Drama di London Utara: Spurs Tertahan, Leeds Raih Poin Krusial

Arsya Alfarizqi

Pertarungan sengit tersaji di Tottenham Hotspur Stadium pada Selasa dini hari (12/5/2026), ketika Tottenham Hotspur menjamu Leeds United dalam lanjutan Premier League musim 2025/2026. Pertandingan yang diprediksi berjalan alot ini akhirnya harus puas dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang meninggalkan kekecewaan bagi kubu tuan rumah dan kelegaan bagi tim tamu.

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, The Lilywhites tampak kesulitan untuk menemukan ritme permainan mereka. Sebaliknya, Leeds United, dengan strategi yang matang, justru mampu tampil lebih efektif dan memberikan tekanan yang berarti bagi lini pertahanan Spurs. Anak-anak asuh Roberto De Zerbi seolah kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan oleh tim tamu.

Peluang pertama yang cukup mengancam datang dari kubu Leeds pada menit ke-21. Joe Rodon berhasil melepaskan sundulan yang terarah ke gawang Spurs, namun penyelamatan gemilang dari kiper Antonin Kinsky berhasil menggagalkan upaya tersebut. Momentum ini menunjukkan bahwa Leeds datang ke London Utara bukan untuk bermain aman, melainkan untuk mencuri poin.

Perubahan taktik dan peningkatan intensitas permainan baru terlihat dari Tottenham Hotspur setelah melewati setengah jam pertandingan. Serangan-serangan sporadis yang dilancarkan oleh Richarlison dan Rodrigo Bentancur sempat menghadirkan ancaman, namun ketangguhan barisan pertahanan Leeds yang dikomandoi oleh Joe Rodon berhasil meredam setiap upaya yang dilancarkan oleh para pemain Spurs. Hingga babak pertama berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka kacamata, 0-0, mencerminkan kebuntuan kedua tim dalam menciptakan gol.

Memasuki paruh kedua, Tottenham Hotspur akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-50, skema sepak pojok yang dieksekusi dengan baik berbuah manis. Mathys Tel berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang dan menyarangkan bola, membawa tim tuan rumah unggul 1-0. Gol ini sempat membangkitkan semangat para pemain Spurs dan para pendukung yang memadati stadion.

Namun, kegembiraan Spurs tidak berlangsung lama. Nasib sial justru menimpa Mathys Tel sendiri. Pada menit ke-69, ia melakukan pelanggaran terhadap Ethan Ampadu di dalam kotak terlarang. Setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), keputusan penalti pun diberikan untuk Leeds United. Dominic Calvert-Lewin yang dipercaya sebagai algojo sukses menuntaskan tugasnya dengan baik, mengubah skor menjadi 1-1. Gol penyama kedudukan ini kembali menghidupkan asa Leeds dan menambah tekanan bagi Spurs.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan kembali berjalan dengan intensitas tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, berusaha mencari gol kemenangan. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya di masa injury time yang cukup panjang, Leeds United nyaris saja mencuri kemenangan. Sean Longstaff, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tendangan keras yang sayangnya masih membentur tiang gawang pada menit ke-90+3. Sebuah momen dramatis yang memicu desahan kekecewaan dari para pemain dan pendukung Leeds.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah. Hasil imbang ini jelas menjadi pukulan telak bagi Tottenham Hotspur. Kegagalan meraih poin penuh membuat mereka semakin terperosok di papan klasemen, berjuang keras untuk keluar dari jerat zona degradasi. Dengan tambahan satu poin, anak-anak asuh Roberto De Zerbi masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris, hanya memiliki keunggulan dua poin atas West Ham United yang menempati posisi ke-18, zona merah terakhir. Situasi ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah besar bagi De Zerbi dan timnya untuk memperbaiki performa di sisa musim.

Sementara itu, bagi Leeds United, hasil imbang ini dapat dianggap sebagai pencapaian yang positif. Dengan raihan satu poin dari kandang tim besar seperti Tottenham Hotspur, The Peacocks berhasil memperbaiki posisi mereka di papan klasemen. Saat ini, Leeds United menempati peringkat ke-14 dengan koleksi 44 poin, sebuah posisi yang relatif lebih aman dari ancaman degradasi. Kemenangan atau setidaknya hasil imbang di kandang lawan seperti ini menjadi bukti bahwa Leeds memiliki kapasitas untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Pertandingan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Premier League musim ini, di mana setiap poin sangat berharga, terutama bagi tim-tim yang tengah berjuang untuk bertahan di liga. Bagi Tottenham Hotspur, mereka harus segera bangkit dan menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin terhindar dari mimpi buruk degradasi. Sedangkan bagi Leeds United, hasil ini memberikan dorongan moral yang signifikan untuk melanjutkan perjuangan mereka di sisa musim kompetisi.

Susunan pemain yang diturunkan kedua tim juga mencerminkan keseriusan mereka dalam meraih hasil maksimal. Tottenham Hotspur menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Antonin Kinsky di bawah mistar gawang, serta para pemain seperti Pedro Porro, Kevin Danso, Micky van de Ven di lini pertahanan. Lini tengah diisi oleh Joao Palhinha dan Rodrigo Bentancur, yang kemudian digantikan oleh Lucas Bergvall di menit akhir. Lini depan diperkuat oleh Mathys Tel, Randal Kolo Muani, Conor Gallagher, dan Richarlison.

Di kubu Leeds United, pelatih menurunkan Karl Darlow sebagai penjaga gawang, didukung oleh barisan pertahanan yang solid dengan Pascal Struijk, Jaka Bijol, Joe Rodon, dan James Justin. Lini tengah diisi oleh Anton Stach dan Ethan Ampadu, yang menjadi motor serangan dan pertahanan tim. Daniel James dan Brenden Aaronson menjadi tumpuan di lini serang, sebelum digantikan oleh Wilfried Gnonto dan Lukas Nmecha di babak kedua. Dominic Calvert-Lewin, yang menjadi pahlawan dengan gol penaltinya, menjadi ujung tombak dalam formasi yang diterapkan oleh tim tamu. Penggantian pemain yang dilakukan oleh kedua pelatih di sepanjang pertandingan menunjukkan upaya untuk mencari solusi dan mengubah jalannya permainan, namun pada akhirnya, skor 1-1 menjadi hasil akhir yang harus diterima oleh kedua belah pihak.

Also Read

Tags