Kumpulan Misteri Langit Amerika: Arsip Keamanan Nasional Ungkap Ratusan Laporan Benda Tak Dikenal

Rayyan Alfarizqi

Pemerintah Amerika Serikat telah mengambil langkah signifikan dalam transparansi mengenai fenomena udara tak dikenal (UAP), dengan merilis lebih dari 170 dokumen yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia. Berkas-berkas ini, yang sebagian berasal dari era pasca-Perang Dunia II, kini dapat diakses oleh publik, membuka jendela ke dalam arsip militer yang selama berpuluh-puluh tahun tertutup rapat.

Keputusan untuk membuka arsip ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Donald Trump yang dikeluarkan pada 8 Mei lalu. Dokumen-dokumen tersebut dipublikasikan melalui situs resmi Departemen Pertahanan Amerika Serikat, disajikan sebagaimana adanya, tanpa tambahan interpretasi atau penjelasan resmi dari pihak pemerintah. Langkah ini sejalan dengan janji Trump yang pernah diutarakan pada April 2026, di mana ia menyatakan bahwa proses pengungkapan dokumen-dokumen penting tengah berjalan dan akan segera diumumkan kepada publik. Saat itu, ia mengisyaratkan penemuan yang sangat menarik dalam arsip tersebut.

Laporan-laporan yang kini terekspos mencakup berbagai kesaksian dari individu dengan latar belakang yang beragam. Mulai dari warga sipil biasa seperti petani, hingga para profesional penerbangan seperti pilot komersial dan personel Angkatan Laut AS. Salah satu catatan tertua yang menarik perhatian berasal dari Leland Sammers, seorang petani di dekat Stockton, California. Pada 18 Februari 1947, ia melaporkan melihat sebuah objek melayang di atas kediamannya, mengeluarkan percikan api, sebelum akhirnya melesat cepat ke arah barat laut.

Keunikan lain datang dari sebuah teleks bertanggal 9 Agustus 1952, yang dikirimkan dengan label "URGENT" langsung kepada Direktur FBI saat itu, J. Edgar Hoover. Dua staf dari perusahaan kimia DuPont di Carolina Selatan melaporkan penampakan "cahaya biru dengan bingkai oranye berbentuk piring terbang" yang melintasi langit dengan kecepatan luar biasa. Menariknya, balasan Hoover dua hari kemudian menunjukkan penolakan tanggung jawab atas laporan tersebut, dan meneruskannya kepada Angkatan Udara untuk investigasi lebih lanjut.

Catatan dari 27 September 1950 menampilkan kisah dua petugas polisi di Philadelphia yang sedang berpatroli. Mereka menyaksikan sebuah objek turun ke tanah, yang awalnya dikira sebagai parasut. Objek berdiameter sekitar 1,8 meter ini memancarkan cahaya ungu seperti kabut. Saat hendak diangkat, objek tersebut pecah, meninggalkan residu tanpa bau yang kemudian hancur sepenuhnya dalam waktu kurang lebih 25 menit.

Fenomena penampakan UAP tidak hanya terbatas pada pengamatan dari daratan. Para pilot pesawat komersial juga melaporkan pengalaman mereka. Pada 4 Agustus 1947, kru pesawat Pan American yang sedang dalam penerbangan dari Newfoundland menuju New York melaporkan berpapasan dengan objek berbentuk silinder berwarna keemasan dengan panjang diperkirakan 4,5 meter. Kedua pilot menyaksikan objek tersebut bergerak ke arah timur dengan kecepatan sekitar 175 mil per jam, sebelum akhirnya menghilang setelah sekitar 90 detik.

Bahkan, dari luar angkasa pun laporan mengenai objek tak dikenal pernah dicatat. Pada 4 Desember 1965, para astronaut misi Gemini 7, Frank Borman dan Jim Lovell, melaporkan adanya "bogey" atau objek tak dikenal saat mereka berada di orbit. Sebuah catatan tulisan tangan dari pejabat NASA yang ikut dirilis mengonfirmasi kejadian ini dengan tulisan "Penampakan UFO oleh Borman."

Misi Apollo 12 pada tahun 1969 juga menyisakan misteri visual. Sebuah foto yang diambil oleh para astronaut di permukaan Bulan memperlihatkan sebuah cahaya aneh melayang di cakrawala luar angkasa. Setelah diperbesar, objek tersebut tampak terdiri dari tiga titik cahaya yang berbeda. Foto lain dari misi yang sama menunjukkan noda cahaya buram di cakrawala Bulan, serta gambar lain yang menampilkan dua pasang titik cahaya samar di langit lunar. Misi Apollo 17 pada tahun 1972 juga tidak luput dari fenomena serupa, dengan salah satu foto yang menangkap tiga titik cahaya membentuk pola segitiga di dekat cakrawala Bulan.

Di antara semua materi yang dirilis, rekaman video dari pilot Angkatan Laut AS menjadi sorotan utama karena sifatnya yang visual dan relatif baru. Salah satu rekaman, yang berasal dari 1 Januari 2020 dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya, menunjukkan titik cahaya terang bergerak secara tak beraturan, terdeteksi oleh sensor inframerah selama satu menit tiga detik di wilayah Timur Tengah. Rekaman lain dari tanggal yang sama, empat tahun kemudian (1 Januari 2024), menampilkan objek berbentuk seperti bola sepak dengan tiga tonjolan menyerupai sirip, melayang selama sembilan detik sebelum menghilang.

Namun, yang paling memukau adalah rekaman dari tahun 2013. Selama satu menit 46 detik, sebuah objek berbentuk bintang bersudut delapan terlihat melakukan manuver di hadapan jet tempur Angkatan Laut, meninggalkan jejak tipis yang kontras di belakangnya. Mantan Letnan Ryan Graves, yang terlibat dalam salah satu misi terkait, pernah menggambarkan objek yang ia temui kepada majalah Time sebagai "kubus hitam atau abu-abu gelap di dalam bola bening," dan mengaku pesawatnya nyaris bertabrakan dengan salah satu benda tersebut pada jarak hanya 15 meter.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan kesimpulan definitif mengenai asal-usul objek-objek tersebut, termasuk apakah mereka berasal dari luar angkasa. Pentagon memilih untuk merilis laporan apa adanya tanpa memberikan interpretasi resmi. Sebagian kasus yang dilaporkan kemungkinan dapat dijelaskan melalui penjelasan ilmiah konvensional, namun sebagian lainnya tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Departemen Pertahanan AS juga mengindikasikan bahwa dokumen-dokumen tambahan akan terus dirilis secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan, menambah volume informasi yang dapat diakses publik mengenai fenomena udara tak dikenal ini.

Also Read

Tags