Para pakar iklim global melayangkan peringatan serius mengenai potensi fenomena El Nino tahun ini, yang diprediksi bisa menjadi salah satu yang terkuat yang pernah tercatat. Model-model prakiraan musiman mengindikasikan bahwa kita mungkin akan menyaksikan anomali cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam era modern. Jeff Berardelli, seorang spesialis iklim dan kepala meteorologi di WFLA-TV, menyatakan bahwa peristiwa cuaca yang disaksikannya kali ini berpotensi memecahkan rekor.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), El Nino diperkirakan akan mulai menguat pada pertengahan tahun ini, membawa perubahan signifikan pada pola suhu global dan distribusi curah hujan di seluruh dunia. Fenomena ini, yang merupakan kebalikan dari La Nina yang ditandai dengan pendinginan suhu perairan Pasifik, pada dasarnya adalah pemanasan alami yang terjadi di sebagian wilayah ekuator Samudra Pasifik. Pemanasan ini kemudian memicu perubahan pola cuaca global secara luas.
Proses El Nino melibatkan redistribusi panas di seluruh planet. Saat ini, panas yang tersimpan di bawah permukaan Samudra Pasifik bagian timur mulai bergerak ke arah timur, dan naik ke permukaan dari kedalaman laut. Tahap awal inilah yang mengindikasikan dimulainya perkembangan El Nino. Laporan dari WMO mengkonfirmasi adanya peningkatan suhu permukaan laut yang cepat, dan para ilmuwan memiliki keyakinan tinggi bahwa fenomena ini akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang. Secara umum, El Nino muncul setiap dua hingga tujuh tahun dan biasanya berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan.
Kekhawatiran utama para ilmuwan adalah potensi terjadinya "Super El Nino," sebuah varian El Nino yang sangat kuat. Daniel Swain, seorang ilmuwan iklim dari California Institute for Water Resources, menjelaskan bahwa salah satu elemen kunci yang diperlukan agar fenomena ini benar-benar terwujud sedang terjadi saat ini. Meskipun belum ada kepastian mutlak bahwa ini akan menjadi Super El Nino, potensinya sangat nyata dan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Ketika Samudra Pasifik melepaskan sejumlah besar panas ke atmosfer, hal ini akan memicu sistem iklim global dan menyebabkan ketidakstabilan cuaca. Peningkatan panas ini berpotensi mengakibatkan gelombang panas yang lebih intens, kekeringan yang semakin parah di beberapa wilayah, serta peningkatan kelembapan udara yang dapat memicu banjir besar. Menariknya, El Nino juga dapat menekan aktivitas badai di wilayah Atlantik. Panas yang luar biasa di Pasifik dapat mengalahkan kondisi yang mendukung pembentukan badai di Atlantik, yang berarti wilayah seperti Karibia mungkin akan mengalami musim panas yang sangat kering dengan kemungkinan lebih sedikit sistem badai tropis.
Dampak El Nino bersifat global dan diperkirakan akan terasa di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, musim panas ini diperkirakan akan lebih panas dari rata-rata, dengan kemungkinan terjadinya gelombang panas yang signifikan. Wilayah Amazon, yang telah mengalami degradasi hutan akibat kebakaran hutan, penebangan liar, dan kekeringan yang memengaruhi sekitar 40% wilayahnya, berisiko mengalami dampak yang lebih parah pada tahun 2026 jika El Nino yang kuat benar-benar terjadi.
Kombinasi antara panas berlebih yang dibawa oleh El Nino ke permukaan bumi dan pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia diperkirakan akan memicu rekor suhu panas global. Para ilmuwan memprediksi bahwa rekor suhu global bisa pecah pada akhir tahun ini, tahun depan, atau bahkan kedua tahun tersebut. Swain menambahkan bahwa semua indikator saat ini menunjukkan bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang sangat dinamis dari sudut pandang iklim global.
Namun, Michael Mann, seorang ilmuwan iklim dari University of Pennsylvania, memberikan perspektif yang sedikit berbeda. Ia menjelaskan bahwa meskipun El Nino dapat meningkatkan suhu global selama satu atau dua tahun, fenomena ini pada dasarnya bersifat sementara dan merupakan "situasi impas" dalam jangka panjang. Setelah periode El Nino berakhir, kondisi iklim cenderung berayun kembali ke arah La Nina, yang akan menurunkan suhu global untuk periode waktu yang sama. Dengan demikian, meskipun El Nino tahun ini menimbulkan kekhawatiran akan suhu yang ekstrem, dampak jangka panjangnya terhadap tren pemanasan global perlu dilihat dalam siklus yang lebih luas. Ancaman yang ditimbulkan oleh El Nino kali ini lebih kepada intensitas dan kecepatan perubahan, yang berpotensi memecahkan rekor dan menimbulkan tantangan adaptasi yang lebih besar bagi masyarakat di seluruh dunia.






