Pekan keempat gelaran Liga Universitas 2026 baru saja usai, meninggalkan jejak persaingan sengit di lapangan hijau sekaligus menggaungkan narasi pentingnya semangat perdamaian dan sportivitas di kalangan mahasiswa. Pertandingan antara Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang digelar di Stadion Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, pada akhir pekan lalu, bukan hanya menjadi ajang adu taktik dan strategi, tetapi juga sebuah panggung untuk menegaskan nilai-nilai luhur seperti kejujuran dalam berkompetisi, penghargaan terhadap lawan, serta ikatan persatuan yang terjalin melalui kecintaan yang sama terhadap sepak bola.
Pelatih UNJ, Theophanic Isfahani Mustafa, menyambut baik kehadiran kampanye "Play For Peace" dalam Liga Universitas Coca-Cola 2026. Menurutnya, inisiatif ini merupakan sarana yang sangat efektif dalam membentuk karakter para pemain muda, membekali mereka dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya sportivitas dan saling menghargai, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga dalam interaksi sehari-hari sebagai sesama pegiat sepak bola antaruniversitas. Ia menekankan bagaimana momen pertandingan melawan UKI menjadi kesempatan berharga untuk bersama-sama menggemakan pesan sepak bola yang damai dan harmonis, menunjukkan bahwa persaingan dapat berjalan berdampingan dengan rasa persaudaraan.
Senada dengan itu, pelatih tim UKI, Budiono, melihat kampanye "Play for Peace" sebagai tonggak krusial bagi evolusi sepak bola di tingkat perguruan tinggi. Budiono mengakui bahwa UKI sebelumnya kerap diasosiasikan dengan gaya bermain yang cenderung keras. Namun, di bawah kepemimpinannya, ia bertekad untuk mengubah citra tersebut, menanamkan filosofi bahwa permainan yang kuat tidak harus mengorbankan prinsip sportivitas yang tinggi. Baginya, keberadaan kampanye ini menjadi pengingat dan motivasi berkelanjutan bagi seluruh tim untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada penyelenggara Liga Universitas Coca-Cola atas kesempatan yang diberikan untuk menumbuhkan kesadaran sportivitas di antara tim-tim peserta.
Lebih jauh lagi, gelaran pekan keempat Liga Universitas Coca-Cola 2026 ini menyajikan total tujuh pertandingan menarik di berbagai regional. Di Regional Jakarta, persaingan berlangsung ketat. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, Universitas Indonesia harus mengakui keunggulan Universitas Darma Persada dengan skor telak 1-6. Di pertandingan lain pada hari yang sama, Universitas Kristen Indonesia takluk dari Universitas Negeri Jakarta dengan skor 0-4. Memasuki hari Minggu, 10 Mei 2026, Universitas Pakuan harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan skor 0-5. Rangkaian pertandingan di Jakarta ditutup pada hari Senin, 11 Mei 2026, di mana Universitas Indonesia kembali menelan kekalahan, kali ini dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan skor tipis 0-1.
Sementara itu, di Regional Bandung, persaingan tidak kalah sengit. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, Universitas Swadaya Gunung Jati harus bertekuk lutut di hadapan STKIP Pasundan dengan skor yang sangat mencolok, 0-8. Hari Minggu, 10 Mei 2026, menyaksikan duel menarik antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melawan Universitas Pendidikan Indonesia yang berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan UPI. Puncak persaingan di Bandung terjadi saat Institut Teknologi Bandung berhadapan dengan Universitas Padjadjaran, di mana tim tuan rumah ITB harus mengakui keunggulan Universitas Padjadjaran dengan skor 2-4.
Semua pertandingan ini, di samping menyajikan aksi-aksi menarik di lapangan, juga menjadi media penyebaran pesan positif tentang pentingnya integritas, saling menghormati, dan semangat persahabatan yang melampaui batas-batas kompetisi. Kampanye "Play for Peace" ini diharapkan dapat terus meresap dan menjadi bagian integral dari budaya olahraga di kalangan mahasiswa, menciptakan generasi atlet yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berjiwa besar.
Semangat "Play for Peace" ini merupakan sebuah filosofi yang diusung oleh Liga Universitas Coca-Cola 2026, dengan tujuan utama menjadikan ajang ini lebih dari sekadar kompetisi sepak bola biasa. Ini adalah platform untuk menumbuhkan nilai-nilai universal yang akan membentuk karakter para mahasiswa, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai individu yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan menekankan pentingnya sportivitas, kejujuran, dan persahabatan, liga ini berupaya menciptakan lingkungan di mana setiap pertandingan adalah sebuah perayaan persatuan, bukan ajang untuk menciptakan permusuhan. Para pelatih dan pemain yang terlibat secara aktif menyatakan apresiasi mereka terhadap inisiatif ini, mengakui dampaknya yang signifikan dalam mengubah persepsi tentang bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan. Mereka sepakat bahwa keindahan sebuah permainan tidak hanya terletak pada skor akhir, tetapi juga pada cara para pemain berinteraksi, saling mendukung, dan menghargai satu sama lain, terlepas dari hasil akhir pertandingan.
Melalui kampanye ini, penyelenggara berharap dapat menanamkan benih perdamaian dan sportivitas yang akan terus tumbuh dan berkembang, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di masyarakat luas. Pengalaman bertanding dengan semangat "Play for Peace" ini diharapkan dapat membekali para mahasiswa dengan keterampilan hidup yang berharga, seperti kemampuan bekerja sama dalam tim, mengelola emosi saat menghadapi kekalahan, serta merayakan kemenangan dengan rendah hati. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan positif di masa depan.






