Indra Priawan Pimpin Salat Jumat di Masjid Indonesia Pertama Kanada, Tuai Pujian Netizen

Rayyan Alfarizqi

Kehadiran Indra Priawan, suami aktris ternama Nikita Willy, dalam momen khidmat salat Jumat di Kanada baru-baru ini telah mencuri perhatian publik. Ia didapuk menjadi imam dalam salat Jumat perdana di Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton, sebuah tonggak sejarah bagi komunitas muslim Indonesia di Kanada Barat. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian menyebar luas, memicu berbagai reaksi positif dari para warganet di ranah maya.

Dalam rekaman video yang beredar, Indra Priawan terlihat memimpin jalannya salat Jumat dengan khusyuk. Ia berdiri di saf terdepan, mengimami Ustadz Fatih Karim dan jemaah masjid yang hadir. Suasana khidmat terasa kental saat Indra Priawan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan lantang. Surat Al-Kahfi, yang terdiri dari 110 ayat, dipilihnya untuk dibacakan dalam salat tersebut, menambah kekhusyukan momen spiritual itu.

Reaksi positif dari netizen pun membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial. Banyak yang mengungkapkan kekaguman mereka atas sikap rendah hati dan keimanan Indra Priawan. Salah seorang pengguna, @attozzyoesman, menyarankan agar Indra Priawan tetap menjaga citra rendah hati dan tidak terlalu terekspos secara berlebihan demi menghindari sensasi popularitas yang kerap menjadi bumbu di kalangan figur publik Indonesia. Ia berharap agar Indra Priawan tidak terjebak dalam "gimmick-gimmick popularitas".

Sementara itu, akun @bersamaibun memberikan apresiasi yang tinggi, mengakui bahwa meskipun ada yang mungkin menilainya sebagai pencitraan, ia salut dengan kualitas bacaan Al-Qur’an Indra Priawan yang dinilainya baik, bukan sekadar sandiwara. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengakuan terhadap kualitas keagamaan Indra Priawan, terlepas dari statusnya sebagai publik figur.

Komentar lain datang dari @ycintiadwis, yang menyindir mereka yang mungkin mengabaikan kewajiban agama di tengah kelimpahan duniawi. Ia mengungkapkan rasa malunya terhadap seorang miliarder seperti Indra Priawan yang masih tetap menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta. Ini menyiratkan pesan bahwa kekayaan materi seharusnya tidak membuat seseorang lupa akan kewajiban spiritualnya.

Tak ketinggalan, akun @vondaanggoro melengkapi pujian dengan menyoroti berbagai kelebihan Indra Priawan, mulai dari ketampanan, posisi sebagai CEO, hingga perannya sebagai suami dan ayah yang penyayang. Ungkapan "nikmat mana lagi yang kau dustakan" menggambarkan betapa lengkapnya anugerah yang dirasakan oleh Indra Priawan.

Peresmian Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton sendiri merupakan sebuah peristiwa penting yang dihadiri oleh berbagai tokoh, baik dari kalangan artis maupun pejabat. Melalui akun Instagram resmi @masjidedmontonkanada, terungkap bahwa Nikita Willy dan Indra Priawan turut hadir dalam acara peresmian yang dilangsungkan pada Minggu, 2 Agustus 2026, waktu Kanada. Selain mereka, hadir pula figur publik lainnya seperti Teuku Firmansyah dan Cindy Fatikasari. Konsulat Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi, juga turut hadir, menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap pembangunan rumah ibadah bagi diaspora Indonesia.

Masjid Edmonton dalam unggahannya menggambarkan perjalanan panjang pembangunan masjid tersebut sebagai sebuah "perjalanan panjang yang kita tempuh kini sampai pada titik yang membahagiakan". Mereka menceritakan bagaimana proses pembelian properti, yang dulunya merupakan bekas studio musik di sebuah negara dengan populasi minoritas muslim, kini telah bertransformasi menjadi sebuah "rumah Allah" yang kokoh berdiri di Edmonton. Penggalan narasi ini menekankan bahwa berdirinya masjid tersebut merupakan hasil dari kontribusi dan "kisah kebaikan" yang telah dituliskan oleh banyak pihak sejak tahun 2025. Hal ini menggarisbawahi semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mewujudkan sebuah fasilitas ibadah yang vital bagi komunitas.

Keberadaan Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton ini menjadi bukti nyata dari upaya komunitas muslim Indonesia untuk membangun pusat kegiatan keagamaan dan sosial di perantauan. Pembangunan masjid semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi, menjalankan kegiatan dakwah, serta memberikan dukungan spiritual bagi para perantau yang jauh dari tanah air.

Momen Indra Priawan memimpin salat Jumat di masjid ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa figur publik, terlepas dari kesibukan dan status sosial mereka, tetap memiliki kewajiban dan komitmen terhadap ajaran agama. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak melupakan akar spiritual mereka, bahkan di tengah gemerlap kehidupan modern dan lingkungan yang berbeda. Keterlibatan tokoh publik dalam kegiatan keagamaan semacam ini juga dapat memberikan dorongan moral yang signifikan bagi komunitas, memperkuat rasa kebersamaan, dan meningkatkan semangat ibadah.

Keberhasilan pembangunan Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton dan partisipasi aktif dari tokoh-tokoh seperti Indra Priawan dan Nikita Willy dalam peresmiannya, menjadi cerminan dari semangat kebersamaan dan dedikasi komunitas Indonesia di Kanada. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sebuah bangunan, tetapi lebih dari itu, ini adalah tentang membangun sebuah komunitas yang kuat, yang berakar pada nilai-nilai agama dan kebersamaan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di manapun kita berada, menjaga ikatan spiritual dan memperkuat komunitas adalah sebuah keniscayaan yang membawa berkah.

Also Read

Tags