Kembalinya Setan Merah ke Panggung Eropa: Gaji Pemain Ikut Terkatrol

Arsya Alfarizqi

Kembalinya Manchester United ke kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, tak hanya membawa kelegaan bagi para penggemar dan manajemen klub, tetapi juga berdampak langsung pada kantong para pemainnya. Setelah tiga musim absen dari turnamen impian tersebut, keberhasilan Setan Merah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan telah memicu kenaikan gaji bagi sejumlah punggawa klub, seiring dengan adanya klausul dalam kontrak mereka.

Kepastian Manchester United tampil di Liga Champions musim depan diraih setelah mereka berhasil menaklukkan rival abadi, Liverpool, dengan skor 2-1 dalam laga krusial pekan lalu. Kemenangan tersebut menempatkan mereka kokoh di posisi ketiga klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan raihan 64 poin dari 35 pertandingan. Posisi ini tidak lagi terkejar oleh Bournemouth yang berada di peringkat keenam, sehingga tiket ke kompetisi antarklub tertinggi di Benua Biru pun resmi genggaman. Kepulangan MU ke Liga Champions ini merupakan angin segar bagi manajemen, mengingat absennya klub dari kompetisi ini selama tiga tahun terakhir sangat memengaruhi laporan keuangan klub.

Sebelumnya, ketiadaan Manchester United di Liga Champions membuat pendapatan klub mengalami penurunan signifikan. Situasi finansial yang tertekan ini bahkan berujung pada pemotongan gaji pemain, yang besarnya bervariasi, pada musim berjalan. Oleh karena itu, kembalinya MU ke panggung Eropa disambut gembira oleh para pemain, karena berdampak positif pada pendapatan mereka. Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa skuad Manchester United secara keseluruhan akan merasakan kenaikan gaji sebesar 25 persen.

Namun, kenaikan gaji sebesar 25 persen ini tidak berlaku merata untuk semua pemain. Tiga nama yang dipastikan menerima lonjakan gaji signifikan adalah Bruno Fernandes, Harry Maguire, dan Kobbie Mainoo. Kenaikan gaji bagi Maguire dan Mainoo merupakan konsekuensi dari penandatanganan kontrak baru yang baru saja mereka selesaikan. Sementara itu, bagi sebagian besar pemain lainnya, persentase kenaikan gaji mungkin tidak sebesar ketiga pemain tersebut, bahkan ada pula yang tidak mendapatkan tambahan pendapatan sama sekali.

Perlu digarisbawahi bahwa kenaikan gaji ini bukanlah sekadar bonus, melainkan sebuah klausul yang telah disepakati dalam kontrak para pemain saat mereka bergabung dengan Manchester United. Klausul serupa juga berlaku sebaliknya, di mana terdapat ketentuan pemotongan gaji apabila klub gagal menembus kompetisi Eropa, sebagaimana yang terjadi pada musim ini. Fleksibilitas gaji yang terikat pada performa tim ini menunjukkan upaya klub untuk menjaga stabilitas finansial sekaligus memotivasi pemain untuk selalu memberikan yang terbaik.

Meskipun demikian, Casemiro masih tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Manchester United, menerima 350 ribu poundsterling per pekan. Namun, masa depannya di Old Trafford tampaknya akan segera berakhir, dengan kemungkinan besar akan hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang. Setelah Casemiro, Bruno Fernandes menyusul dengan gaji 300 ribu poundsterling per pekan.

Di sisi lain, Manchester United juga berencana untuk melepas beberapa pemain yang memiliki gaji tinggi namun kontribusinya terhadap tim dinilai minim. Nama-nama seperti Jadon Sancho, Tyrell Malacia, Marcus Rashford, dan Andre Onana disebut-sebut masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas pada akhir musim. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi klub untuk melakukan perombakan skuad dan menyeimbangkan pengeluaran gaji, seiring dengan peningkatan pendapatan yang diharapkan dari partisipasi di Liga Champions. Dengan demikian, kembalinya Setan Merah ke kompetisi Eropa ini menjadi momen penting yang menandai fase baru bagi klub, baik dari sisi performa di lapangan maupun manajemen finansial.

Also Read

Tags