Tren AI Dorong Kebutuhan Memori, HP Android 128GB Mulai Tergeser

Sahrul

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri smartphone membawa perubahan signifikan terhadap spesifikasi perangkat, terutama pada kapasitas penyimpanan. Memasuki 2026, ponsel Android dengan memori internal 128GB mulai terancam tergeser dari pasar, seiring meningkatnya kebutuhan ruang untuk mendukung fitur AI.

Sejumlah laporan industri menunjukkan bahwa tren ini bukan sekadar perubahan sementara, melainkan pergeseran standar baru di ekosistem smartphone global.

AI Jadi Pemicu Utama Kenaikan Kapasitas

Lembaga riset teknologi menyebutkan bahwa meningkatnya adopsi AI di perangkat menjadi faktor utama naiknya kebutuhan memori. Fitur AI modern kini tidak hanya bergantung pada cloud, tetapi juga berjalan langsung di perangkat (on-device AI).

Model AI tersebut membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar. Bahkan, beberapa sistem AI disebut memerlukan kapasitas hingga 40–60GB hanya untuk proses internalnya.

Dengan kebutuhan sebesar itu, ponsel dengan kapasitas 128GB dinilai semakin tidak memadai, karena sebagian besar ruang sudah terpakai oleh sistem dan aplikasi bawaan.

256GB Diprediksi Jadi Standar Baru

Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, produsen smartphone mulai menggeser standar kapasitas penyimpanan. Jika sebelumnya 128GB menjadi pilihan umum, kini 256GB diprediksi akan menjadi standar baru, terutama di kelas menengah dan flagship.

Laporan TrendForce memproyeksikan rata-rata kapasitas penyimpanan smartphone akan meningkat sekitar 4,8% pada 2026.

Bahkan, sejumlah produsen besar mulai meninggalkan varian 128GB dan langsung menawarkan kapasitas lebih besar sebagai opsi dasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan perangkat tetap optimal dalam menjalankan fitur AI dan aplikasi modern.

Produksi Memori Kecil Mulai Dikurangi

Selain faktor kebutuhan teknologi, perubahan ini juga dipengaruhi oleh strategi produksi. Banyak vendor mulai mengurangi bahkan menghentikan produksi model dengan kapasitas penyimpanan rendah.

Hal ini disebabkan oleh margin keuntungan yang lebih kecil serta meningkatnya biaya komponen seperti NAND flash.

Akibatnya, pilihan smartphone dengan memori kecil semakin terbatas di pasar, terutama untuk model terbaru yang dirilis pada 2026.

Dampak ke Harga dan Konsumen

Peralihan ke kapasitas memori yang lebih besar berpotensi berdampak pada harga perangkat. Dengan standar baru 256GB, harga ponsel kemungkinan ikut meningkat, terutama di segmen entry-level.

Bagi konsumen, kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna yang sebelumnya merasa 128GB sudah cukup untuk kebutuhan harian.

Namun di sisi lain, kapasitas lebih besar juga memberikan keuntungan, seperti:

  • Penyimpanan lebih lega untuk aplikasi dan data
  • Performa lebih stabil untuk fitur AI
  • Umur pakai perangkat yang lebih panjang

Dengan kata lain, konsumen mendapatkan perangkat yang lebih “future-proof” meski harus membayar lebih mahal.

128GB Berpotensi Hilang dari Pasar

Para analis memprediksi bahwa ponsel dengan kapasitas 128GB akan mulai menghilang secara bertahap dari pasar arus utama pada akhir 2026.

Kapasitas tersebut kemungkinan hanya akan bertahan di segmen tertentu atau perangkat dengan harga sangat terjangkau. Sementara itu, mayoritas smartphone baru akan beralih ke 256GB atau bahkan lebih tinggi.

Era Baru Smartphone Berbasis AI

Perubahan standar kapasitas penyimpanan ini menandai masuknya era baru smartphone berbasis AI. Memori besar bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama untuk menunjang kinerja perangkat.

Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, kebutuhan hardware—termasuk penyimpanan—akan terus meningkat. Hal ini membuat produsen harus beradaptasi agar perangkat tetap relevan dengan kebutuhan pengguna masa depan.

Bagi pengguna, tren ini menjadi sinyal bahwa memilih smartphone ke depan tidak hanya soal harga, tetapi juga kesiapan perangkat dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

Also Read

Tags