Moskow bersiap menghadapi potensi ancaman keamanan dengan memberlakukan pembatasan akses internet seluler dan layanan pesan singkat (SMS) pada tanggal 9 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengamanan intensif menjelang perayaan Hari Kemenangan (Victory Day) yang merupakan salah satu momen paling penting dalam kalender nasional Rusia, yang puncaknya akan digelar di Lapangan Merah. Keputusan strategis ini, yang dikonfirmasi oleh Kementerian Pengembangan Digital Rusia, dirancang untuk meminimalisir risiko serangan, khususnya yang melibatkan penggunaan drone, yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya perayaan akbar tersebut.
Menurut laporan dari Militarnyi, sebuah media pertahanan Ukraina, pembatasan jaringan ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan serangan drone yang ditujukan ke jantung ibu kota Rusia menjelang peringatan tahunan yang sarat makna ini. Kementerian Pengembangan Digital Rusia telah mengumumkan bahwa akses internet berbasis perangkat seluler akan sepenuhnya dibatasi selama durasi parade utama. Selain itu, persiapan keamanan yang lebih luas diperkirakan akan mulai diterapkan pada tanggal 5 dan 7 Mei, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan antisipasi sebelum hari-H perayaan.
Dampak dari kebijakan ini tidak hanya terbatas pada konektivitas internet seluler. Layanan pesan singkat SMS juga dilaporkan akan mengalami gangguan serupa. Bahkan, beberapa platform digital yang biasanya tetap dapat diakses meskipun ada pembatasan jaringan yang lebih umum, dikabarkan juga akan mengalami pemblokiran sementara. Langkah drastis ini mencerminkan tingkat kewaspadaan tinggi dari pihak Kremlin terhadap potensi serangan drone dari pihak Ukraina yang dapat mengancam integritas wilayah Moskow, terutama di momen yang menjadi simbol kekuatan militer Rusia.
Media Militarnyi juga melaporkan bahwa Rusia telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya di sekitar Moskow. Penguatan ini meliputi penambahan pengerahan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 yang canggih. Laporan visual mengindikasikan pergerakan konvoi kendaraan militer yang membawa sistem pertahanan udara tersebut terlihat menuju ibu kota Rusia dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan keseriusan Rusia dalam menghadapi potensi ancaman dari udara.
Menariknya, perayaan Hari Kemenangan tahun ini diperkirakan akan diselenggarakan dalam format yang lebih ringkas dan terkendali dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebuah sumber melaporkan bahwa untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, parade yang biasanya megah di Lapangan Merah tidak akan menampilkan barisan kendaraan tempur berat maupun tank militer. Perubahan ini bisa jadi merupakan refleksi dari situasi keamanan yang lebih sensitif atau penyesuaian strategis lainnya.
Sebelumnya, masyarakat di Moskow dan Saint Petersburg telah melaporkan adanya gangguan pada layanan internet seluler sejak awal Mei. Keluhan tersebut mencakup kesulitan dalam mengakses layanan pembayaran digital, aplikasi navigasi daring, hingga layanan transportasi yang sangat bergantung pada konektivitas internet. Gangguan ini menjadi indikasi awal dari implementasi pembatasan jaringan yang lebih luas yang kini mencapai puncaknya menjelang perayaan Hari Kemenangan.
Pemberlakuan pembatasan akses digital ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Rusia untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Hari Kemenangan, yang memiliki makna historis dan simbolis yang sangat mendalam bagi negara tersebut. Langkah-langkah keamanan yang ketat, termasuk pemadaman sementara layanan komunikasi, menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan dan potensi ancaman yang dihadapi.






