Kegelapan Mengintai di Skywalk Kebayoran, Pengguna Berjuang dengan Cahaya Gawai

Inka Kristi

Jakarta Selatan — Sebuah insiden yang menguji kenyamanan dan keamanan para pengguna fasilitas publik terjadi di Skywalk Kebayoran Lama. Area yang seharusnya terang benderang untuk menunjang mobilitas warga, kini diselimuti kegelapan akibat matinya lampu penerangan. Kondisi ini memaksa para pejalan kaki untuk mengandalkan sumber cahaya alternatif, yakni lampu dari ponsel pintar mereka, demi dapat melintasi jembatan penyeberangan tersebut.

Yulida, salah seorang pengguna skywalk yang terdampak, menceritakan pengalamannya. Ia mengaku terpaksa memperlambat langkahnya secara signifikan untuk menghindari potensi tabrakan dengan sesama pengguna maupun objek lain di sekitarnya. Menurut penuturannya, tak sedikit pula pengguna lain yang turut menyalakan senter ponsel mereka sebagai bentuk kepedulian kolektif untuk mengatasi minimnya penerangan. "Ada yang saling mengingatkan untuk menyalakan senter karena kondisinya gelap," ujar Yulida saat dihubungi, Kamis (7/5/2026), menggambarkan suasana di lokasi.

Lebih lanjut, Yulida mengungkapkan bahwa minimnya cahaya membuat ia hampir mengalami insiden tak diinginkan. Ia mengaku sempat bersenggolan dengan pengguna lain dan nyaris membentur bagian plafon skywalk yang posisinya dinilai cukup rendah. Ia mengklarifikasi bahwa matinya lampu hanya terjadi di sepanjang area skywalk itu sendiri. Sementara itu, fasilitas penerangan di Halte Velbak dan Stasiun Kebayoran, yang terhubung dengan skywalk, dilaporkan masih berfungsi normal tanpa kendala. "Nyaris saja saya menabrak plafon yang posisinya agak rendah itu," tambahnya, menegaskan bahaya yang mengintai akibat kurangnya penerangan.

Pada pukul 19.02 WIB, terpantau bahwa skywalk tersebut masih ramai dilalui oleh warga dari berbagai arah, baik yang datang dari arah Halte Velbak maupun dari Stasiun Kebayoran. Keramaian ini justru semakin mempertegas urgensi perbaikan fasilitas penerangan yang vital ini. "Dari kedua arah, terlihat banyak orang yang melintas," kata Yulida, mengkonfirmasi aktivitas warga di lokasi.

Menyikapi situasi yang membahayakan ini, Yulida menyuarakan harapannya agar pihak berwenang segera mengambil tindakan perbaikan. Ia menekankan bahwa kondisi gelap di area skywalk sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan pengguna. "Saya berharap segera diperbaiki, karena sangat membahayakan jika dalam kondisi gelap seperti ini," pungkasnya, menggarisbawahi potensi kecelakaan yang bisa saja terjadi.

Fenomena matinya lampu di Skywalk Kebayoran Lama ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga cerminan dari kurangnya perhatian terhadap aspek kenyamanan dan keselamatan publik dalam pengelolaan fasilitas perkotaan. Skywalk, yang seharusnya menjadi jembatan penghubung yang aman dan nyaman, justru bertransformasi menjadi arena tantangan bagi para penggunanya ketika malam tiba. Gelap yang menyelimuti area tersebut menciptakan suasana mencekam, menghilangkan rasa aman, dan memunculkan potensi kerentanan.

Penggunaan senter ponsel sebagai solusi sementara oleh para pengguna menunjukkan daya adaptasi masyarakat perkotaan dalam menghadapi kekurangan infrastruktur. Namun, solusi darurat ini tentu tidak bisa dijadikan jawaban permanen. Hal ini justru menjadi alarm bagi pemerintah kota untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemeliharaan dan operasional fasilitas publik. Ketergantungan pada lampu gawai bukan hanya merepotkan, tetapi juga berpotensi menguras daya baterai perangkat yang menjadi alat komunikasi utama di era digital.

Lebih jauh lagi, minimnya penerangan di area publik seperti skywalk dapat membuka celah bagi tindak kriminalitas. Lingkungan yang gelap seringkali menjadi tempat persembunyian ideal bagi para pelaku kejahatan, meningkatkan risiko perampokan, pelecehan, atau tindakan kriminal lainnya. Para pengguna, terutama wanita dan anak-anak, menjadi lebih rentan dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, penyediaan penerangan yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga merupakan langkah preventif yang krusial untuk menjaga keamanan warga.

Pihak pengelola skywalk, yang seharusnya bertanggung jawab atas pemeliharaan dan operasional fasilitas ini, perlu segera merespons keluhan warga. Investigasi mendalam mengenai penyebab matinya lampu perlu dilakukan, apakah itu karena kerusakan teknis, masalah kelistrikan, atau kelalaian dalam perawatan rutin. Setelah akar masalah teridentifikasi, langkah perbaikan yang cepat dan tuntas harus segera dilaksanakan.

Pemerintah kota, sebagai pemangku kebijakan tertinggi, juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa semua fasilitas publik berfungsi optimal dan aman bagi masyarakat. Anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan infrastruktur seharusnya mencakup aspek penerangan yang memadai di semua area publik, termasuk skywalk. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan akuntabilitas kinerja menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus matinya lampu di Skywalk Kebayoran Lama ini seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya infrastruktur perkotaan yang handal dan aman. Pengguna jalan, pejalan kaki, hingga pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar area tersebut, semuanya berhak mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan. Ketiadaan lampu penerangan tidak hanya mengurangi fungsi skywalk sebagai sarana mobilitas yang efisien, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah kota dalam menyediakan layanan publik yang berkualitas.

Diharapkan, insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Perbaikan lampu yang padam harus dilakukan secepatnya, dan langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang kembali perlu dirancang secara sistematis. Skywalk Kebayoran Lama, dan fasilitas publik lainnya di Jakarta, harus selalu siap melayani masyarakat dengan baik, baik di siang maupun malam hari, tanpa harus bergantung pada cahaya gawai para penggunanya. Kualitas hidup warga kota besar sangat bergantung pada ketersediaan dan keandalan infrastruktur publik yang memadai, dan penerangan adalah salah satu elemen dasar yang tidak boleh diabaikan.

Also Read

Tags