Perhelatan akbar pemilihan pemain terbaik Liga Inggris musim 2025/2026 oleh Asosiasi Jurnalis Sepakbola Inggris (FWA) telah usai, dan kali ini sorotan utama tertuju pada sosok kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Gelandang serang asal Portugal ini berhasil menorehkan namanya sebagai penerima penghargaan FWA Player of The Year, sebuah pengakuan prestisius dari para insan pers yang secara konsisten mengamati geliat sepak bola Negeri Ratu Elizabeth.
Keputusan ini diumumkan pada Sabtu dini hari, 9 Mei, waktu Indonesia, yang bersamaan dengan Jumat malam di Inggris. Fernandes tercatat berhasil mengungguli para pesaingnya dengan selisih suara yang cukup signifikan. Ia meraih 28 suara lebih banyak dibandingkan Declan Rice, gelandang andalan Arsenal yang menempati posisi runner-up. Sementara itu, Erling Haaland, bomber tajam Manchester City, harus puas berada di urutan ketiga dalam perolehan suara.
Keberhasilan Fernandes meraih penghargaan ini bukanlah kebetulan semata. Performa impresifnya sepanjang musim menjadi bukti nyata kontribusinya yang luar biasa bagi Manchester United. Ia menjadi motor serangan tim yang berhasil membawa Setan Merah lolos ke kompetisi Liga Champions, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat perjalanan mereka yang sempat tersendat di awal musim.
Salah satu statistik yang menonjol dari Fernandes adalah kemampuannya dalam mendistribusikan bola. Ia telah mencatatkan 19 assist, hanya terpaut satu assist dari rekor Premier League yang saat ini dipegang bersama oleh dua legenda, Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran Fernandes dalam membuka pertahanan lawan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.
Tidak hanya dalam hal assist, Fernandes juga menunjukkan dominasinya dalam menciptakan peluang. Ia tercatat sebagai pemain yang paling banyak menciptakan peluang gol, dengan total 120 kesempatan. Angka ini jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, Dominik Szoboszlai, yang hanya mampu menciptakan 65 peluang. Perbedaan yang mencolok ini menegaskan kapasitas Fernandes sebagai kreator serangan ulung di liga papan atas Inggris.
Selain keahliannya dalam mengkreasi serangan, Fernandes juga menunjukkan ketangguhan dan konsistensi luar biasa dalam penampilannya. Ia jarang sekali absen dari skuad, tercatat telah bermain sebanyak 34 kali dari total 37 pertandingan yang dijalani Manchester United di musim ini. Dalam 34 penampilan tersebut, ia tidak hanya piawai dalam memberikan assist, tetapi juga mampu menyumbangkan delapan gol. Total kontribusi gol dan assistnya yang mencapai 21 assist dan 8 gol dalam 34 laga tersebut semakin memperkokoh statusnya sebagai pemain kunci.
Menariknya, penghargaan FWA Player of The Year kali ini menandai sebuah jeda dari dominasi dua klub besar, Liverpool dan Manchester City, dalam beberapa tahun terakhir. Sejak N’Golo Kante meraih penghargaan serupa pada tahun 2017, gelar ini selalu jatuh ke tangan pemain dari salah satu dari dua klub tersebut. Fernandes, dengan kemenangannya, memutus tren tersebut dan membuktikan bahwa pemain dari klub lain pun memiliki kualitas yang setara, bahkan lebih unggul.
Lebih jauh lagi, ini adalah kali pertama sejak Gareth Bale pada tahun 2013 yang memenangkan penghargaan ini dan bukan berasal dari tim yang menempati peringkat dua besar klasemen akhir. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian jurnalis tidak hanya terpaku pada pencapaian tim secara keseluruhan, tetapi lebih kepada kontribusi individu yang berdampak besar.
Bagi Manchester United, kemenangan Bruno Fernandes ini juga memiliki makna historis tersendiri. Ia menjadi pemain Setan Merah pertama yang berhasil meraih penghargaan FWA Player of The Year sejak terakhir kali Wayne Rooney dianugerahi gelar tersebut pada tahun 2010. Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub dan para pendukungnya.
Sejak didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020, Bruno Fernandes telah menjelma menjadi ikon di Old Trafford. Ia telah membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain terpenting bagi Manchester United. Bukti lain dari pengaruhnya adalah empat gelar pemain terbaik klub yang berhasil ia raih dalam tujuh tahun terakhir. Dua gelar lainnya dalam periode tersebut masing-masing jatuh ke tangan Cristiano Ronaldo pada musim 2021/2022 dan Marcus Rashford pada musim 2022/2023, menunjukkan bahwa Fernandes mampu bersaing dengan nama-nama besar di skuad United.
Kemenangan Bruno Fernandes ini bukan hanya sekadar penghargaan individu, tetapi juga sebuah cerminan dari konsistensi, kepemimpinan, dan kualitas teknis yang luar biasa. Ia telah membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia yang mampu mengangkat performa timnya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang, baik di dalam maupun di luar lapangan. Perannya sebagai kapten semakin mempertegas statusnya sebagai pemimpin yang dihormati dan ditakuti lawan. Dengan penghargaan ini, Fernandes semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bintang terbesar di Liga Primer Inggris.






