Menanamkan Jiwa Kebangsaan: MPR RI Gelar Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera di Sulawesi Utara

Inka Kristi

Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini kepada generasi muda. Hal ini disampaikannya saat menghadiri dan menjadi inspektur upacara pada pembukaan resmi Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) dan Pengibaran Bendera Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang diselenggarakan di Lapangan Korem 131 Santiago, Manado. Acara yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dijadwalkan akan mempertandingkan para siswa-siswi terbaik dari berbagai SMA di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi semata, melainkan sebuah upaya strategis MPR RI dalam mempersiapkan calon pemimpin bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Beliau menyoroti bahwa para peserta yang hadir hari ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan saat Indonesia mencapai usia satu abad. Oleh karena itu, MPR RI bertekad memastikan bahwa para pemimpin masa depan tersebut memiliki bekal yang kuat berupa rasa cinta tanah air yang mendalam, pemahaman yang utuh terhadap konstitusi negara, serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur.

Ahmad Muzani memaparkan bahwa pemilihan LKBB dan pengibaran bendera sebagai sarana pembinaan karakter bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. Lebih dari sekadar aktivitas fisik yang menguji ketangkasan dan kekompakan, lomba ini merupakan wadah untuk menanamkan dan memperkokoh kedisiplinan, ketertiban, serta ketaatan terhadap setiap aturan yang berlaku. Nilai-nilai fundamental ini, menurut Muzani, adalah fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Beliau melanjutkan, semangat nasionalisme, kecintaan terhadap Ibu Pertiwi, dan nilai gotong royong harus terus ditanamkan dan diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk yang diselenggarakan hari ini. Keberagaman peserta yang berasal dari berbagai suku, agama, dan budaya di Sulawesi Utara, menurut Muzani, merupakan cerminan nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pilar persatuan bangsa. Lomba ini menjadi ajang untuk merayakan keragaman tersebut sembari mempererat rasa persatuan dan kebersamaan.

Lebih lanjut, Ketua MPR RI menggarisbawahi bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform untuk mengembangkan kreativitas dan seni generasi muda. Kreasi dan inovasi yang ditampilkan para peserta dalam format baris-berbaris dan pengibaran bendera diharapkan dapat dipadukan dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat bela negara. Hal ini sejalan dengan implementasi Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus diinternalisasi sejak dini oleh para pelajar.

Proses pengibaran Sang Saka Merah Putih, menurut Ahmad Muzani, membutuhkan lebih dari sekadar gerakan fisik. Hal tersebut menuntut mental yang kuat, keterampilan yang terasah, disiplin yang tinggi, dan keberanian untuk tampil di hadapan publik. Oleh karena itu, MPR RI secara berkelanjutan menggalakkan kegiatan baris-berbaris dan pengibaran bendera sebagai upaya konkret untuk memperkuat kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap simbol negara dan persatuan bangsa. Dengan menumbuhkan rasa bangga dan hormat terhadap bendera Merah Putih, diharapkan Indonesia di masa depan akan dipimpin oleh sosok-sosok yang menjunjung tinggi simbol-simbol negara, serta mencintai persatuan dan kebersamaan.

Kegiatan serupa, lanjut Muzani, tidak hanya dilaksanakan di Sulawesi Utara, melainkan juga secara masif di berbagai daerah lain di seluruh penjuru Tanah Air, melibatkan ribuan pelajar SMA. Pemenang dari setiap provinsi akan beradu kembali di tingkat nasional yang dijadwalkan akan diselenggarakan bertepatan dengan momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus 2026 di Jakarta. Juara tingkat provinsi dari Sulawesi Utara akan mendapatkan kesempatan emas untuk mewakili daerahnya dalam kompetisi puncak tersebut.

Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat juang dan dedikasinya, kepada para pembina dan sekolah yang telah memberikan dukungan penuh, serta kepada seluruh panitia dan pihak-pihak terkait yang telah berkontribusi dalam kesuksesan penyelenggaraan acara ini. Ucapan terima kasih juga secara khusus ditujukan kepada Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulawesi Utara dan jajaran Korem 131 Santiago atas dukungan tak ternilai dalam penyelenggaraan lomba.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara MPR RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini diikuti oleh sepuluh sekolah menengah atas dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam lomba bergengsi ini antara lain SMAN 1 Manado, SMAN 2 Bitung, SMA 1 Bitung, SMAN 1 Bintauna, SMAN 1 Kawangkoan, SMAN 9 Manado, SMAN 7 Manado, SMAN 8 Manado, SMA Kristen 2 Binsus Tomohon, dan SMA Katolik Rex Mundi Manado. Setiap tim peserta menampilkan kebolehan mereka dalam formasi baris-berbaris yang rapi dan terstruktur, serta unjuk kebolehan dalam teknik pemasangan dan pengibaran bendera Merah Putih dengan penuh khidmat. Dari kesepuluh perwakilan sekolah tersebut, hanya satu yang akan terpilih sebagai juara provinsi untuk kemudian mewakili Sulawesi Utara dalam perebutan gelar juara nasional di ibukota. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota MPR Fraksi Gerindra Martin D. Tumbelaka, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI Heri Herawan beserta jajaran, Kapolda Sulawesi Utara Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, Kasiter Kasrem 131 Santiago Kolonel Inf Lucky Sonny Maramis, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Femmy Suluh, Tim Ahli Gubernur Bidang Kepemudaan Faris Suharyo, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.

Also Read

Tags