untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat atau sabuk, sebuah indikator kuat akan dedikasi dan minat yang mendalam.
Menyadari potensi besar yang dimiliki oleh pencak silat, baik dari segi minat masyarakat maupun prospek prestasi di masa depan, Timor Leste mengajukan permohonan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia. Permohonan ini mencakup aspek penguatan ekosistem pembinaan pencak silat, yang meliputi dukungan dalam penyediaan sumber daya kepelatihan yang berkualitas serta peningkatan kapasitas para wasit. Menteri Sarmento secara eksplisit menyampaikan harapannya akan adanya kolaborasi yang lebih substansial dalam hal ini, sembari menekankan pentingnya penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh di negaranya.
Lebih lanjut, Neylo Sarmento juga menggarisbawahi bahwa pencak silat bukan satu-satunya bidang yang diminati oleh Timor Leste untuk menjalin kolaborasi dengan Indonesia. Ia juga mengungkapkan rencana ambisius terkait penyelenggaraan "Tour de Timor", sebuah ajang balap sepeda gunung internasional. Even ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat sport tourism atau pariwisata olahraga, dengan menonjolkan keindahan alam pegunungan Timor Leste yang menantang dan memukau. Tour de Timor diharapkan dapat menjadi wadah yang mempererat persahabatan antarnegara melalui semangat olahraga.
Kabar baik ini disambut dengan sangat antusias oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir. Beliau menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama ini, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya melestarikan dan menyebarkan pencak silat sebagai kekayaan bangsa ke seluruh penjuru dunia. Erick Thohir melihat potensi besar dalam kolaborasi ini, tidak hanya untuk kemajuan pencak silat itu sendiri, tetapi juga sebagai alat diplomasi olahraga yang efektif dalam mempererat hubungan bilateral.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir juga memberikan masukan yang konstruktif kepada delegasi Timor Leste. Ia meminta agar Timor Leste dapat mengajukan tiga cabang olahraga prioritas yang paling diminati di negara mereka. Hal ini bertujuan agar dukungan yang akan diberikan oleh Indonesia dapat lebih terarah dan efektif, menyasar pada bidang-bidang yang memang membutuhkan pengembangan paling signifikan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak positif yang nyata.
Menteri Erick Thohir menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas tingginya minat terhadap pencak silat, yang merupakan olahraga asli Indonesia, datang dari berbagai negara, termasuk Timor Leste. Ia mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Timor Leste terhadap seni bela diri ini. Oleh karena itu, ia menegaskan kembali kesiapan Indonesia untuk memberikan dukungan penuh dan berkolaborasi dalam upaya pembinaan dan penguatan ekosistem beberapa cabang olahraga pilihan dan prioritas Timor Leste, dengan pencak silat sebagai salah satunya.
Lebih lanjut, Erick Thohir menambahkan bahwa menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia ketika melihat olahraga asli bangsa dipelajari dan digemari oleh begitu banyak negara. Hal ini membuktikan bahwa diplomasi olahraga dapat menjadi instrumen yang sangat efektif dalam mempererat tali persahabatan dan persaudaraan antar bangsa. Dengan adanya sinergi yang kuat antara Indonesia dan Timor Leste, diharapkan pencak silat akan semakin berkembang dan dikenal luas, tidak hanya sebagai sebuah cabang olahraga, tetapi juga sebagai warisan budaya yang membawa nilai-nilai luhur.
Kolaborasi ini membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral kedua negara, menunjukkan bahwa kerja sama di bidang olahraga dapat menjadi jembatan yang kokoh untuk membangun pemahaman, persahabatan, dan rasa saling menghormati. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia dan Timor Leste siap mengukir prestasi dan menyebarkan keindahan pencak silat ke kancah internasional, sekaligus memperkuat fondasi persaudaraan yang telah terjalin. Perkembangan ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga memiliki kekuatan universal untuk menyatukan dan membawa dampak positif yang berkelanjutan.






