Adu Jotos Pendukung Persib dan Persija Pecah di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Dua Korban Dilarikan ke Pelayanan Medis

Inka Kristi

Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan dua kubu suporter klub sepak bola ternama pecah di sepanjang Jalan Raya Sholeh Iskandar, kawasan Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Peristiwa nahas ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.

Kejadian bermula ketika sekelompok pendukung tim Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang usai menonton bareng, berpapasan dengan kelompok suporter Persib Bandung. Menurut keterangan dari Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, insiden ini terjadi pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Kelompok korban diketahui bergerak dari arah Warung Jambu menuju Parung.

"Korban saat ini tengah menjalani perawatan di RS Islam Budi Agung. Yang teridentifikasi adalah DS dari kelompok pendukung Persib, dan LND dari kelompok pendukung Persija. Luka yang mereka alami meliputi cedera di lengan kanan dan area pelipis kanan," jelas Kompol Doddy Rosjadi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolsek, bentrokan tersebut dipicu saat kedua kelompok suporter, yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatan nonton bareng, tengah melakukan konvoi. Di tengah perjalanan, terjadi pertemuan yang tidak diinginkan. Situasi memanas ketika kelompok korban yang mengenakan atribut Persija melintas di bawah kolong jalan layang (underpass) Jalan Sholeh Iskandar. Saat itu, mereka dihadang dan diserang oleh kelompok suporter Persib.

"Saat rombongan korban melintas di area kolong underpas Jalan Sholeh Iskandar, mereka berpapasan dengan sejumlah suporter Persib. Kemudian terjadilah penyerangan, yang diduga dipicu oleh fakta bahwa korban mengenakan kaos Persija," terang Kompol Doddy Rosjadi.

Rekaman video yang mendokumentasikan momen bentrokan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Dalam salah satu video yang menjadi viral dan sempat dilihat oleh tim detikcom, terlihat segerombolan pengendara motor yang melakukan konvoi di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

Iring-iringan konvoi tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas, menyebabkan kemacetan parah di belakangnya. Video lain yang beredar menunjukkan para peserta konvoi yang turun dari kendaraan roda dua mereka dan berlarian. Tak lama kemudian, terlihat mereka mulai melemparkan benda-benda, termasuk batu, ke arah kelompok lawan.

Keterangan terpisah datang dari KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito. Ia mengkonfirmasi bahwa kemacetan yang terjadi diakibatkan oleh kegiatan konvoi usai pertandingan Persib melawan Persija. "Jadi tadi, rombongan viking dan bobotoh itu hanya melintas saja. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Cilebut. Anggota kami bersama tim patroli gabungan dari Polresta dan Polsek segera diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan dan meredakan situasi," ungkap Iptu Lukito.

Insiden ini menjadi pengingat pahit akan potensi gesekan yang bisa muncul di antara suporter sepak bola, terutama setelah pertandingan besar yang mempertemukan tim rival abadi. Keterlibatan dalam kegiatan nonton bareng dan konvoi, yang seharusnya menjadi ajang ekspresi dukungan dan kebersamaan, justru berujung pada aksi kekerasan yang merugikan.

Pihak kepolisian terus berupaya melakukan penanganan pasca-bentrokan, termasuk melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap pelaku-pelaku yang terlibat. Selain itu, langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang juga menjadi prioritas. Kerugian materiil mungkin tidak signifikan, namun luka fisik dan potensi trauma psikologis yang dialami para korban, serta gangguan terhadap ketertiban umum, merupakan dampak yang tidak bisa diabaikan.

Penting bagi para pendukung sepak bola untuk menyalurkan semangat dukungan mereka secara positif dan bertanggung jawab. Menghormati rivalitas, mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, serta menjaga ketertiban umum seharusnya menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan dunia sepak bola. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan rekaman kekerasan juga patut menjadi perhatian, karena dapat memicu provokasi lebih lanjut dan memperkeruh suasana.

Insiden di Jalan Sholeh Iskandar ini kembali menyoroti pentingnya edukasi dan pembinaan bagi para suporter agar dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam komunitas sepak bola Indonesia. Kolaborasi antara klub, federasi, kepolisian, dan para suporter itu sendiri sangat krusial untuk menciptakan budaya sepak bola yang lebih aman, tertib, dan beradab. Harapannya, kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar di masa mendatang, euforia pertandingan sepak bola dapat dirayakan dengan penuh kedamaian, bukan dengan pertumpahan darah.

Also Read

Tags