Perdagangan di pasar modal Indonesia kembali diwarnai oleh gejolak hebat pada Senin, 24 Maret 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 278,501 poin, atau anjlok 4,45%, menempatkannya di level 5.979. Titik terendahnya tercatat pada sekitar pukul 10.22 WIB, jauh di bawah angka pembukaan perdagangan hari itu yang berada di 6.242. Kondisi ini mengingatkan pada kejadian serupa yang terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, di mana penurunan drastis IHSG bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Jakarta.
Analis pasar dan berbagai pihak mengemukakan setidaknya dua pemicu utama di balik merosotnya kinerja pasar saham ini. Faktor pertama adalah merosotnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Data menunjukkan adanya penurunan penerimaan pajak yang mencapai 30%, serta membengkaknya defisit anggaran hingga Rp 31,2 triliun hanya dalam dua bulan pertama tahun berjalan. Kondisi fiskal yang kurang menggembirakan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.
Faktor kedua yang tak kalah penting adalah terkikisnya kepercayaan para penanam modal. Situasi politik yang penuh ketidakpastian, ditambah dengan sejumlah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, diduga kuat menjadi biang kerok dari menurunnya keyakinan investor untuk menempatkan dananya di pasar saham. Ketidakpastian ini menciptakan sentimen negatif yang berujung pada aksi jual masif.
Ada pula pandangan yang mengaitkan pelemahan IHSG pada Senin lalu dengan rencana pemerintah untuk mengumumkan daftar tokoh yang akan mengisi jajaran pengurus Dana Antara. Namun, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, memberikan klarifikasi bahwa penurunan indeks lebih disebabkan oleh persepsi pasar, bukan serta-merta oleh fundamental emiten yang memburuk. Ia menekankan bahwa pelemahan ini lebih berkaitan dengan sentimen dan pandangan investor di pasar. Iman Rachman menambahkan, pihaknya mengimbau agar semua pihak turut serta dalam membangun persepsi positif di kalangan investor, mengingat indeks sempat tergelincir hampir 5% pada hari itu. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa faktor psikologis dan persepsi memainkan peran krusial dalam pergerakan pasar modal, terlepas dari kesehatan finansial perusahaan-perusahaan yang terdaftar.
Menyadari urgensi situasi ini, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan para investor. Salah satu langkah terbaru yang diambil adalah mengundang sejumlah analis pasar untuk berdiskusi di Istana Negara. Pertemuan ini bertujuan untuk menggali berbagai pandangan dan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah guna menanggulangi permasalahan yang dihadapi pasar. Diskusi tersebut difokuskan pada peninjauan kebijakan ekonomi dan proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia ke depan.
Noudhy Valdryno, Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi dari Kantor Komunikasi Kepresidenan, mengungkapkan bahwa dari pertemuan tersebut, para analis menyarankan agar pemerintah meningkatkan intensitas komunikasi dengan para pelaku pasar dan ekonom. Beliau menyatakan bahwa ada dorongan kuat agar pemerintah menjalin komunikasi yang konstan dan teratur dengan para pemangku kepentingan pasar. Sebagai tindak lanjut, Noudhy Valdryno memastikan bahwa Kantor Komunikasi Kepresidenan bersama kementerian dan lembaga terkait akan meningkatkan frekuensi komunikasi dengan pelaku pasar dan para ekonom secara intensif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan kepastian yang dibutuhkan oleh investor.
Pertanyaan besar yang mengemuka kini adalah sejauh mana pemerintah mampu mengendalikan situasi pasar yang bergejolak ini. Hingga kapan ketidakpastian yang melanda pasar akan terus berlangsung? Diskusi mendalam mengenai hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam segmen Editorial Review bersama Redaktur Pelaksana detikFinance.
Bergeser dari dinamika pasar modal, isu penting lainnya yang tengah digarap serius oleh pemerintah adalah persiapan pembangunan "Sekolah Rakyat". Institusi pendidikan ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi keluarga dari kalangan ekonomi lemah. Menurut informasi yang dihimpun dari detikEdu, rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini telah memasuki tahap finalisasi.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membenarkan bahwa persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sudah berada di fase akhir. Beliau mengonfirmasi bahwa proses rekrutmen guru, siswa, dan tenaga kependidikan lainnya diperkirakan akan dimulai pada bulan April mendatang. Gus Ipul mengutip bahwa perencanaan teknis telah selesai, dan diharapkan pada bulan depan proses penerimaan personel dan peserta didik dapat segera dilaksanakan. Pernyataan ini memberikan gambaran konkret mengenai timeline implementasi program yang sangat dinantikan ini.
Pertanyaan menarik yang muncul adalah bagaimana skema penerimaan siswa di Sekolah Rakyat ini akan dijalankan. Selain itu, sistem kurikulum seperti apa yang akan diterapkan untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan? Pembahasan mendalam mengenai kedua aspek tersebut akan diulas dalam segmen Sunsetalk sore ini.
Sebagai penutup, jangan lewatkan pula acara live shopping detikSore bersama brand Kusuka yang akan disiarkan mulai pukul 15.30 WIB. Penggemar produk Kusuka berkesempatan mendapatkan penawaran menarik berupa cashback 100% hingga Rp 100 ribu untuk setiap pembelian produk-produk dari Kusuka. Acara detikSore ini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memberikan hiburan dan penawaran bernilai bagi pemirsa.






