Ambisi Blaugrana Mengangkasa Pasca Mengunci Gelar LaLiga: Mengejar Rekor Poin Sempurna dan Kejayaan Eropa

Arsya Alfarizqi

Barcelona telah mengukuhkan diri sebagai kampiun LaLiga musim ini, namun ambisi skuad Catalan tidak berhenti di situ. Dengan trofi liga yang sudah berada dalam genggaman, fokus kini beralih pada pencapaian target monumental lainnya: menyentuh angka 100 poin di klasemen akhir, sebuah torehan prestisius yang hanya mampu diraih oleh segelintir tim dalam sejarah.

Kemenangan meyakinkan 2-0 atas seteru abadi mereka, Real Madrid, di kandang sendiri, Camp Nou, pada Senin dini hari WIB (11/5/2026), secara definitif memastikan Barcelona meraih gelar LaLiga ke-29 mereka. Raihan 91 poin yang sudah dikumpulkan dengan tiga pertandingan tersisa membuat perolehan poin tim asuhan pelatih Hansi Flick ini tidak mungkin lagi dikejar oleh Real Madrid yang baru mengumpulkan 77 poin. Ini merupakan mahkota liga kedua bagi Barcelona di bawah kepemimpinan taktis Hansi Flick, yang sebelumnya telah membawa tim ini meraih kesuksesan serupa.

Meskipun gelar liga telah terjamin, pelatih asal Jerman tersebut menunjukkan bahwa semangat kompetitif timnya masih membara. Ia bertekad untuk tidak mengendurkan intensitas permainan dan justru mendorong para pemainnya untuk meniru rekor poin sempurna yang pernah dicapai oleh Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho pada musim 2011-2012 dan oleh Barcelona sendiri pada musim 2012-2013 ketika ditangani oleh mendiang Tito Vilanova. Kedua tim tersebut berhasil mengumpulkan total 100 poin dalam satu musim liga.

Untuk merealisasikan target ambisius ini, Barcelona perlu memetik kemenangan dalam tiga pertandingan sisa mereka melawan Alaves, Real Betis, dan Valencia. Meskipun tantangan dipastikan tidak akan mudah, mengingat Alaves dan Valencia masih berjuang keras untuk menghindari jurang degradasi, serta Real Betis yang tengah berupaya mengamankan tiket ke Liga Champions, Hansi Flick optimis akan kemampuan timnya. Ia secara tegas menyatakan bahwa meraih 100 poin masih berada dalam jangkauan dan menjadi tujuan utama mereka selanjutnya.

"Kami sangat berhasrat untuk mencapai 100 poin. Hal itu masih sangat memungkinkan bagi kami. Inilah sasaran berikutnya yang ingin kami taklukkan," ujar Flick seperti yang dikutip dari ESPN. Pernyataan ini mencerminkan mentalitas juara yang tertanam dalam tim, di mana setiap pencapaian menjadi batu loncatan untuk meraih hal yang lebih besar.

Lebih jauh lagi, Flick menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah mengembalikan kejayaan Barcelona di panggung Liga Champions. Setelah lebih dari satu dekade puasa gelar di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa, ambisi untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions menjadi sebuah obsesi yang mendalam bagi klub. Selama dua musim kepelatihannya di Barcelona, capaian terbaik yang berhasil diraihnya hanyalah mencapai babak semifinal.

"Kami ingin memberikan kontribusi lebih banyak lagi bagi klub ini. Kami ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi. Dan saya memahami betul bahwa setiap individu yang memiliki kaitan dengan Barcelona memiliki kerinduan yang sama untuk memenangi Liga Champions. Semoga saja, kita semua dapat mewujudkan tujuan mulia ini," ungkap Flick. Pernyataannya ini menggarisbawahi harapan besar yang disandarkan pada dirinya dan tim untuk membawa Barcelona kembali ke puncak kejayaan Eropa.

Flick menambahkan, "Inilah impian yang selalu saya dambakan, yakni berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi. Saya meyakini bahwa kita memiliki lebih banyak impian yang belum terwujud. Hal ini menjadi energi positif yang akan kami bawa untuk musim depan." Perkataannya ini menunjukkan visi jangka panjangnya untuk klub, di mana kesuksesan di liga domestik hanyalah permulaan dari sebuah era baru keemasan bagi Barcelona. Ia melihat setiap pertandingan, setiap kemenangan, dan setiap target yang tercapai sebagai bagian dari proses pembangunan kembali kekuatan dominan yang pernah dimiliki Barcelona di kancah sepak bola Eropa.

Also Read

Tags