Jakarta Bebas Kendaraan: Rasuna Said Berganti Wajah Akhir Pekan Ini

Inka Kristi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghadirkan suasana baru di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada akhir pekan ini dengan menyelenggarakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih akrab dikenal sebagai Car Free Day (CFD). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga bertepatan dengan momen istimewa yaitu pencanangan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Mulai Minggu, 10 Mei 2026, masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih luas di kawasan tersebut. CFD di Jalan HR Rasuna Said dijadwalkan berlangsung dari pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan, merinci cakupan area yang akan diberlakukan pembatasan kendaraan. Untuk sisi timur Jalan HR Rasuna Said, penutupan akan meliputi segmen dari Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca. Sementara itu, di sisi barat, pembatasan berlaku dari Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya. Keputusan ini diambil untuk memaksimalkan area yang dapat dimanfaatkan oleh warga untuk beraktivitas di luar ruangan.

Menyikapi penutupan jalan ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Sebanyak enam rute alternatif telah dirancang untuk mengalihkan arus kendaraan, memastikan mobilitas warga tetap berjalan lancar meskipun ada penyesuaian jalur. Pengendara yang datang dari arah timur, khususnya dari Manggarai menuju arah barat seperti Tanah Abang atau Karet, diimbau untuk memanfaatkan Jalan Sultan Agung, kemudian berbelok ke Jalan Galunggung, lalu menuju Jalan Karet Pasar Baru Timur III dan II, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan melalui Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo dan seterusnya.

Bagi pengendara dari arah timur lainnya, yaitu Kampung Melayu yang hendak menuju barat (Tanah Abang/Karet), rute alternatif yang disarankan adalah melalui Jalan Raya Casablanca, berlanjut ke Jalan Prof. Dr. Satrio, dan kemudian mengambil Jalan KH Mas Mansyur serta rute-rute lanjutan lainnya.

Selanjutnya, untuk arus lalu lintas dari arah barat (Tanah Abang/Karet) yang bertujuan ke timur menuju Manggarai, para pengendara dapat menggunakan Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, dilanjutkan dengan Jalan Galunggung, dan kemudian memasuki Jalan Sultan Agung. Sementara itu, pengendara dari arah barat (Tanah Abang/Karet) yang hendak menuju timur ke Kampung Melayu diarahkan untuk melewati Jalan KH Mas Mansyur, berlanjut ke Jalan Prof. Dr. Satrio, dan kemudian mengakses Jalan Raya Casablanca.

Perhatian khusus juga diberikan kepada pengendara yang bergerak dari arah utara, tepatnya dari Menteng menuju selatan (Kuningan). Mereka dapat memilih jalur melalui Jalan Galunggung, kemudian berbelok ke Jalan Gembira, dilanjutkan dengan Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulya, Jalan Achmad Bakrie Barat, sebelum akhirnya sampai di Jalan Casablanca dan seterusnya. Sebaliknya, bagi pengendara dari arah selatan (Kuningan) yang menuju utara ke Menteng, rute yang disiapkan adalah melalui Jalan Prof. Dr. Satrio, dilanjutkan dengan Jalan Denpasar Raya, lalu menuju Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan terakhir Jalan Galunggung.

Selain pengaturan arus lalu lintas, ketersediaan tempat parkir juga menjadi perhatian utama. Ujang Harmawan menginformasikan bahwa pihaknya telah menyediakan total 3.687 Satuan Ruang Parkir (SRP) di sekitar area pelaksanaan CFD. Angka ini terbagi menjadi 1.680 SRP untuk kendaraan roda empat dan 2.007 SRP untuk kendaraan roda dua. Penyediaan parkir yang memadai ini diharapkan dapat mengurangi potensi kepadatan kendaraan di area sekitar penutupan jalan.

Lebih detail, terdapat empat titik utama lokasi parkir yang telah ditentukan oleh Dishub DKI Jakarta. Area Pasar Festival dan GOR Soemantri dapat menampung 305 mobil dan 437 motor. Kawasan Rasuna Epicentrum menawarkan kapasitas yang lebih besar, yaitu 850 mobil dan 685 motor. Bagi yang memarkir di Setiabudi One, tersedia ruang untuk 310 mobil dan 450 motor. Terakhir, Gedung Nyi Ageng Serang menyediakan kapasitas parkir untuk 215 mobil dan 435 motor.

Meskipun sebagian ruas jalan ditutup untuk kendaraan pribadi, layanan transportasi publik tetap beroperasi normal untuk memastikan mobilitas warga yang menggunakan angkutan umum tidak terganggu. Sejumlah rute Transjakarta akan tetap melayani penumpang, antara lain rute L13 (Puri Beta-Flyover Kuningan Express), 4D (Pulo Gadung-Kuningan), 6 (Ragunan-Galunggung), 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan), 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi), dan 6H (Senen-Lebak Bulus).

Selain Transjakarta, moda transportasi publik lainnya seperti LRT Jabodebek juga dipastikan tetap beroperasi pada relasi Dukuh Atas-Harjamukti dan Dukuh Atas-Jati Mulya, memberikan alternatif perjalanan yang nyaman bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Ujang Harmawan memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan. Ia menekankan pentingnya bagi pengendara untuk menghindari ruas jalan yang diberlakukan CFD dan menyesuaikan diri dengan pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan raya adalah hal-hal yang sangat ditekankan untuk kelancaran dan keamanan bersama selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said diharapkan dapat berjalan sukses, memberikan manfaat bagi kesehatan warga, sekaligus memeriahkan peringatan HUT Kota Jakarta.

Also Read

Tags