Mirwan Suwarso, orang nomor satu di klub sepak bola Italia, Como, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap kancah sepak bola di Negeri Pizza. Dalam sebuah kesempatan, ia tidak hanya melontarkan apresiasi mendalam terhadap lingkungan sepak bola Italia, tetapi juga secara khusus menyinggung peranan Indonesia, negara asal mayoritas investor klubnya, Djarum Grup. Perusahaan raksasa asal Indonesia inilah yang menjadi pemegang saham utama Como, dan Mirwan Suwarso sendiri merupakan representasi dari entitas bisnis tersebut.
Prestasi Como di musim ini patut diacungi jempol. Didirikan pada tahun 1907, klub ini baru saja menorehkan sebuah catatan sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan berhasil mengamankan tiket untuk berkompetisi di pentas Eropa pada musim mendatang. Hebatnya lagi, pencapaian luar biasa ini diraih hanya dalam kurun waktu dua musim setelah mereka kembali berstatus sebagai tim promosi. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya Como bertransformasi dan menunjukkan tajinya di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh Gazzetta, Mirwan Suwarso menggambarkan Italia sebagai sebuah negara yang sangat bersahabat. Ia membandingkan keramahan Italia tersebut dengan Indonesia, menyiratkan adanya kesamaan atmosfer yang positif antara kedua negara, meskipun dalam konteks yang berbeda. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ia merasa nyaman dan menemukan banyak kesamaan budaya yang memudahkan adaptasinya serta operasional klub di Italia.
Saat ini, Como telah memastikan diri akan berlaga di ajang UEFA Europa Conference League berkat keberhasilan mereka mengunci posisi keenam dalam klasemen akhir Serie A Italia. Namun, ambisi Como tidak berhenti di situ. Mereka masih memiliki peluang untuk merangsek naik ke zona Liga Europa, bahkan hingga ke kompetisi paling prestisius, Liga Champions. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan lagi di liga, Como terpaut dua poin saja dari zona yang mengarah ke Liga Champions dan Liga Europa.
Meskipun begitu, Mirwan Suwarso menegaskan bahwa fokus utama klub saat ini bukanlah semata-mata untuk meraih tiket ke Liga Champions. Ia menyatakan bahwa timnya berkeinginan untuk menyelesaikan musim dengan peringkat setinggi mungkin, namun tetap memegang teguh prinsip untuk menerima apa pun yang diberikan oleh perjalanan kompetisi. Ia menekankan bahwa target utama Como bukanlah untuk selalu berada di Liga Champions, melainkan untuk terus menunjukkan progres yang lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi pembangunan klub yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan performa secara bertahap, bukan hanya sekadar mengejar gengsi semata.
Hal ini menunjukkan bahwa Como memiliki visi jangka panjang yang matang. Mereka tidak terjebak dalam euforia sesaat atas pencapaian mereka saat ini, melainkan terus berupaya untuk membangun fondasi yang kuat demi masa depan yang lebih cerah. Keterlibatan Djarum Grup sebagai pemilik mayoritas memberikan suntikan modal dan dukungan yang signifikan, memungkinkan Como untuk bergerak lebih leluasa dalam mengembangkan skuad, infrastruktur, dan program pembinaan pemain.
Hubungan antara Como dan Indonesia tampaknya akan terus terjalin erat. Keberhasilan Como di Serie A Italia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penggemar klub di Italia, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi dunia olahraga di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara investor Indonesia dengan klub sepak bola Eropa dapat menghasilkan buah manis, membuka peluang baru, dan meningkatkan standar kompetisi. Kehadiran Como di pentas Eropa juga berpotensi membuka pintu bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk mendapatkan kesempatan berlaga di kancah internasional, sebuah mimpi yang mungkin selama ini hanya bisa diwujudkan oleh segelintir pemain.
Lebih jauh lagi, apresiasi Mirwan Suwarso terhadap sepak bola Italia juga dapat diartikan sebagai sebuah pembelajaran. Italia memiliki sejarah panjang dan kaya dalam dunia sepak bola, dengan berbagai klub legendaris dan taktik permainan yang terus berkembang. Dengan berada di lingkungan seperti itu, Como memiliki kesempatan emas untuk menyerap ilmu, pengalaman, dan standar profesionalisme yang tinggi. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam proses adaptasi dan pengembangan klub agar mampu bersaing di level tertinggi dalam jangka waktu yang lama.
Perjalanan Como musim ini adalah sebuah narasi tentang ambisi, kerja keras, dan visi yang jelas. Kemampuan mereka untuk bangkit dari status tim promosi dan langsung mengamankan tiket Eropa patut menjadi studi kasus bagi banyak klub lain. Dukungan dari pemilik Indonesia, ditambah dengan kematangan pengelolaan di Italia, menciptakan sebuah sinergi yang menghasilkan performa gemilang.
Sebagai penutup, pernyataan Mirwan Suwarso yang membandingkan Italia dengan Indonesia, serta penekanannya pada target pertumbuhan berkelanjutan, memberikan gambaran utuh mengenai filosofi yang dianut oleh Como. Klub ini tidak hanya mengejar kemenangan instan, tetapi juga berinvestasi pada masa depan, membangun identitas yang kuat, dan memanfaatkan setiap peluang untuk terus berkembang. Keikutsertaan mereka di kompetisi Eropa musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kematangan tim dan menjadi tolok ukur seberapa jauh mereka dapat melangkah dalam peta persaingan sepak bola benua biru.






