Misteri Api Merayap di Matraman: Pria Misterius Ditangkap Usai Diduga Dalangi Serangkaian Pembakaran

Inka Kristi

Residen di kawasan Matraman, Jakarta Timur, diliputi kegelisahan mendalam menyusul serangkaian insiden pembakaran yang terjadi di lingkungan permukiman mereka. Kekhawatiran kian memuncak ketika terungkap bahwa pelaku di balik teror api tersebut diduga adalah seorang pria yang mengaku mendengar bisikan untuk melakukan aksinya. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (10/5) dini hari itu, di mana sampah, terpal, dan pakaian yang digantung di dekat rumah warga menjadi sasaran, terekam jelas oleh kamera pengawas di sejumlah titik strategis.

Munculnya kobaran api di beberapa lokasi secara bersamaan sontak memicu kepanikan massal di kalangan warga. Ketakutan akan merambatnya api ke rumah-rumah penduduk membayangi, namun beruntung, insiden tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa. Didorong oleh rasa cemas dan keinginan untuk mengungkap dalang di balik serangkaian aksi meresahkan ini, warga berinisiatif melakukan penelusuran. Upaya warga ini akhirnya membuahkan hasil ketika mereka berhasil mengidentifikasi pelaku dan mendatangi kediamannya.

Menyusul laporan dari masyarakat, pihak kepolisian pun segera merespons dengan melakukan penyelidikan mendalam. Tak lama kemudian, aparat gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Satpol PP, tokoh masyarakat setempat seperti pengurus RT/RW, serta perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), mendatangi lokasi kediaman terduga pelaku untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif. Diketahui bahwa terduga pelaku memiliki inisial A, seorang pria berusia 24 tahun.

Kapolsek Matraman, AKP Suripno, mengonfirmasi penangkapan terduga pelaku. Beliau menyatakan bahwa pelaku telah diamankan di kediamannya setelah teridentifikasi melakukan serangkaian pembakaran di berbagai lokasi. Dalam penggeledahan di rumah pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebuah sepeda motor yang diduga kuat digunakan pelaku untuk berpindah-pindah dari satu titik ke titik lainnya saat melancarkan aksinya.

Motif di balik aksi pembakaran yang dilakukan oleh A terungkap cukup mengejutkan. Kepada petugas, pria berusia 24 tahun ini mengaku mendapatkan bisikan-bisikan gaib yang mendorongnya untuk melakukan tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa setelah melakukan pembakaran, ia merasa menyesal, namun dorongan untuk kembali melakukan perbuatan serupa kembali muncul. Peristiwa ini, menurut pengakuannya, berulang beberapa jam kemudian, di mana ia kembali merasa terdorong untuk keluar rumah dan melakukan tindakan membakar barang di area permukiman warga.

Pihak kepolisian menduga bahwa A mungkin mengalami gangguan kejiwaan. Untuk memastikan hal ini, pelaku akan menjalani pemeriksaan medis kejiwaan di rumah sakit. "Kita akan cek dulu ke rumah sakit, melihat hasil pemeriksaan dari dokter," ujar Kompol Suripno. Aksi pembakaran yang dilakukan oleh A tidak terencana dan menyasar lokasi secara acak. Berdasarkan pemeriksaan awal, diketahui bahwa pelaku melakukan pembakaran di tiga titik berbeda di wilayah Pisangan Baru, Kecamatan Matraman.

Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru, Ramdani, menceritakan bahwa warga dari beberapa wilayah, termasuk RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3, mendatangi kediaman terduga pelaku. Keresahan yang dirasakan warga akibat aksi pembakaran ini sangatlah tinggi. Meskipun sempat terjadi ketegangan, Ramdani menegaskan bahwa warga berhasil mengendalikan diri dan tidak sampai melakukan tindakan main hakim sendiri. Terduga pelaku kemudian segera diamankan dan dibawa ke Polsek Matraman untuk mencegah potensi tindakan yang tidak diinginkan.

Kecurigaan warga terhadap sosok pelaku mulai muncul setelah rekaman kamera pengawas dari beberapa titik memperlihatkan seorang pria yang sama terlihat berkeliaran di area permukiman dan menyulut api. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi antara pukul 03.00 hingga 04.00 dini hari. Setelah identitas pelaku semakin jelas melalui rekaman CCTV, orang tua pelaku pun turut mengakui bahwa pria yang terekam adalah anaknya setelah melihat rekaman tersebut.

Berdasarkan keterangan Ramdani, terduga pelaku merupakan seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Ia dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga di lingkungan tempat tinggalnya. A diketahui tinggal bersama ibu dan adiknya, sementara ayahnya sudah tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih dua tahun.

Warga juga menduga bahwa terduga pelaku mengalami gangguan psikologis atau depresi, yang tercermin dari cara ia melakukan aksinya yang dinilai tidak lazim. Ramdani menjelaskan bahwa pelaku tidak langsung kabur setelah api menyala, melainkan kembali untuk memeriksa apakah api sudah membesar. Perilaku ini, menurutnya, sangat berbeda dengan orang yang memiliki niat membakar secara keseluruhan yang biasanya akan langsung melarikan diri.

Also Read

Tags