Memperluas Jangkauan Finansial: Mandiri Capital Suntik Dana ke Amartha untuk UMKM

Razka Raffasya

PT Mandiri Capital Investama (MCI) menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan sektor teknologi finansial (fintech) dengan menyalurkan investasi kepada Amartha, sebuah startup yang bergerak di ranah fintech. Langkah strategis ini merupakan bukti nyata dukungan MCI terhadap ekosistem inovasi yang bertujuan meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat luas, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam sebuah pernyataan, Direktur Utama MCI, Eddi Danusaputro, menjelaskan bahwa suntikan dana ini ditujukan untuk memperkuat peran Amartha sebagai katalisator perubahan yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Fokus utama adalah memberdayakan UMKM di Indonesia agar dapat lebih mudah mengakses sumber pendanaan yang selama ini mungkin sulit dijangkau. Eddi menekankan bahwa kehadiran Amartha sangat krusial dalam upaya membuka akses pasar bagi para pelaku usaha kecil.

"Investasi kami di Amartha mencerminkan keyakinan kami pada potensinya untuk menjadi agen pembangunan ekonomi. Kami ingin bersama-sama menembus pasar, terutama dalam memberikan dukungan finansial bagi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ujar Eddi. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk memfokuskan perhatian pada segmen UMKM didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan masih adanya jutaan UMKM di Indonesia yang belum sepenuhnya terlayani oleh produk perbankan konvensional. Meskipun banyak di antara mereka mungkin sudah memiliki rekening bank, pemanfaatan produk dan layanan perbankan secara optimal masih menjadi tantangan.

Lebih lanjut, Eddi memaparkan bahwa Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial dalam negeri yang mengkhususkan diri pada layanan pinjam meminjam daring atau peer-to-peer (P2P) lending. Platform yang dikembangkan Amartha memfasilitasi interaksi antara pemberi pinjaman (lender) dan calon peminjam (borrower) dengan menyediakan informasi yang komprehensif. Melalui situs webnya, lender dapat menganalisis profil calon peminjam secara mendalam, mencakup detail kebutuhan pembiayaan, latar belakang, hingga penilaian skor kredit yang dimiliki.

Menurut Eddi, model bisnis yang diusung Amartha memiliki signifikansi yang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Kemampuannya dalam menjembatani kesenjangan akses keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan (unbanked) menjadikannya solusi yang sangat relevan. "Amartha berperan penting dalam upaya kami di Mandiri untuk memperluas inklusi keuangan ke seluruh pelosok tanah air," jelas Eddi.

Meskipun demikian, Eddi enggan merinci nilai pasti investasi yang digelontorkan MCI kepada Amartha. Ia hanya menyebutkan bahwa investasi ini dilakukan secara bersama-sama dengan Lynx Adia Partners. Selain itu, Amartha juga telah didukung oleh investor-investor sebelumnya, seperti Beenext dan Midplaza Holding.

"Berdasarkan kesepakatan dengan para pendiri Amartha dan investor lainnya, kami belum dapat mempublikasikan angka investasi secara rinci. Namun, sebagai gambaran umum, perusahaan startup fintech yang melakukan penggalangan dana tahap awal (Series A) seperti Amartha biasanya berhasil menghimpun dana berkisar antara US$ 2 hingga US$ 5 juta. Dalam putaran pendanaan kali ini, MCI memang mengambil peran sebagai pemimpin dalam proses penggalangan dana tersebut," terang Eddi.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Amartha mengungkapkan bahwa hingga saat ini, perusahaannya telah berhasil menyalurkan pendanaan dengan total lebih dari Rp 68 miliar kepada sekitar 30 ribu pengusaha mikro. Para calon peminjam umumnya membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usaha mereka, seperti membuka warung atau kegiatan ekonomi lainnya. Melalui platform Amartha, mereka difasilitasi untuk mendapatkan pinjaman dengan nominal berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta.

Ia menambahkan bahwa Amartha memiliki jaringan agen yang tersebar di berbagai daerah untuk menjangkau langsung calon-calon peminjam. Mekanisme ini memungkinkan masyarakat yang berada di wilayah terpencil sekalipun untuk mengajukan permohonan pinjaman melalui situs web Amartha. "Proses administrasi pendaftaran pinjaman kini dapat dilakukan secara daring melalui website kami. Tim agen kami yang berada di desa-desa akan membantu memfasilitasi proses ini bagi para peminjam," pungkasnya. Inisiatif ini tidak hanya mempercepat proses pencairan dana, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses permodalan.

Also Read

Tags