Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dijadwalkan untuk ambil bagian dalam forum bergengsi Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) yang akan diselenggarakan di New Delhi, India, pada tanggal 14 hingga 15 Mei 2026. Kehadiran Menlu Sugiono menandai komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam kancah diplomasi internasional, khususnya dalam kerangka kerja sama negara-negara berkembang yang tergabung dalam blok BRICS.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan usai agenda bersama dengan Singapura di Jakarta, Menlu Sugiono menggarisbawahi agenda penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia menyoroti fokus utama pada penguatan kerja sama antarnegara anggota BRICS, dengan penekanan khusus pada dua pilar krusial: keberlanjutan (sustainability) dan ekonomi digital. Hal ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya adaptasi dan inovasi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Lebih lanjut, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa BRICS FMM tidak hanya akan membahas agenda internal blok, tetapi juga akan menjadi wadah pertukaran pandangan mengenai isu-isu global dan regional yang memiliki signifikansi strategis. Prioritas utama dalam diskusi tersebut adalah upaya penguatan ketahanan, resiliensi, dan inovasi, yang merupakan kunci bagi negara-negara anggota untuk menghadapi tantangan zaman.
Yvonne Mewengkang menegaskan kembali posisi Indonesia yang senantiasa menunjukkan dedikasi dan keterlibatan aktif dalam setiap forum BRICS. Indonesia akan terus berupaya mendorong agar BRICS dapat memainkan peran yang lebih proaktif dan konstruktif dalam upaya memelihara perdamaian dunia serta menjaga prinsip-prinsip fundamental hukum internasional. Pernyataan ini mencerminkan aspirasi Indonesia untuk berkontribusi pada tatanan dunia yang lebih stabil dan adil.
India, sebagai tuan rumah pertemuan yang krusial ini, akan memimpin jalannya diskusi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, diperkirakan akan memimpin sesi-sesi penting yang melibatkan para menteri luar negeri dari negara-negara anggota BRICS.
Sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri India, agenda pertemuan tidak hanya terbatas pada sesi diskusi formal. Para menteri luar negeri BRICS beserta delegasi yang mendampingi juga diagendakan untuk mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pikiran secara langsung dengan pemimpin negara tuan rumah mengenai arah strategis blok BRICS.
Selama berlangsungnya BRICS FMM, para menteri luar negeri anggota akan terlibat dalam dialog mendalam untuk saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu global dan regional yang menjadi kepentingan bersama. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman dan sinergi yang lebih kuat di antara negara-negara anggota.
Pada hari kedua penyelenggaraan, forum akan memasuki sesi yang lebih luas, di mana negara-negara anggota BRICS bersama dengan mitra-mitranya akan berpartisipasi dalam sebuah sesi bertema ‘BRICS@20: Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan’. Tema ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana tantangan seperti perubahan iklim, pandemi, dan ketidakpastian ekonomi menuntut solusi kolektif yang inovatif dan berkelanjutan. Sesi ini akan diikuti pula oleh diskusi mendalam mengenai ‘Reformasi Tata Kelola Global dan Sistem Multilateral’.
Forum BRICS, yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, telah berkembang menjadi salah satu blok ekonomi dan politik paling berpengaruh di dunia. Keanggotaan Indonesia dalam beberapa agenda kerja sama BRICS, meskipun bukan sebagai anggota penuh, menunjukkan apresiasi terhadap potensi blok ini dalam membentuk agenda global. Partisipasi dalam BRICS FMM memberikan platform bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingannya dan berkontribusi pada pembentukan kebijakan global yang lebih inklusif.
Peran Indonesia dalam forum seperti BRICS FMM sangatlah strategis. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki suara yang signifikan dalam diskusi internasional. Dengan aktif terlibat dalam BRICS, Indonesia tidak hanya memperkuat posisinya di panggung global, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pembangunan infrastruktur dan teknologi.
Fokus pada ekonomi digital dan keberlanjutan dalam agenda BRICS FMM mencerminkan pergeseran paradigma global. Negara-negara BRICS menyadari bahwa inovasi teknologi dan praktik pembangunan yang ramah lingkungan adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tangguh di masa depan. Indonesia, dengan potensi digitalnya yang besar dan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, dapat memainkan peran penting dalam mengimplementasikan agenda-agenda ini.
Pertemuan ini juga menjadi momen penting untuk membahas reformasi tata kelola global. Dalam dunia yang semakin terhubung, sistem multilateral yang ada saat ini seringkali dianggap belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan global yang kompleks. BRICS, sebagai blok yang mewakili sebagian besar populasi dan ekonomi dunia, memiliki potensi untuk mendorong reformasi yang dapat membuat sistem global lebih representatif dan efektif.
Kehadiran Menteri Luar Negeri Sugiono di New Delhi tidak hanya sekadar memenuhi undangan, tetapi merupakan manifestasi dari diplomasi aktif Indonesia yang senantiasa mencari peluang untuk berkontribusi dalam forum-forum internasional. Melalui partisipasinya, Indonesia berupaya untuk mewujudkan visi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh negara di dunia.
Diharapkan, pertemuan BRICS FMM ini akan menghasilkan kesepakatan dan langkah konkret yang dapat mendorong kerja sama antarnegara anggota dan mitra BRICS ke level yang lebih tinggi. Komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional akan terus digaungkan di setiap forum internasional, termasuk di BRICS.






