Pasar Saham Nusantara Berubah Haluan: Awal Pekan yang Positif Berujung Koreksi

Razka Raffasya

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 20 Desember 2019, menampilkan dinamika yang menarik. Setelah sempat mengawali sesi dengan nada optimis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tak mampu mempertahankan momentum positifnya dan berujung pada pelemahan di akhir sesi I. Angka terakhir menunjukkan IHSG terkoreksi tipis sebesar 12,451 poin, atau setara dengan 0,20%, menyentuh level 6.237. Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terpantau stabil di kisaran Rp 13.998 pada siang hari.

Pagi sebelum pembukaan pasar reguler, optimisme sudah terasa di lantai bursa. IHSG bahkan tercatat mengalami penguatan sebesar 7 poin atau 0,12% di sesi pra-perdagangan, mencapai angka 6.257. Indeks LQ45, yang merupakan tolok ukur saham-saham unggulan, juga turut mencatat kenaikan tipis 1,3 poin (0,13%) menjadi 1.010.

Saat perdagangan resmi dibuka pada Jumat pagi, antusiasme investor tampak mewarnai pergerakan indeks. IHSG berhasil membukukan kenaikan sebesar 11,8 poin (0,19%) di awal sesi, mencapai 6.261. Indeks LQ45 pun mengikuti tren positif dengan peningkatan 1 poin (0,1%) ke level 1.010. Namun, geliat positif ini tidak bertahan lama. Memasuki akhir sesi I, sentimen pasar bergeser, memaksa IHSG untuk berbalik arah dan menorehkan catatan merah. Indeks LQ45 pun tak luput dari koreksi, kehilangan 1,623 poin atau 0,16%, dan berakhir di 1.007.

Volume perdagangan pada sesi I menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan. Sebanyak 26,1 miliar lembar saham telah berpindah tangan melalui 271.364 kali transaksi, dengan total nilai mencapai Rp 6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 saham berhasil menguat, namun jumlah saham yang mengalami pelemahan justru lebih banyak, yaitu 230 saham, sementara 139 saham lainnya tertahan di posisi stagnan.

Faktor-faktor yang menopang penguatan awal IHSG pada sesi ini terbilang terbatas. Hanya tiga sektor saham yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks. Sektor keuangan menjadi motor penggerak utama, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor pertambangan. Sektor-sektor ini memberikan sinyal positif di awal perdagangan, sebelum sentimen negatif yang lebih luas mulai mendominasi.

Di kancah global, bursa saham Amerika Serikat semalam (Kamis, 19 Desember 2019) ditutup dengan tren positif. Dow Jones berhasil menguat 0,49% ke level 28.376,96, NASDAQ membukukan kenaikan 0,67% menjadi 8.887,22, dan S&P 500 juga menguat 0,45% ke posisi 3.205,37. Penguatan yang terjadi di Wall Street ini sebagian besar disebabkan oleh respons investor terhadap data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran mingguan. Data tersebut menunjukkan bahwa klaim pengangguran baru turun dari 252.000 menjadi 234.000 pada minggu ini, mengindikasikan perbaikan pada pasar tenaga kerja AS. Para pelaku pasar tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh perkembangan politik terkait proses pemakzulan Presiden Trump, dan lebih memfokuskan perhatian pada data fundamental ekonomi.

Sementara itu, bursa saham di Asia pada pagi hari menunjukkan pergerakan yang relatif moderat. Para investor di kawasan ini cenderung berhati-hati sambil mencermati beberapa agenda ekonomi penting, seperti keputusan Bank Sentral China mengenai suku bunga pinjaman dan publikasi data Indeks Harga Konsumen (CPI) Hong Kong. Mayoritas bursa saham Asia yang terpantau pada pagi hari justru bergerak negatif, mencerminkan sentimen kehati-hatian yang menyelimuti pasar regional.

Meskipun bursa Amerika Serikat memberikan sentimen positif, pergerakan IHSG yang berbalik arah di sesi I mengindikasikan adanya faktor-faktor domestik atau sentimen global lain yang lebih dominan memengaruhi pasar saham Indonesia. Koreksi yang terjadi, meskipun tipis, menjadi pengingat bagi para pelaku pasar bahwa dinamika pasar saham selalu dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Perhatian kini beralih pada bagaimana sentimen pasar akan berkembang di sisa perdagangan hari ini dan memasuki akhir pekan.

Also Read

Tags