Keputusan VAR yang Tegas di Derby London, Arteta Apresiasi Keteguhan Ofisial Laga

Arsya Alfarizqi

Kemenangan dramatis Arsenal atas West Ham United dalam lanjutan Premier League akhir pekan lalu menyisakan sorotan tajam pada momen krusial di pengujung pertandingan. Gol penyama kedudukan West Ham yang dicetak di menit-menit akhir babak kedua dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) setelah melalui proses peninjauan yang cukup panjang. Meskipun keputusan tersebut berpotensi kontroversial bagi tim tuan rumah, manajer Arsenal, Mikel Arteta, justru memilih untuk melayangkan pujian setinggi-tingginya kepada para ofisial pertandingan, termasuk sang wasit, atas keberanian dan ketegasan mereka dalam menegakkan aturan.

Pertarungan antara West Ham dan Arsenal yang tersaji di London Stadium pada Minggu malam waktu setempat memang berlangsung sengit. Arsenal berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal yang dicetak oleh Leandro Trossard di menit ke-83. Namun, drama sebenarnya terjadi di masa injury time. West Ham sempat bersorak ketika Callum Wilson berhasil menjebol gawang David Raya. Akan tetapi, kegembiraan tersebut tak berlangsung lama. Wasit Chris Kavanagh, setelah berdiskusi dengan tim VAR dan melakukan peninjauan layar yang memakan waktu, memutuskan untuk menganulir gol tersebut lantaran adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyerang West Ham, Pablo Fornals, terhadap kiper Arsenal, David Raya, dalam proses terjadinya gol.

Proses peninjauan VAR pada gol West Ham tersebut memang terbilang menyita perhatian. Laporan dari Sky Sports mengindikasikan bahwa jeda waktu antara bola dinyatakan masuk ke gawang hingga wasit diinformasikan untuk melakukan pengecekan VAR mencapai dua menit 35 detik. Selama periode tersebut, wasit meninjau ulang rekaman pertandingan sebanyak 17 kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membatalkan gol tersebut. Total waktu yang dihabiskan untuk proses peninjauan dan pengambilan keputusan ini dilaporkan mencapai empat menit 17 detik.

Di tengah potensi ketidakpuasan tim tuan rumah, Mikel Arteta justru menunjukkan sikap sportif dan apresiatif. Ia menyatakan bahwa dalam situasi yang membutuhkan kritik, ia tidak akan ragu untuk menyampaikannya. Namun, pada pertandingan kali ini, ia merasa perlu memberikan apresiasi kepada tim VAR dan wasit. "Ketika saya harus kritis, saya kritis. Hari ini saya harus memberi selamat kepada mereka (tim VAR)," ujar Arteta dalam wawancara pasca-pertandingan.

Lebih lanjut, Arteta menekankan pentingnya keberanian dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas sebagai ofisial pertandingan. Menurutnya, proses peninjauan VAR yang memakan waktu dan melibatkan banyak sudut pandang membutuhkan mental yang kuat. "Anda membutuhkan keberanian dan keteguhan hati untuk menantang dan memberi wasit kesempatan untuk meninjau kembali kejadiannya," jelasnya.

Mengenai keputusan dianulirnya gol West Ham, Arteta meyakini bahwa peninjauan tersebut telah menemukan adanya pelanggaran yang jelas. Ia menegaskan bahwa berdasarkan bukti visual yang ada, tidak ada keraguan lagi mengenai pelanggaran tersebut. "Ketika Anda melihat gambarnya, tidak diragukan lagi itu jelas pelanggaran. Mereka sangat berani. Tindakan itu pantas mendapatkannya. Menurut saya, itu sangat jelas," tegas Arteta.

Arteta juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penerapan aturan permainan. Ia menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan oleh tim VAR dan wasit pada pertandingan tersebut merupakan contoh penerapan aturan yang sesuai dengan ekspektasi. "Seperti itulah aturannya dan kami meminta konsistensi," tuturnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Arteta mengharapkan agar keputusan-keputusan serupa diterapkan secara konsisten di pertandingan-pertandingan lainnya, demi menjaga integritas dan keadilan dalam kompetisi sepak bola.

Peran VAR dalam sepak bola modern memang menjadi topik perdebatan yang tak pernah ada habisnya. Di satu sisi, teknologi ini hadir untuk meminimalkan kesalahan manusia dan memastikan keputusan yang lebih adil. Namun, di sisi lain, lamanya proses peninjauan dan interpretasi yang terkadang berbeda dapat menimbulkan frustrasi. Kasus pada pertandingan West Ham versus Arsenal ini menjadi salah satu contoh bagaimana VAR dapat memainkan peran krusial dalam menentukan hasil akhir, sekaligus memunculkan diskusi mengenai aspek keberanian dan keteguhan para pengadil lapangan dalam mengambil keputusan yang tepat di bawah tekanan.

Komentar Mikel Arteta ini patut diapresiasi karena menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi keputusan teknis. Alih-alih fokus pada keuntungan yang didapat timnya, ia justru menggarisbawahi kualitas profesionalisme para ofisial yang bertugas. Sikap ini dapat menjadi contoh positif bagi para pelatih dan pemain lain dalam menghadapi dinamika pertandingan sepak bola yang penuh dengan keputusan-keputusan sulit. Keberanian untuk mengakui kebenaran, bahkan ketika itu menguntungkan lawan, adalah cerminan dari sportivitas yang sesungguhnya. Keputusan VAR yang tegas ini, serta apresiasi dari pelatih lawan, menunjukkan bahwa integritas dan keadilan dalam pertandingan tetap menjadi prioritas utama dalam dunia sepak bola profesional.

Also Read

Tags