Keinginan Al Nassr untuk segera mengunci gelar juara Saudi Pro League harus tertunda akibat hasil imbang krusial melawan Al Hilal dini hari tadi. Momen dramatis di akhir pertandingan, yang diwarnai oleh sebuah kesalahan fatal dari sang kiper, secara efektif memupus harapan Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya untuk berpesta di depan publik sendiri. Pertandingan yang seharusnya menjadi penentu takhta liga justru berakhir antiklimaks, meninggalkan rasa frustrasi mendalam bagi kubu Al Nassr.
Sejatinya, Al Nassr memiliki kesempatan emas untuk merayakan gelar juara di kandang sendiri, Al Awwal Park, Riyadh. Kemenangan atas Al Hilal adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pasukan arahan Jorge Jesus. Ambisi tersebut terlihat jelas sejak awal pertandingan, di mana Al Nassr menunjukkan performa yang solid dan menguasai jalannya laga.
Meski sempat merasakan getaran gol yang dianulir pada menit ke-17 akibat posisi offside Karim Benzema, Al Nassr berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Mohamed Simakan sukses menjebol gawang Al Hilal pada menit ke-37, memicu euforia di tribun penonton. Keunggulan 1-0 ini berhasil dipertahankan hingga paruh waktu, memberikan harapan besar bagi para pendukung Al Nassr.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Al Nassr sedikit menurun, membuat mereka kesulitan menambah keunggulan. Di sisi lain, Al Hilal juga tampak kesulitan menembus pertahanan kokoh Al Nassr. Andai saja skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir, Ronaldo dan kawan-kawan sejatinya sudah bisa merayakan gelar juara liga. Namun, takdir berkata lain.
Dalam momen-momen krusial injury time, harapan Al Nassr untuk meraih kemenangan dan memastikan gelar juara buyar seketika. Al Hilal berhasil menyamakan kedudukan hanya beberapa detik sebelum pertandingan usai. Ironisnya, gol penyeimbang tersebut tercipta bukan karena kehebatan serangan tim tamu, melainkan akibat kesalahan fatal yang dilakukan oleh kiper Al Nassr sendiri. Saat mengantisipasi lemparan jauh dari pemain Al Hilal, sang penjaga gawang, Bento, melakukan blunder yang berujung pada gol bunuh diri. Bola yang coba dihalau justru masuk ke gawangnya sendiri, memupus harapan kemenangan Al Nassr.
Skor imbang 1-1 mengakhiri pertandingan, sebuah hasil yang sangat mengecewakan bagi Al Nassr. Kegagalan meraih tiga poin penuh ini membuat Al Nassr harus menunda pesta juara mereka. Dengan hasil tersebut, Al Nassr kini mengoleksi 83 poin dari 33 pertandingan. Meskipun masih unggul lima poin dari Al Hilal, tim tamu masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit, yaitu baru memainkan 32 laga.
Artinya, penentuan gelar juara Saudi Pro League masih harus dilanjutkan ke laga pamungkas. Al Nassr wajib meraih kemenangan saat menghadapi Damac di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar juara musim ini. Namun, situasi ini membuka celah bagi Al Hilal untuk mengejar. Jika Al Nassr gagal meraih poin penuh, dan Al Hilal mampu memenangkan kedua sisa pertandingan mereka, maka perolehan poin kedua tim akan sama. Dalam skenario tersebut, Al Hilal akan berhak atas gelar juara berkat keunggulan rekor head-to-head, setelah berhasil mengalahkan Al Nassr 3-1 pada pertemuan pertama musim ini.
Kesalahan Bento, sang kiper, tidak hanya berakibat pada tertundanya perayaan juara, tetapi juga membuka kembali persaingan ketat di papan atas klasemen Saudi Pro League. Momen tersebut menjadi pengingat pahit tentang betapa cepatnya situasi dapat berubah dalam sepak bola, dan bagaimana satu kesalahan dapat meruntuhkan mimpi besar. Para pemain Al Nassr kini dihadapkan pada tugas berat untuk bangkit dari kekecewaan ini dan menunjukkan mental juara mereka di pertandingan penentu melawan Damac. Kegagalan di laga tersebut akan menjadi pukulan telak yang lebih besar, terutama dengan ancaman keunggulan head-to-head yang dimiliki Al Hilal. Masa depan gelar juara kini berada di ujung tanduk, menanti hasil dari perjuangan Al Nassr di laga pamungkas mereka.






