Pertarungan sengit di pekan lanjutan Super League mempertemukan Semen Padang dengan Persik Kediri di Stadion Haji Agus Salim. Dalam laga yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026, tim tamu, Macan Putih, berhasil mengukuhkan dominasinya dengan kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Kabau Sirah. Hasil ini semakin mempertegas posisi Persik di papan atas klasemen, sementara Semen Padang harus menerima kenyataan pahitnya terdegradasi.
Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Persik Kediri langsung menunjukkan ambisi mereka. Baru menginjak menit ketiga, tim tamu sudah berhasil membuka keunggulan. Sebuah skema tendangan bebas yang dieksekusi dengan cermat oleh Adrian Luna dari sisi kiri pertahanan Semen Padang berhasil dimanfaatkan oleh Jose Enrique. Dengan sigap, Enrique mampu memotong bola di depan jangkauan kiper tuan rumah, Rendy Oscario, yang mencoba mengantisipasi laju bola. Gol cepat ini menjadi pukulan awal yang cukup berarti bagi Semen Padang.
Tertinggal satu gol, anak asuh pelatih Semen Padang berusaha untuk bangkit dan menyamakan kedudukan. Upaya mereka mulai terlihat di menit ke-38 melalui tendangan keras Guillermo Fernandez. Namun, meskipun mengancam gawang Persik, percobaan Fernandez tersebut belum mampu merobek jala Leo Navacchio. Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Persik Kediri tetap bertahan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis namun krusial bagi tim tamu.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Persik Kediri tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Keunggulan mereka berhasil digandakan pada menit ke-52. Kali ini, Jose Enrique kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari pergerakan apik Telmo Castanheira yang memberikan sodoran bola, Enrique yang berada dalam posisi tidak terkawal di depan gawang dengan tenang melepaskan tembakan yang kembali memperdayai Rendy Oscario. Gol kedua ini semakin memperlebar jarak dan memberikan tekanan psikologis tambahan bagi tuan rumah.
Tak berhenti sampai di situ, Macan Putih kembali menambah pundi-pundi gol hanya empat menit berselang, tepatnya di menit ke-54. Gol ketiga Persik dicetak oleh Adrian Luna, pemain yang sebelumnya membuka keunggulan melalui assist tendangan bebas. Kali ini, kontribusi datang dari Ernesto Gomez yang berhasil memberikan umpan silang dari sisi kanan kotak penalti. Bola lambung tersebut disambut dengan sempurna oleh Adrian Luna yang berdiri di tiang jauh. Tanpa ragu, ia langsung menyambar bola tersebut menjadi gol yang tak mampu dihalau oleh Rendy Oscario.
Dengan keunggulan tiga gol, Persik Kediri terus berusaha untuk menambah gol lagi demi mempertegas kemenangan mereka. Beberapa peluang sempat tercipta, namun dewi fortuna belum berpihak pada mereka untuk mencetak gol keempat. Di sisi lain, Semen Padang yang sudah tertinggal jauh berusaha keras untuk menciptakan gol balasan, namun solidnya lini pertahanan Persik Kediri membuat segala upaya mereka sia-sia. Hingga pertandingan usai, skor 3-0 untuk kemenangan Persik Kediri tidak berubah.
Kemenangan gemilang ini tentu saja membawa dampak signifikan bagi Persik Kediri dalam perburuan poin di klasemen Super League. Dengan tambahan tiga poin, Macan Putih kini mengumpulkan total 39 poin. Perolehan poin ini semakin memperkuat posisi mereka di papan atas. Sementara itu, bagi Semen Padang, kekalahan ini menjadi penutup musim yang menyakitkan. Dengan kekalahan ini, Kabau Sirah dipastikan harus terdegradasi ke divisi yang lebih rendah. Mereka kini menempati posisi ke-17 klasemen dengan total 20 poin, sebuah raihan yang tidak mampu menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan superioritas Persik Kediri dalam menghadapi Semen Padang. Efektivitas serangan dan ketenangan dalam penyelesaian akhir menjadi kunci kemenangan tim tamu. Bagi Semen Padang, performa yang kurang konsisten sepanjang musim ini akhirnya berujung pada nasib yang pahit.
Susunan pemain kedua tim pada pertandingan ini adalah sebagai berikut:
Untuk tim tuan rumah, Semen Padang, menurunkan sebelas pemain awalnya yang terdiri dari: Rendy Oscario di bawah mistar gawang, didukung oleh kuartet pertahanan Ade Kristiano, Angelo Meneses, Jaime Giraldo, dan Ravy Tsouka. Lini tengah diisi oleh Asyraq Gufron, Ripal Wahyudi, dan Guillermo Hierro, yang bertugas menyuplai bola kepada trio penyerang Kianz Froese, Irsyad Maulana, dan Ricki Ariansyah.
Sementara itu, Persik Kediri yang datang sebagai tim tamu, mengandalkan Leo Navacchio di posisi penjaga gawang. Lini belakang diperkuat oleh Rendy Sanjaya, Hamra Hehanussa, M. Firli, dan Rezaldi Hehanussa. Di sektor tengah, Imanol Garcia, Telmo Castanheira, dan Bayu Otto menjadi dinamo permainan, sementara lini serang diisi oleh trio mematikan Ernesto Gomez, Adrian Luna, dan Jose Enrique. Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras dan strategi yang matang dari tim pelatih Persik Kediri, sekaligus menjadi akhir yang menyedihkan bagi Semen Padang di musim Super League kali ini.






