Lionel Messi, ikon sepak bola dunia yang dikenal dengan segudang prestasi dan karisma di lapangan hijau, baru-baru ini membuka sisi pribadinya melalui sebuah wawancara mendalam dengan media Argentina, Lo Del Pollo. Dalam percakapan yang merangkum perjalanan kariernya yang gemilang, La Pulga mengungkapkan beberapa penyesalan yang tak terduga, salah satunya berkaitan dengan momen-momen langka di mana ia melewatkan kesempatan untuk bertukar jersey dengan para bintang lapangan hijau. Penyesalan ini bukan sekadar soal barang koleksi, melainkan refleksi dari rasa hormat dan kekaguman yang ia miliki terhadap lawan-lawannya, bahkan dari kubu rival abadi.
Dalam sesi wawancara tersebut, Messi ditanya mengenai apakah ada momen di mana ia merasa menyesal tidak melakukan pertukaran jersey dengan pemain lain. Jawaban jujurnya cukup mengejutkan. Ia mengakui adanya penyesalan mendalam terkait tiga nama besar dari rival Barcelona, Real Madrid. Ketiga pemain yang dimaksud adalah Ronaldo Nazario da Lima, Roberto Carlos, dan David Beckham. Messi mengenang bahwa momen-momen tersebut terjadi pada awal-awal kariernya di Barcelona, ketika ia masih sangat muda dan baru menjejakkan kaki di panggung sepak bola Eropa.
"Ada beberapa momen yang saya sesali karena tidak sempat bertukar jersey," ujar Messi, sebagaimana dikutip dalam wawancara tersebut. "Saya merasa kehilangan kesempatan untuk memiliki kenang-kenangan berharga dari beberapa pemain yang sangat saya kagumi, terutama saat saya masih sangat muda dan baru memulai perjalanan saya di Eropa."
Lebih lanjut, Messi menjelaskan bahwa penyesalannya tidak hanya terbatas pada pemain dari klub lain. Ia juga mengaku sedikit menyesal karena tidak pernah bertukar jersey dengan beberapa rekan setimnya yang telah menjadi bagian integral dari sejarah kejayaannya di Barcelona. Nama-nama seperti Ronaldinho, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta disebutkannya sebagai sosok-sosok yang ia idamkan untuk memiliki kenang-kenangan fisik dari kebersamaan mereka di ruang ganti Blaugrana. "Tentu saja, ada juga penyesalan terhadap beberapa rekan tim yang luar biasa seperti Ronaldinho, Xavi, dan Iniesta. Mereka adalah pemain yang sangat saya hormati dan memiliki ikatan kuat di lapangan," tambahnya.
Namun, penyesalan terbesarnya tampaknya tertuju pada tiga pemain Real Madrid yang telah disebutkan sebelumnya. Ketiga legenda Los Blancos ini, menurut Messi, adalah sosok-sosok yang kehadirannya di lapangan selalu meninggalkan kesan mendalam baginya sejak awal karier. Ronaldo Nazario, dengan kecepatan dan ketajamannya yang legendaris; Roberto Carlos, dengan tendangan geledek dan stamina tak terbatasnya; serta David Beckham, dengan visi permainan dan umpan akuratnya, semuanya adalah ancaman nyata bagi pertahanan Barcelona di era mereka.
"Mereka adalah para pemain yang sangat saya hormati bahkan ketika kami berada di tim yang berseberangan," ungkap Messi. "Menghadapi mereka di awal karier saya adalah sebuah ujian besar, dan saya selalu terkesan dengan kualitas serta profesionalisme mereka. Saya berharap bisa memiliki jersey mereka sebagai pengingat akan duel-duel sengit namun penuh respek tersebut."
Menariknya, meskipun Real Madrid adalah seteru abadi Barcelona, Messi menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme yang tinggi dengan mengakui kehebatan para pemainnya. Hubungannya dengan David Beckham bahkan kini memiliki dimensi baru, mengingat Messi saat ini bermain untuk Inter Miami, sebuah klub yang dimiliki oleh mantan kapten timnas Inggris tersebut. Kolaborasi ini semakin menunjukkan betapa luasnya jangkauan pengaruh Messi di dunia sepak bola, melampaui batas-batas klub dan persaingan.
"Meski kami adalah rival di lapangan, rasa hormat selalu ada di antara para pemain," jelas Messi. "Terlebih lagi sekarang saya bermain di liga yang sama dengan David Beckham, bahkan di bawah kepemilikannya. Ini menunjukkan bahwa sepak bola memiliki cara unik untuk menyatukan orang-orang, terlepas dari sejarah persaingan."
Messi juga sempat menyinggung mengenai pertukaran jersey yang paling berkesan baginya. Ia secara spesifik menyebutkan momen pertukaran jersey dengan Zinedine Zidane, yang saat itu masih berseragam Real Madrid. Pertukaran ini tampaknya memiliki makna emosional tersendiri bagi Messi, mungkin karena Zidane adalah salah satu gelandang terhebat sepanjang masa yang dikaguminya sejak lama.
"Satu pertukaran jersey yang selalu saya ingat dan sangat berkesan bagi saya adalah dengan Zinedine Zidane. Saat itu saya masih muda dan dia adalah idola saya," pungkas Messi, menutup kisah penyesalan dan kekagumannya terhadap para legenda sepak bola.
Wawancara ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan pribadi Messi, tetapi juga menyoroti sisi humanis seorang bintang sepak bola yang, meskipun telah meraih segalanya, tetap memiliki apresiasi terhadap lawan-lawannya dan momen-momen penting dalam perjalanannya. Penyesalan atas tiga jersey Real Madrid ini menjadi bukti bahwa di balik persaingan sengit, selalu ada rasa hormat dan pengakuan terhadap kehebatan sesama atlet. Ini adalah pengingat bahwa sepak bola lebih dari sekadar pertandingan, melainkan juga tentang ikatan, kekaguman, dan kenangan yang terjalin di antara para pemain yang pernah berbagi lapangan hijau.






