Kehadiran SUV plug-in hybrid terbaru, Denza B5, semakin dekat ke pasar otomotif Indonesia. Mobil berbadan bongsor ini mencuri perhatian publik bukan hanya karena desain gagahnya, tetapi juga klaim efisiensi bahan bakar yang tergolong sangat tinggi untuk kelasnya.
Pabrikan menyebut Denza B5 mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 1,9 liter per 100 kilometer, atau setara sekitar 56,6 km per liter. Angka tersebut bahkan mendekati efisiensi sepeda motor seperti Honda BeAT yang dikenal irit.
Klaim Irit BBM Jadi Daya Tarik Utama
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu keunggulan utama yang diunggulkan Denza B5. Untuk ukuran SUV besar, capaian lebih dari 50 km/liter tergolong luar biasa, apalagi kendaraan ini mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Teknologi tersebut menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan. Denza mengklaim angka efisiensi mencapai 56,6 km/liter dalam kondisi tertentu, menjadikannya salah satu SUV paling hemat di kelasnya.
Selain itu, kendaraan ini juga dibekali tangki bahan bakar berkapasitas sekitar 83 liter, yang membuat daya jelajahnya semakin panjang, terutama saat dikombinasikan dengan tenaga listrik.
Performa Tinggi Berkat Teknologi PHEV
Di balik efisiensi tersebut, Denza B5 tetap menawarkan performa yang impresif. Mobil ini mengusung mesin bensin turbo 1.5 liter yang dipadukan dengan dua motor listrik serta sistem penggerak semua roda (AWD).
Kombinasi tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 425 kW dan torsi mencapai 760 Nm. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam pun diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 4,8 detik.
Untuk mendukung sistem elektrifikasinya, Denza B5 menggunakan baterai berkapasitas 31,8 kWh yang memungkinkan mobil melaju hingga sekitar 90 kilometer dalam mode listrik murni.
Segera Masuk Pasar Indonesia
Sinyal kehadiran Denza B5 di Indonesia semakin kuat. Sejumlah dealer bahkan dikabarkan sudah membuka pemesanan awal dengan uang tanda jadi sekitar Rp50 juta.
Meski harga resmi belum diumumkan, kendaraan ini diperkirakan akan dibanderol di kisaran Rp1,2 miliar, menempatkannya di segmen SUV premium.
Pihak BYD Indonesia sendiri masih mempelajari respons pasar sebelum menentukan strategi harga final. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk yang ditawarkan sesuai dengan ekspektasi konsumen di Tanah Air.
Fitur dan Platform Modern
Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road), yang menggabungkan struktur body-on-frame dengan sistem hybrid modern. Pendekatan ini membuatnya berbeda dari SUV elektrifikasi lain yang umumnya menggunakan sasis monokok.
Dari sisi keselamatan, mobil ini dilengkapi hingga 11 airbag serta sistem kamera 360 derajat untuk meningkatkan visibilitas saat berkendara.
Tak hanya itu, kombinasi teknologi dan desain juga membuat Denza B5 diposisikan sebagai SUV yang mampu menjawab kebutuhan konsumen modern, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Tantangan di Pasar SUV Premium
Meski menawarkan efisiensi dan performa yang menarik, Denza B5 tetap akan menghadapi persaingan ketat di segmen SUV premium. Konsumen di kelas ini umumnya mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari brand, fitur, hingga layanan purna jual.
Namun dengan klaim konsumsi BBM yang mendekati kendaraan roda dua, Denza B5 memiliki nilai jual unik yang bisa menjadi pembeda di pasar otomotif nasional.
Jika strategi harga dan distribusi berjalan optimal, bukan tidak mungkin SUV ini akan menjadi salah satu pemain baru yang cukup diperhitungkan di Indonesia.






