Kemitraan Keamanan Ibu Kota: Kapolda Ajak Sabuk Kamtibmas Perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Inka Kristi

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Asep Edi Suheri, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di ibu kota. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang hangat dengan perwakilan Sabuk Kamtibmas, sebuah inisiatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam upaya bersama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menggarisbawahi bahwa tugas menjaga Jakarta bukan semata-mata tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan sebuah upaya kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Irjen Polisi Asep Edi Suheri menyoroti peran krusial Sabuk Kamtibmas sebagai mitra strategis kepolisian di tengah masyarakat. Beliau mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh para anggota Sabuk Kamtibmas terhadap keamanan lingkungan tempat mereka tinggal dan beraktivitas. Kehadiran mereka, menurut Kapolda, merupakan cerminan nyata dari semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang damai dan tertib. "Sabuk Kamtibmas adalah garda terdepan yang memiliki kontribusi signifikan dalam memelihara ketenteraman lingkungan. Keberadaan mereka menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman," ungkap Kapolda pada hari Sabtu, 9 Mei 2026.

Acara silaturahmi yang diselenggarakan di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya ini dihadiri pula oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Polisi Dekananto Eko Purwono, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Kehadiran para petinggi kepolisian ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara institusi penegak hukum dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kemitraan yang telah terjalin.

Konsep Sabuk Kamtibmas sendiri merupakan sebuah program kolaboratif yang dirancang untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan. Program ini melibatkan sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah (pemda), serta beragam elemen masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh, petugas keamanan lingkungan seperti satuan pengamanan (satpam) dan sistem keamanan lingkungan (siskamling), hingga organisasi kemasyarakatan (ormas). Semua pihak ini bersatu padu dalam misi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Polda Metro Jaya menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen untuk terus memperkuat jalur komunikasi dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara institusi kepolisian dengan Sabuk Kamtibmas. Kapolda menilai bahwa Sabuk Kamtibmas memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi aktivitas masyarakat. Keberadaan mereka memberikan rasa aman tambahan dan menjadi mata serta telinga kepolisian di tingkat akar rumput.

Lebih lanjut, Irjen Polisi Asep Edi Suheri mengajak seluruh anggota Sabuk Kamtibmas untuk terus mengobarkan semangat "Jaga Jakarta". Semangat ini, tegasnya, bukan hanya beban tugas kepolisian semata, melainkan sebuah panggilan moral yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi dari setiap individu. Kapolda mengimbau agar Sabuk Kamtibmas senantiasa menjaga komunikasi yang konstruktif dan terbuka dengan pihak kepolisian, serta terus berkontribusi dalam menciptakan suasana yang tertib, damai, dan harmonis di ibu kota. "Upaya menjaga Jakarta haruslah dilakukan secara simultan dan terpadu. Kepolisian tidak dapat berdiri sendiri dalam melaksanakan tugasnya tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Oleh karena itu, forum silaturahmi seperti ini memegang peranan penting dalam memperkuat kolaborasi dan memupuk rasa saling peduli antar sesama," tuturnya.

Melalui pertemuan ini, Polda Metro Jaya berharap dapat semakin mempererat hubungan baik dan kemitraan yang telah terjalin erat dengan Sabuk Kamtibmas. Selain berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah yang ideal untuk membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam bingkai pendekatan yang humanis. Pendekatan ini penting untuk menghilangkan sekat-sekat yang mungkin ada dan membangun rasa kepercayaan yang lebih kuat.

Kapolda mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota Sabuk Kamtibmas atas kontribusi dan dedikasi mereka selama ini dalam menjaga keamanan lingkungan. Beliau mengajak seluruh pihak untuk terus merawat kebersamaan yang telah terjalin, serta bersama-sama bergandengan tangan dalam menjaga ibu kota agar tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warganya. Kolaborasi yang solid antara kepolisian dan masyarakat melalui Sabuk Kamtibmas diharapkan dapat menjadi pondasi kuat bagi terciptanya keamanan yang berkelanjutan di Jakarta. Kehadiran Sabuk Kamtibmas bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab kewarganegaraan yang patut diapresiasi dan terus didukung. Melalui sinergi ini, diharapkan setiap sudut kota Jakarta dapat terasa lebih aman dan nyaman bagi semua orang.

Also Read

Tags