Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, kembali memperbarui laporan harta kekayaannya. Dalam dokumen yang disampaikan pada 28 Maret 2026 untuk periode tahun 2025, terungkap adanya tambahan signifikan pada daftar aset transportasinya, yakni sebuah mobil mewah bernilai miliaran rupiah. Laporan ini, yang diakses melalui laman e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menunjukkan pergerakan aset yang menarik untuk dicermati.
Secara keseluruhan, total kekayaan AHY mengalami peningkatan sebesar 1,25 persen, mencapai angka Rp 118.652.662.091. Angka ini merupakan kenaikan dari total sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 117.187.211.555. Perubahan ini merupakan hasil dari fluktuasi nilai berbagai pos aset, di mana beberapa mengalami apresiasi, sementara yang lain mengalami depresiasi.
Salah satu pos aset yang menunjukkan penurunan nilai adalah kategori alat transportasi dan mesin. Nilai total aset ini tercatat menyusut dari Rp 8.599.500.000 menjadi Rp 7.687.000.000. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan nilai taksasi dari beberapa kendaraan yang sebelumnya terdaftar.
Namun, di tengah penyusutan nilai total aset transportasi, muncul sebuah tambahan baru yang cukup mencolok: sebuah mobil mewah berjenis Lexus LM350H keluaran tahun 2025. Kendaraan ini dilaporkan diperoleh sebagai hasil dari usaha pribadi AHY dan memiliki nilai taksasi sebesar Rp 2,208 miliar. Kehadiran mobil baru ini menarik perhatian karena ternyata tidak menambah jumlah unit kendaraan dalam garasi AHY. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kendaraan yang sudah tidak lagi tercantum dalam laporan kekayaan terbaru.
Ditelisik lebih lanjut, mobil Nissan Navara tahun 2015 yang sebelumnya terdaftar, pada periode 2025 sudah tidak lagi menjadi bagian dari aset AHY. Selain itu, kendaraan jenis Mercedes-Benz Sprinter juga tidak lagi masuk dalam daftar kepemilikan. Hal ini mengindikasikan adanya peremajaan atau pelepasan aset yang dilakukan oleh AHY.
Untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai koleksi kendaraan AHY berdasarkan laporan terbarunya, berikut adalah rinciannya:
- Mercedes-Benz GLS 450 tahun 2020: Kendaraan ini merupakan hasil pribadi dengan nilai taksasi Rp 1,531 miliar. Nilai ini sedikit mengalami penurunan dari periode sebelumnya yang tercatat Rp 1,741 miliar.
- Wuling E230REV (Air ev) tahun 2020: Mobil listrik yang juga diperoleh dari hasil pribadi ini memiliki nilai Rp 174 juta, turun tipis dari nilai sebelumnya yang Rp 185 juta.
- Motor Vespa GTS 150 Super Sport tahun 2023: Kendaraan roda dua ini dilaporkan senilai Rp 64 juta, dengan sedikit perubahan dari nilai sebelumnya yang Rp 64,5 juta.
- Mercedes-Benz G400D tahun 2024: Kendaraan mewah ini tercatat senilai Rp 3,71 miliar. Nilai ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp 5,1 miliar.
- Lexus LM350 H tahun 2025: Inilah penambahan baru yang paling menonjol, sebuah mobil mewah dengan nilai Rp 2,208 miliar, diperoleh dari hasil pribadi.
Selain perubahan pada aset alat transportasi dan mesin, laporan AHY juga menunjukkan pergeseran pada pos aset lainnya. Aset berupa kas dan setara kas mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 9 miliar, sehingga kini tercatat senilai Rp 55.689.866.659.
Di sisi lain, beberapa aset AHY justru mengalami peningkatan nilai. Aset berupa tanah dan bangunan naik sebesar 0,34 persen menjadi Rp 35.469.705.000. Harta bergerak lainnya juga menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 28,93 persen, mencapai Rp 6,35 miliar. Pos surat berharga mengalami lonjakan paling drastis, yaitu sebesar 326,41 persen, dengan total nilai Rp 13 miliar. Terakhir, aset lainnya juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 25,2 persen, mencapai Rp 396.340.432.
Laporan harta kekayaan ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai aset yang dimiliki oleh seorang pejabat publik, tetapi juga mencerminkan dinamika pergerakan aset yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk apresiasi atau depresiasi nilai pasar, serta keputusan strategis dalam pengelolaan kekayaan pribadi. Dalam kasus AHY, penambahan kendaraan mewah baru seperti Lexus LM350H, meskipun diiringi dengan penurunan nilai total aset transportasi, menunjukkan adanya upaya penyesuaian dan pembaruan dalam portofolio kendaraannya, seiring dengan dinamika perubahan nilai aset secara keseluruhan.






