Perhatian Khusus dari Senayan untuk Jemaah Haji Sumbar di Penghujung Musim

Inka Kristi

Sebagai penutup rangkaian ibadah haji tahun 2026, Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Andre Rosiade, turut hadir dalam momen pelepasan kloter terakhir jamaah haji asal Sumatera Barat (Sumbar) di Embarkasi Padang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kloter ke-14 ini menjadi rombongan pamungkas yang diberangkatkan menuju Tanah Suci, mengakhiri tugas pelayanan embarkasi bagi para calon tamu Allah dari provinsi tersebut.

Kehadiran Andre Rosiade tidak hanya sekadar seremoni. Ia menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan 287 jamaah dan petugas yang tergabung dalam kloter terakhir ini sebelum mereka memulai perjalanan spiritual mereka. Momen dialog tersebut menjadi kesempatan bagi Andre untuk menyampaikan dukungan dan perhatiannya secara pribadi.

Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan moral, Andre Rosiade membagikan santunan tambahan berupa uang saku senilai 100 riyal kepada setiap jamaah. Bantuan ini merupakan pelengkap dari tunjangan yang telah diberikan oleh pemerintah sebesar 750 riyal, sehingga total uang saku yang diterima oleh jamaah menjadi lebih besar. "Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai perwakilan rakyat untuk menambah bekal para jamaah, agar mereka dapat lebih nyaman dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci," ujar Andre Rosiade, menekankan pentingnya kenyamanan dalam menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade juga tidak lupa menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Padang. Ia mengapresiasi kinerja maksimal dari jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), para petugas di embarkasi, hingga otoritas bandara yang dinilainya telah memberikan pelayanan prima. "Saya melihat dan merasakan sendiri bagaimana para jamaah menunjukkan raut kepuasan. Mulai dari fase persiapan di asrama haji, kelancaran transportasi bus, hingga proses di bandara, semuanya berjalan sangat baik dan efisien. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh jamaah haji Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andre Rosiade menyoroti komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya peningkatan kualitas layanan haji secara berkelanjutan. Salah satu rencana ambisius yang disebutkan adalah pembangunan "Kampung Haji" yang dirancang dengan fasilitas modern untuk menyambut para jamaah. "Kami berharap fasilitas asrama haji terus diperbarui dan ditingkatkan kualitasnya. Harapan terbesar adalah agar konsep Kampung Haji yang sedang digagas oleh pemerintah dapat segera terealisasi dengan fasilitas yang mumpuni, demi kenyamanan seluruh jamaah Indonesia," tutur Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini, menyuarakan optimisme akan masa depan pelayanan haji yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menjelaskan bahwa kloter ke-14 ini merupakan gabungan jamaah dari 13 kabupaten dan kota di wilayah Sumbar. Selain itu, terdapat pula tambahan tujuh jamaah asal Provinsi Bengkulu yang keberangkatannya sempat tertunda karena alasan kesehatan. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Andre Rosiade atas kesediaannya hadir dan melepas jamaah kita. Hari ini merupakan hari terakhir keberangkatan jamaah dari Embarkasi Padang. Total ada 287 orang, termasuk petugas, yang diberangkatkan hari ini. Secara keseluruhan, Embarkasi Padang pada tahun ini telah memberangkatkan 5.402 jamaah," papar Rifki.

Rifki juga memberikan informasi mengenai kondisi jamaah yang tidak dapat diberangkatkan. Disebutkan bahwa hanya ada dua jamaah yang tidak bisa berangkat karena sakit dan saat ini masih dalam perawatan medis. Ia menegaskan bahwa hak keberangkatan mereka tetap terjamin untuk musim haji tahun berikutnya. "Bagi jamaah yang belum bisa berangkat, haknya tetap ada untuk tahun depan. Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk berangkat, porsi keberangkatan mereka dapat dialihkan kepada anggota keluarga terdekat," jelasnya.

Dalam catatan Kemenhaj, hingga saat ini dilaporkan terdapat dua jamaah asal Embarkasi Padang yang telah berpulang ke Rahmatullah di Tanah Suci. Pemerintah, menurut Rifki, telah menjalin koordinasi intensif dengan pihak otoritas Arab Saudi untuk memastikan seluruh hak-hak jamaah yang meninggal dunia tetap terpenuhi. "Kami berkomitmen untuk menunaikan seluruh hak-hak jamaah, termasuk pelaksanaan badal haji dan pemberian santunan asuransi bagi keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.

Rifki menambahkan bahwa dari total 5.402 jamaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Padang tahun ini, sekitar 26 persen di antaranya merupakan jamaah lanjut usia (lansia) dan kelompok berisiko tinggi. Angka ini mencakup kurang lebih 1.060 jamaah yang memerlukan perhatian dan pendampingan khusus selama pelaksanaan ibadah haji.

Also Read

Tags