Atalanta Pecundangi Milan dalam Drama 5 Gol di San Siro

Arsya Alfarizqi

AC Milan harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah takluk dari Atalanta dengan skor tipis 2-3 dalam sebuah pertandingan yang penuh drama dan tercipta lima gol. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Rossoneri dalam upaya mereka mengamankan posisi di papan atas klasemen Serie A. Pertandingan yang digelar di San Siro pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB tersebut menyajikan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola, meski harus diwarnai kekecewaan bagi para pendukung tuan rumah.

Secara statistik, AC Milan sebenarnya tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan peluang. Tercatat, mereka melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan, dengan sembilan di antaranya mengarah tepat sasaran. Namun, efektivitas para penyerang Atalanta terbukti lebih mematikan. Tim tamu yang lebih banyak bermain pragmatis mampu menciptakan ancaman berbahaya dengan hanya sembilan percobaan tembakan, namun lima di antaranya berbuah gol.

Ancaman pertama dalam pertandingan ini datang dari kubu Milan melalui sepakan Adrien Rabiot pada menit keempat. Sayangnya, bola masih melebar dari sasaran. Namun, ironisnya, Atalanta yang justru berhasil membuka keunggulan pada menit keenam, hanya dari upaya serangan pertama mereka. Gol pembuka dicetak oleh Ederson yang dengan sigap memanfaatkan bola muntah. Momen terciptanya gol bermula dari sepakan Giacomo Raspadori yang berhasil diblok oleh pemain Milan, namun bola liar disambar dengan cepat oleh Ederson untuk merobek jala gawang yang dijaga Mike Maignan.

Tertinggal satu gol, AC Milan berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk segera menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan Atalanta yang solid berhasil meredam sebagian besar serangan yang dibangun oleh anak-anak asuh Stefano Pioli. Alih-alih mencetak gol balasan, Milan justru harus kembali kebobolan pada menit ke-29. Kali ini, giliran Davide Zappacosta yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan lambung dari Charles De Ketelaere yang diterima Nikola Krstovic di dalam kotak penalti, sang striker hanya melakukan sentuhan ringan sebelum bola diarahkan kepada Zappacosta yang langsung melepaskan tembakan keras melewati jangkauan Maignan. Skor 2-0 untuk keunggulan Atalanta bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki paruh kedua, AC Milan melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Christopher Nkunku untuk mempertajam lini serang. Harapannya adalah pemain pengganti tersebut dapat memberikan dampak positif bagi permainan tim. Namun, alih-alih membalas ketertinggalan, gawang Milan kembali bergetar pada menit ke-58. Giacomo Raspadori kembali menjadi momok bagi pertahanan Rossoneri. Gol ketiga Atalanta ini tercipta berawal dari kesalahan fatal Rafael Leao yang kehilangan bola di area tengah lapangan. Marten de Roon berhasil merebut bola dan segera mengopernya kepada Ederson. Ederson yang melihat pergerakan Raspadori menuju kotak penalti Milan, memberikan umpan terobosan yang diselesaikan dengan sepakan keras ke sudut atas gawang Maignan, tak terbendung.

Meskipun tertinggal tiga gol, para pemain AC Milan tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berusaha mencari celah di pertahanan Atalanta. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Strahinja Pavlovic berhasil memperkecil ketertinggalan timnya setelah berhasil menanduk bola hasil sepak pojok yang dieksekusi oleh Samuel Ricci. Sundulannya mengarah ke tiang jauh gawang Marco Carnesecchi.

Momentum kebangkitan Milan sempat terasa ketika mereka mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-94. Setelah dilanggar oleh Marten de Roon di dalam kotak terlarang, Christopher Nkunku maju sebagai eksekutor. Ia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, melepaskan tembakan ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau oleh kiper Atalanta, Marco Carnesecchi. Gol kedua dari titik putih ini sempat memberikan secercah harapan bagi Milan, namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Kemenangan dramatis ini memberikan tambahan tiga poin krusial bagi Atalanta. Dengan hasil ini, mereka tetap kokoh di posisi ketujuh klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 58 poin dari 36 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, kekalahan ketiga dari lima laga terakhir ini berdampak signifikan bagi AC Milan. Mereka harus rela tergusur dari posisi keempat klasemen oleh Juventus, yang kini berada di atas mereka dengan selisih satu poin.

Namun, perburuan tiket Liga Champions musim depan semakin memanas. Total poin AC Milan kini disamai oleh AS Roma yang menempati posisi kelima, meski kalah dalam rekor pertemuan (head-to-head). Persaingan untuk memperebutkan tiga slot terakhir menuju kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa ini diprediksi akan semakin ketat, melibatkan setidaknya lima tim yang bersaing ketat.

Dalam pertandingan ini, AC Milan menurunkan susunan pemain awal yang terdiri dari Mike Maignan di bawah mistar gawang. Lini pertahanan diperkuat oleh Koni De Winter, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic. Di lini tengah, terdapat Alexis Saelemaekers, Ruben Loftus-Cheek, Samuele Ricci, Adrien Rabiot, dan Davide Bartesaghi. Lini depan dipercayakan kepada duet Rafael Leao dan Santiago Gimenez. Sementara itu, Atalanta menurunkan Marco Carnesecchi sebagai penjaga gawang, dengan barisan pertahanan yang dihuni Giorgio Scalvini, Isak Hien, dan Sead Kolasinac. Lini tengah diisi oleh Davide Zappacosta, Marten de Roon, Ederson, dan Nicola Zalewski. Duet Charles De Ketelaere dan Giacomo Raspadori menjadi andalan di lini serang, didukung oleh Nikola Krstovic.

Also Read

Tags