Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyuguhkan pemandangan luar biasa di Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara yang dirangkai dengan sosialisasi lelang barang rampasan negara ini memamerkan deretan kendaraan mewah yang menjadi aset sitaan, mulai dari supercar legendaris hingga moge berkelas internasional. Kehadiran kendaraan-kendaraan eksotis ini tak pelak menarik perhatian ribuan warga yang memadati kawasan tersebut, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk memahami lebih dalam proses lelang aset negara.
Di antara kilauan logam dan warna-warni yang memukau, sebuah Ferrari 488 Pista berwarna merah menyala menjadi salah satu primadona. Mobil sport buatan Italia ini merupakan aset yang disita dari terpidana Suryani, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 7213 K/Pid.Sus/2025 tertanggal 17 Juli 2025. Proses lelang Ferrari ini sendiri telah dimulai sejak 8 Mei 2026 dan akan ditutup pada 27 Mei 2026. Untuk dapat bersaing meminang mahakarya otomotif ini, calon pembeli perlu menyiapkan dana penawaran minimal sebesar Rp 6.595.215.000 atau sekitar Rp 6,5 miliar. Tak hanya itu, persyaratan partisipasi lelang juga mencakup penyetoran uang jaminan sebesar Rp 1.320.000.000, atau Rp 1,3 miliar.
Tak hanya roda empat, dua roda pun turut unjuk gigi dengan deretan sepeda motor kelas atas. Salah satunya adalah Harley Davidson Road Glide, sebuah motor gede (moge) yang berasal dari terpidana bernama Rajo Emirsyah. Moge gagah ini memiliki nilai batas terendah penawaran sebesar Rp 87.445.700 atau sekitar Rp 87 jutaan. Bagi yang berminat, uang jaminan yang perlu disiapkan adalah sebesar Rp 10 juta. Lelang untuk Harley Davidson Road Glide ini telah dibuka sejak 7 Mei 2026 dan akan berakhir pada 19 Mei 2026, memberikan jeda waktu yang cukup bagi para kolektor untuk mempertimbangkan.
Sajian istimewa lainnya datang dari ranah roda dua, yakni sebuah Ducati Superleggera V4 tahun 2021. Motor superbike asal Italia ini merupakan bekas aset dari terpidana Doni Salmanan. Keistimewaan Ducati Superleggera V4 ini terbukti dari nilai limitnya yang mencapai Rp 1.473.959.000. Untuk dapat mengikuti lelang motor berperforma tinggi ini, calon peserta wajib menyetor uang jaminan yang tidak sedikit, yakni Rp 736.979.500 atau sekitar Rp 736 jutaan.
Keberadaan kendaraan-kendaraan mewah ini di tengah keramaian CFD Sudirman bukan tanpa tujuan. Kepala BPA Kejaksaan Agung RI, Kuntadi, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi yang lebih luas mengenai mekanisme dan prosedur lelang barang rampasan negara. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana untuk mengukur tingkat integritas dan akuntabilitas kinerja BPA dalam mengelola aset sitaan. Kuntadi menekankan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan untuk membuka diri kepada publik, mempercepat proses penjualan aset, yang pada akhirnya berkontribusi pada pemulihan kerugian negara dan kerugian yang dialami oleh masyarakat sebagai korban tindak pidana.
"Kami menggelar acara ini agar bisa lebih transparan dan terbuka kepada masyarakat luas," ujar Kuntadi saat ditemui di lokasi. "Ini juga menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana integritas kami dalam menjalankan tugas, serta untuk mempercepat proses penjualan barang rampasan demi memulihkan kerugian negara dan masyarakat yang menjadi korban kejahatan," tambahnya.
Warga yang beraktivitas di CFD Sudirman berkesempatan untuk melihat langsung kondisi kendaraan-kendaraan tersebut, menanyakan detail harga, serta mendapatkan informasi mengenai tata cara pendaftaran dan partisipasi dalam lelang secara daring maupun luring. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka mendatangi booth BPA Kejagung, mengamati detail setiap kendaraan, dan berdiskusi mengenai potensi investasi dari aset-aset negara yang dilelang. Acara ini tidak hanya sekadar pameran, namun juga sebuah edukasi publik yang efektif, mendekatkan proses hukum dan pemulihan aset kepada khalayak ramai, serta menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan kejahatan ekonomi melalui mekanisme pemulihan aset yang transparan dan akuntabel. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa barang rampasan negara dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.






