Kasus tragis yang menimpa seorang balita berusia tiga tahun asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memantik kepedulian dari berbagai pihak. Shena Celin Dipraja, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya, kini menjalani perawatan intensif di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP M Djamil Padang. Di tengah kepiluan keluarga, sosok Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, hadir memberikan uluran tangan nyata.
Kunjungan Andre Rosiade ke rumah sakit pada Jumat (8/5) bukan sekadar formalitas. Ia menyempatkan diri melihat langsung kondisi Shena di PICU, didampingi oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas. Momen haru tak terhindarkan saat Andre bertemu dengan ibu korban, Septi Tohyana (38). Air mata tak mampu dibendung Septi tatkala menerima bantuan untuk biaya pengobatan putrinya yang menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suami sirinya.
Bentuk bantuan konkret yang diserahkan Andre Rosiade mencakup dana tunai sebesar Rp 10 juta, serta komitmen untuk mengurus dan membayarkan iuran BPJS Kesehatan Shena selama satu tahun penuh. Dalam suasana yang diselimuti kehangatan, Septi sempat berniat bersujud sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam, namun segera ditahan dan dibantu berdiri kembali oleh Andre.
Andre Rosiade menjelaskan bahwa ia tergerak untuk membantu setelah mendapatkan informasi mengenai kasus kekerasan terhadap anak tersebut. Ia segera berkoordinasi dengan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Sebelumnya, Shena sempat menerima perawatan di RSUD Solok sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP M Djamil di Padang.
Menyikapi insiden memilukan ini, Andre Rosiade menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap enteng. Ia menekankan pentingnya pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Ia menyatakan keyakinannya terhadap keseriusan tim medis RSUP M Djamil dalam menangani kasus ini dan mendoakan kesembuhan bagi korban serta pertanggungjawaban bagi pelaku. Sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat Minang semakin terlihat.
Bupati Solok, Jon Pandu, pun menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk terus memberikan dukungan dalam proses pengobatan balita yang lahir di Bogor, Jawa Barat itu. Ia menyebutkan bahwa Pemkab Solok telah memberikan bantuan sejak awal perawatan di RSUD Solok dan akan terus memantau perkembangan kondisi korban, termasuk penanganan kasus kekerasan yang tengah berjalan.
Pihak RSUP M Djamil, melalui Direktur Utamanya, Dovy Djanas, memastikan bahwa tim dokter telah memberikan penanganan maksimal sejak Shena dirujuk dari Solok. Ia menjamin bahwa pasien menerima pelayanan dan perawatan terbaik di PICU dan memohon doa dari masyarakat untuk kesembuhan Shena.
Septi Tohyana, ibu korban, tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan Andre Rosiade di tengah cobaan yang menimpa keluarganya. Ia menyatakan bahwa bantuan tersebut akan sepenuhnya digunakan untuk pengobatan dan kesembuhan putrinya.
Kronologi kejadian yang memilukan ini bermula saat Shena dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, menggunakan bus pada Kamis (30/4). Di hadapan ibunya, korban diduga mengalami penganiayaan oleh ayah tirinya. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa pelaku beberapa kali menampar korban hingga balita tersebut menangis histeris di dalam bus. Anehnya, pelaku beralasan tindakannya itu dilakukan untuk ‘mengobati’ korban dari pengaruh santet.
Kasus ini sontak memicu gelombang keprihatinan di masyarakat. Aparat Polres Solok bertindak cepat dengan menangkap terduga pelaku, Putra Rahmadani (34), pada Kamis (7/5) atas dugaan penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur. Sementara itu, ayah kandung korban, Ahmad Sobari, yang sedang dalam perjalanan menuju Sumatera Barat dari Pulau Jawa, menyatakan keinginannya agar anaknya dirawat di RSCM Jakarta.
Dalam kesempatan terpisah, Andre Rosiade juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap pelayanan RSUP M Djamil Padang. Ia mengagumi komitmen rumah sakit dalam mengutamakan keselamatan pasien, bahkan bagi mereka yang datang tanpa jaminan pembiayaan atau BPJS Kesehatan. Andre melihat secara langsung bagaimana pihak rumah sakit sigap melayani pasien tanpa terlebih dahulu mempersoalkan biaya. Ia menilai langkah RSUP M Djamil ini sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang patut dipertahankan oleh rumah sakit pemerintah. Sebagai perwakilan masyarakat Sumatera Barat, Andre sangat menghargai prioritas kemanusiaan yang ditunjukkan rumah sakit tersebut, mengedepankan keselamatan pasien di atas segala urusan pembiayaan.
Dovy Djanas menegaskan bahwa RSUP M Djamil berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi pasien. Prinsip utama mereka adalah menyelamatkan pasien terlebih dahulu, sementara urusan administrasi dan pembiayaan akan dicari solusinya bersama sesuai dengan aturan yang berlaku.






