Tragedi Maut Sumatra Selatan: Korban Jiwa Kecelakaan Bus ALS Bertambah, Identifikasi Terus Berlangsung

Inka Kristi

Palembang – Duka mendalam menyelimuti Sumatra Selatan seiring dengan terus bertambahnya jumlah korban jiwa dalam insiden tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki milik PT Seleraya di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa nahas ini merenggut nyawa, dan satu korban terakhir meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit pada hari Jumat.

Kasatlantas Polres Muratara, AKP M Karim, mengonfirmasi bahwa korban terakhir yang meninggal dunia adalah Muhamad Fahrul Hubaidi, seorang pria berusia 32 tahun yang berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 11.00 WIB akibat luka bakar yang sangat parah yang dideritanya dalam kecelakaan tersebut. Sebelum meninggal, korban sempat dirawat secara intensif di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Rupit karena menderita luka bakar yang mencapai sekitar 90 persen dari luas tubuhnya. AKP Karim menambahkan bahwa kondisi Fahrul Hubaidi terus memburuk meskipun telah mendapatkan penanganan medis.

Rencana awal penanganan medis lanjutan bagi korban adalah merujuknya ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang menggunakan ambulans melalui jalur darat. Namun, takdir berkata lain. Kondisi korban yang terus menurun drastis membuatnya dinyatakan meninggal dunia sebelum proses evakuasi menuju rumah sakit rujukan tersebut sempat dilaksanakan. Pihak kepolisian saat ini masih terus berupaya mendata secara menyeluruh seluruh korban dan memastikan penanganan lanjutan yang tepat bagi para korban kecelakaan maut ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang atau langsung dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan oleh keluarga.

Di sisi lain, upaya identifikasi korban terus dilakukan secara maraton. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri berhasil menemukan total 17 jenazah korban dari kecelakaan bus ALS tersebut. Temuan ini didapat setelah tim melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh kantong jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, menjelaskan bahwa ke-17 jenazah tersebut berasal dari 16 kantong jenazah yang awalnya diterima.

Penambahan satu korban jiwa dari 16 kantong jenazah ini terjadi karena adanya penemuan dua bagian tubuh yang saling menempel di area ketiak dalam satu kantong jenazah. Setelah dilakukan rekonsiliasi dan pemeriksaan lebih lanjut, bagian tubuh tambahan tersebut diduga kuat merupakan seorang anak kecil yang berusia di bawah lima tahun. Kombes Budi Susanto mengakui bahwa identitas pasti jenis kelamin anak tersebut belum dapat dipastikan mengingat kondisi fisiknya yang lebih kecil dan hancur. Namun, berdasarkan analisis awal terhadap beberapa bagian tubuh yang diperiksa, tim DVI memiliki dugaan kuat bahwa korban tersebut adalah seorang anak-anak.

Saat ini, fokus utama tim DVI adalah melakukan identifikasi terhadap seluruh korban melalui pencocokan data antemortem (data korban sebelum meninggal, seperti ciri-ciri fisik, riwayat kesehatan, dan data keluarga) dengan data postmortem (data korban setelah meninggal, seperti hasil otopsi dan identifikasi forensik). Informasi antemortem ini dikumpulkan dari keluarga korban, baik melalui layanan hotline maupun secara langsung di pos antemortem yang didirikan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Pihak tim DVI juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadikan data manifes penumpang sebagai acuan utama dalam proses identifikasi. Hal ini dikarenakan bus angkutan umum, berbeda dengan pesawat terbang, tidak memiliki sistem tiket yang ketat yang mencatat identitas setiap penumpang secara rinci. Oleh karena itu, tim DVI lebih mengutamakan identifikasi forensik, termasuk pemeriksaan properti yang ditemukan pada korban seperti aksesori pribadi atau gigi, sebagai dasar penetapan identitas yang pasti. Upaya identifikasi yang presisi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang tengah berduka dan menanti kabar dari orang-orang terkasih mereka yang menjadi korban dalam tragedi memilukan ini.

Also Read

Tags