Sinergi Pengusaha Muda dan Pemerintah Daerah: Kunci Menggairahkan Sektor Kreatif

Inka Kristi

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyerukan terjalinnya kemitraan strategis antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan jajaran pemerintah daerah (Pemda) untuk memacu geliat ekonomi kreatif di berbagai wilayah. Bima melihat potensi besar bagi HIPMI untuk menjadi mitra pemerintah daerah, menghadirkan perspektif yang lebih dinamis, inovatif, dan kolaboratif dalam mengelola pembangunan. Lebih dari itu, organisasi pengusaha muda ini dinilai mampu menjembatani komunikasi antara para pemimpin daerah, pelaku usaha, serta komunitas yang ada.

Peran Bima Arya sendiri sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri berfokus pada upaya mendampingi para kepala daerah dalam membangun kemandirian fiskal. Kemandirian fiskal ini krusial untuk menopang pelaksanaan berbagai program prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya mendorong daerah untuk mengeksplorasi berbagai sumber pembiayaan alternatif. Opsi-opsi tersebut meliputi mekanisme crowd financing atau pendanaan kolektif, alternative financing atau pembiayaan alternatif lainnya, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga pemanfaatan optimal aset-aset daerah yang potensial.

Dalam sebuah kesempatan, Bima Arya menyampaikan pengamatannya mengenai keterlibatan aktif para anggota HIPMI di sektor ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya industri kuliner. Ia mengakui bahwa pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk ekonomi kreatif terkadang belum sepenuhnya dimiliki oleh para kepala daerah. Oleh karena itu, Bima mengajak para pengusaha muda untuk turun tangan, memberikan kontribusi nyata dalam membekali para pemimpin daerah dengan gagasan-gagasan yang lebih kreatif dan inovatif. Pernyataan ini disampaikan Bima Arya dalam sebuah keterangan tertulis pada hari Minggu, 10 Mei 2026, menyusul partisipasinya dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung, pada Sabtu, 9 Mei.

Menurut Bima Arya, ukuran keberhasilan seorang kepala daerah saat ini dapat diukur dari kemampuannya dalam mengimplementasikan program-program strategis nasional di wilayahnya. Ia secara tegas menyatakan bahwa para kepala daerah dituntut untuk dapat mengawal pelaksanaan Asta Cita, sebuah kerangka program pembangunan nasional, secara mendetail. Cakupan program ini sangat luas, mulai dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan, implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Sekolah Rakyat, penciptaan Sekolah Garuda, hingga pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel).

Lebih lanjut, Bima Arya menambahkan bahwa momentum yang ada saat ini merupakan jendela kesempatan bagi generasi muda serta seluruh pelaku usaha untuk memberikan kontribusi berarti dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia berpendapat bahwa potensi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju sangat bergantung pada kemampuannya dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal serta membangun pondasi kemandirian nasional yang kokoh.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyoroti krusialnya kesinambungan visi pembangunan nasional lintas generasi kepemimpinan. Ia berargumen bahwa pergantian tampuk kepemimpinan seharusnya tidak lantas mengubah arah dan prioritas pembangunan bangsa. Fenomena ini, menurutnya, telah terbukti di berbagai negara maju seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Vietnam, yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi mereka meski mengalami rotasi kepemimpinan.

"Tidak ada satu pun pemerintahan yang bisa berdiri sendiri; kolaborasi adalah kunci," ungkap Bima Arya. Ia melanjutkan, "Namun, di era sekarang, kolaborasi saja belum cukup. Kita berada di era co-creation. Kolaborasi sekadar mengakomodasi, tetapi co-creation berarti duduk bersama, menguji bersama, dan merencanakan bersama."

Sebagai ilustrasi nyata, Bima Arya mengemukakan praktik baik yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi dinilai berhasil meningkatkan performa keuangan daerahnya melalui optimalisasi pelaksanaan program-program prioritas nasional. Keberhasilan ini, imbuhnya, berujung pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi serta penurunan tingkat pengangguran terbuka di wilayah tersebut.

"Angkanya sangat menggembirakan. Kemarin saya sampaikan ini di Bappenas, dan saya merasa senang karena ini adalah bukti nyata bahwa para kepala daerah tidak hanya mengeluh, tetapi memilih untuk bekerja keras. Dengan begitu, kesempatan-kesempatan baru akan terbuka," pungkas Bima Arya.

Perlu diketahui, kehadiran Bima Arya dalam acara tersebut turut disambut oleh sejumlah pengurus penting HIPMI Jawa Barat, di antaranya Agung Rachmat dan Zulfikar Priyatna, serta berbagai kader HIPMI dari seluruh penjuru Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah, khususnya di bidang ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Also Read

Tags