Masa Depan Tanpa Asap: Philip Morris Pamerkan Inovasi Teknologi untuk Perokok Dewasa

Razka Raffasya

Philip Morris International (PMI), konglomerat global di balik PT HM Sampoerna Tbk., baru-baru ini menyelenggarakan sebuah forum prestisius di Dubai, Uni Emirat Arab. Acara yang diberi nama Technovation: Smoke-Free by PMI ini didedikasikan untuk memaparkan terobosan teknologi dan landasan ilmiah yang menopang pengembangan produk-produk bebas asap ciptaan perusahaan. Misi utama PMI, sebagaimana diutarakan dalam konferensi tersebut, adalah untuk mentransformasi industri tembakau dengan menawarkan alternatif yang lebih baik bagi para perokok dewasa yang mungkin kesulitan untuk berhenti total.

Portofolio produk bebas asap yang digagas oleh PMI terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama adalah produk tembakau yang dipanaskan, seperti IQOS, yang memanaskan batang tembakau tanpa membakarnya. Kategori kedua adalah rokok elektronik, yang diwakili oleh produk VEEV, menguapkan cairan nikotin menjadi uap. Terakhir, terdapat kantong nikotin, contohnya ZYN, yang dikonsumsi dengan cara dimasukkan ke dalam mulut dan melepaskan nikotin. Keberagaman pilihan ini dirancang untuk mengakomodasi preferensi individu perokok dewasa yang sangat bervariasi.

Tommaso Di Giovanni, Vice President Communications & Engagement PMI, menjelaskan bahwa filosofi di balik penciptaan produk-produk ini adalah untuk memberikan opsi yang lebih bertanggung jawab bagi perokok dewasa. Menurutnya, berdasarkan data ilmiah yang telah dikumpulkan, produk-produk bebas asap ini secara signifikan mampu menurunkan paparan terhadap zat kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya. Ia merinci bahwa pengurangan ini bisa mencapai angka luar biasa, yaitu hingga 95% jika dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal ini dicapai karena prinsip utama produk bebas asap adalah menghilangkan proses pembakaran, yang merupakan sumber utama pelepasan zat-zat toksik dalam rokok tradisional.

"Kami memahami bahwa setiap perokok dewasa memiliki selera dan preferensi yang unik. Ada yang lebih nyaman dengan metode pemanasan tembakau, ada yang memilih sensasi uap dari rokok elektronik, dan ada pula yang lebih menyukai kemudahan kantong nikotin. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memperluas ragam pilihan yang kami tawarkan, demi memastikan adanya alternatif yang lebih baik dan sesuai bagi setiap individu," ujar Tommaso.

Komitmen PMI terhadap transisi menuju produk bebas asap ini bukan sekadar retorika, melainkan dibuktikan dengan investasi finansial yang masif. Perusahaan telah mengalokasikan lebih dari 14 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara dengan sekitar Rp232 triliun, khusus untuk kegiatan riset, pengembangan, dan komersialisasi produk-produk inovatif ini. Investasi besar ini juga menopang keberadaan tim riset yang terdiri dari lebih dari 1.400 ilmuwan, teknisi, dan insinyur yang bekerja tanpa lelah untuk merancang, menguji, dan menyempurnakan setiap produk. Upaya ini mencakup berbagai studi ilmiah mendalam untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk.

Dampak dari strategi ini sudah mulai terasa secara global. Hingga pertengahan tahun 2025, produk bebas asap PMI telah berhasil menjangkau pasar di 97 negara di seluruh dunia, dan telah diadopsi oleh 41 juta pengguna. Lebih mengesankan lagi, kontribusi produk bebas asap terhadap total pendapatan perusahaan kini mencapai 41%. Angka ini menjadi bukti nyata dari transformasi fundamental yang telah dilalui PMI dalam satu dekade terakhir, bergeser dari model bisnis tradisional menjadi pemimpin dalam inovasi produk bebas asap.

Di tanah air, komitmen PMI juga terwujud dalam bentuk investasi yang signifikan. Perusahaan telah menggelontorkan dana sebesar 330 juta dolar Amerika Serikat untuk pengembangan produk bebas asap di Indonesia. Salah satu tonggak pencapaian adalah pembangunan fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat, yang mulai beroperasi pada tahun 2023. Fasilitas canggih ini tidak hanya melayani kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi basis ekspor ke 15 negara tujuan.

Lebih dari sekadar fasilitas produksi, pabrik di Karawang ini dilengkapi dengan laboratorium pengujian dan analisis berstandar internasional. Keberadaannya didukung oleh tim ahli lokal yang terdiri dari sekitar 200 tenaga profesional berkualifikasi tinggi. Ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang krusial bagi PMI, tetapi juga sebagai pusat keunggulan global dalam hal riset dan pengembangan produk bebas asap.

Meskipun kemajuan telah dicapai, Tommaso tidak menampik adanya tantangan yang masih perlu diatasi. Salah satu isu krusial yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik adalah mengenai nikotin. Banyak yang beranggapan bahwa nikotin merupakan penyebab utama berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. Padahal, menurut pemahaman ilmiah yang berkembang, penyebab utama dari penyakit-penyakit tersebut adalah proses pembakaran pada rokok konvensional. Pembakaran inilah yang menghasilkan tar dan berbagai zat kimia berbahaya lainnya, termasuk yang bersifat karsinogenik.

"Dengan berupaya menghilangkan proses pembakaran, sebagaimana yang kami lakukan pada produk seperti IQOS, VEEV, dan ZYN, kami sesungguhnya menawarkan sebuah alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa. Namun, kami menyadari bahwa perubahan sebesar ini tidak dapat dicapai hanya dengan upaya dari satu pihak. Kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan media, untuk bersama-sama mengedukasi publik dan mendorong pergeseran paradigma ini menuju masa depan yang lebih sehat," pungkas Tommaso, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan visi bebas asap.

Also Read

Tags