Sirkuit Le Mans, Prancis, menjadi saksi bisu penampilan gemilang seorang Veda Ega Pratama di sesi latihan bebas (Practice) Moto3 Prancis 2026. Pembalap kebanggaan Indonesia ini berhasil mengamankan posisi kesembilan, sebuah pencapaian krusial yang membawanya lolos otomatis ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Keberhasilan ini menjadi angin segar sekaligus penegasan potensi besar yang dimiliki Veda di kancah balap motor internasional.
Perjalanan Veda di hari pertama latihan di Sirkuit Le Mans Bugatti tidak serta merta mulus. Pada sesi Free Practice 1 yang berlangsung sebelumnya, ia harus puas menempati posisi kesebelas. Namun, semangat juang Veda tak surut. Memasuki sesi Practice, ia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dengan berhasil mempertajam catatan waktunya. Sebagai bagian dari tim Honda Team Asia, Veda terlihat berjuang keras di lintasan yang terkenal menantang ini. Sempat mengalami kesulitan dan tertinggal di papan tengah, bahkan sempat kembali ke pit di tengah sesi, Veda tidak menyerah.
Memasuki menit-menit akhir sesi, Veda Ega Pratama menunjukkan mental baja seorang pembalap profesional. Dari posisi yang sempat berada di urutan kelima belas, ia berhasil melakukan gebrakan luar biasa. Dengan sisa waktu kurang dari empat menit, Veda melesat tajam, merangsek ke posisi kedelapan. Meskipun beberapa pembalap lain kemudian berhasil menyalipnya, Veda kembali menunjukkan determinasi tingginya. Tak lama sebelum sesi berakhir, rider asal Gunungkidul ini kembali mempertajam laju motornya dan berhasil menempatkan diri di jajaran sepuluh besar. Akhirnya, dengan catatan waktu impresif, Veda Ega Pratama mengunci posisi kesembilan di sesi practice ini.
Hasil ini bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan tiket berharga menuju Q2. Dengan demikian, Veda Ega Pratama akan memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing memperebutkan posisi start terdepan dalam balapan utama yang akan digelar keesokan harinya. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi sirkuit dan tekanan waktu yang singkat patut diapresiasi. Perjuangannya dari posisi yang kurang menguntungkan hingga menembus sepuluh besar menunjukkan kedewasaan dan kegigihan yang luar biasa bagi seorang pembalap muda.
Sementara Veda Ega Pratama menjadi sorotan utama berkat prestasinya, sesi Practice Moto3 Prancis 2026 secara keseluruhan didominasi oleh David Munoz. Pembalap asal Spanyol yang memperkuat tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP ini tampil sebagai yang tercepat dengan mencatatkan waktu 1 menit 40.211 detik. Munoz berhasil mengungguli rekan senegaranya, David Almansa, yang berada di posisi kedua dengan selisih tipis 0.14 detik, tepat jelang akhir sesi. Keduanya menunjukkan persaingan sengit di barisan terdepan, menandakan bahwa persaingan di kelas Moto3 musim ini akan semakin memanas.
Dalam daftar hasil lengkap Practice Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans Bugatti, beberapa nama lain juga menunjukkan performa yang patut diperhitungkan. Marco Morelli dari Argentina menempati posisi ketiga, diikuti oleh Hakim Danish dari Malaysia di posisi keempat. Brian Uriarte dari Spanyol melengkapi lima besar, sementara Adrian Fernandez dari Spanyol berada di urutan keenam. Scott Ogden dari Inggris Raya menempati posisi ketujuh, disusul oleh Max Quiles dari Spanyol di urutan kedelapan, tepat di depan Veda Ega Pratama. Valentin Perrone dari Argentina melengkapi sepuluh besar, menunjukkan dominasi pembalap-pembalap muda dari berbagai negara.
Hasil practice ini memberikan gambaran awal mengenai peta kekuatan para pembalap di Le Mans. Bagi Veda Ega Pratama, lolos ke Q2 adalah pencapaian signifikan yang membuka pintu lebar-lebar untuk meraih hasil terbaik di seri Prancis ini. Perjalanan masih panjang, namun dengan performa yang ditunjukkannya, Veda telah membuktikan bahwa ia memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi. Dukungan dari tim Honda Team Asia dan semangat pantang menyerah yang ia tunjukkan menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan di sesi kualifikasi dan balapan nanti.
Perlu dicatat bahwa hasil Practice ini merupakan gambaran performa awal. Dinamika balapan MotoGP selalu penuh kejutan, dan para pembalap akan terus berupaya memaksimalkan potensi mereka di setiap sesi. Lolos ke Q2 memberikan keuntungan psikologis dan teknis bagi Veda Ega Pratama, memungkinkannya untuk fokus pada strategi balap dan penyesuaian akhir tanpa harus melalui perjuangan di sesi kualifikasi yang lebih rendah. Pertarungan di Sirkuit Le Mans diprediksi akan semakin sengit, dan kehadiran Veda di jajaran teratas patut menjadi perhatian para rivalnya. Dukungan dari seluruh pecinta otomotif Indonesia diharapkan dapat memberikan energi tambahan bagi Veda Ega Pratama untuk terus berprestasi.
Dengan catatan waktu 1 menit 40.779 detik, Veda Ega Pratama menempatkan dirinya di antara para pembalap terbaik Moto3. Perjuangan di lintasan seperti Le Mans membutuhkan kombinasi antara kecepatan murni, ketepatan, dan kemampuan membaca situasi. Veda telah menunjukkan bahwa ia memiliki semua elemen tersebut. Lolos ke Q2 bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang konsistensi dan kemampuan untuk tampil maksimal di bawah tekanan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras Veda dan timnya dalam mempersiapkan diri untuk musim balap 2026. Harapan besar kini tertuju pada pembalap muda Indonesia ini untuk terus mengukir sejarah di kancah internasional.






