VAR Selamatkan Kemenangan Arsenal di Ujung Laga, Gol Penyeimbang West Ham Dianulir

Arsya Alfarizqi

London – Kemenangan tipis 1-0 Arsenal atas West Ham United dalam lanjutan Liga Primer Inggris harus diwarnai drama menegangkan di masa tambahan waktu. Keputusan kontroversial yang melibatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) akhirnya menggagalkan gol penyama kedudukan yang dicetak oleh tim tuan rumah, memastikan tiga poin krusial bagi The Gunners.

Pertandingan yang digelar di London Stadium pada Minggu malam tersebut berjalan alot. Gol tunggal yang menentukan kemenangan Arsenal dicetak oleh Leandro Trossard pada menit ke-83, sebuah gol yang sempat membuat tim tamu lega. Namun, tensi pertandingan memuncak di menit-menit akhir, ketika West Ham United berhasil menceploskan bola ke gawang Arsenal. Momen tersebut nyaris menjadi momok bagi tim asuhan Mikel Arteta, namun wasit Chris Kavanagh memutuskan untuk meninjau ulang kejadian melalui layar VAR.

Setelah melalui proses peninjauan yang cukup menegangkan, wasit memutuskan untuk menganulir gol West Ham. Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pemain West Ham terhadap kiper Arsenal, David Raya, sebelum bola masuk ke gawang. Dari rekaman ulang yang disajikan, terlihat jelas bagaimana Raya ditarik oleh Jean-Clair Todibo dalam situasi tendangan sudut. Tak berhenti di situ, Pablo juga turut serta dalam menghalangi pergerakan Raya yang berusaha untuk menangkap bola.

Leandro Trossard, sang pencetak gol kemenangan, mengungkapkan rasa lega yang mendalam pasca keputusan VAR. Ia mengaku, pada awalnya, ia tidak sepenuhnya menyadari apa yang terjadi terkait pelanggaran tersebut karena posisinya yang berada di tengah kerumunan pemain. Namun, keyakinan David Raya bahwa telah terjadi sebuah pelanggaran membuatnya sedikit lega. Ketika wasit akhirnya memutuskan untuk menggunakan VAR, keyakinan Trossard terhadap adanya pelanggaran semakin menguat. Ia menuturkan bahwa dalam situasi seperti itu, keputusan wasit dan VAR seringkali tidak bisa diprediksi secara pasti. Namun, ia menambahkan bahwa ketika wasit memilih untuk melihat monitor VAR, hal itu biasanya mengindikasikan bahwa petugas VAR telah melihat sesuatu yang signifikan, yang pada akhirnya mengarah pada keputusan yang dianggapnya tepat.

Pernyataan Trossard diperkuat oleh analisis dari mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann. Cann secara tegas menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pablo terhadap David Raya merupakan sebuah pelanggaran yang jelas. Ia merinci bahwa Pablo secara fisik memegang lengan Raya dan secara nyata menghalangi usahanya untuk mengamankan bola. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa kostum Raya turut ditarik oleh Todibo. Meskipun ia memahami betapa mengecewakannya keputusan ini bagi West Ham, terutama mengingat waktu pertandingan yang sudah memasuki masa krusial, namun dari sudut pandang aturan permainan, itu adalah pelanggaran yang tidak bisa diabaikan. Cann menekankan bahwa kontak yang dilakukan Pablo dengan merentangkan tangan ke arah Raya, dan yang lebih penting lagi, memegang lengannya, secara fundamental mengganggu kemampuan kiper untuk melakukan tugasnya. Raya tidak dalam posisi untuk meninju bola, melainkan berusaha menangkapnya. Fakta bahwa lengannya terhalang oleh pemain lawan jelas menghalangi usahanya.

Keputusan VAR ini bukan sekadar mengamankan tiga poin bagi Arsenal, tetapi juga memiliki implikasi besar dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Dengan kemenangan ini, Arsenal berhasil menduduki puncak klasemen sementara dengan raihan 79 poin dari 36 pertandingan yang telah dilakoni. Posisi ini semakin menekan Manchester City, yang berada di peringkat kedua dengan koleksi 74 poin dari 35 pertandingan. Selisih poin yang semakin menipis membuat persaingan antara kedua tim ini diprediksi akan semakin memanas hingga akhir musim.

Drama VAR di penghujung pertandingan ini menjadi bukti betapa krusialnya teknologi tersebut dalam memastikan keadilan di lapangan hijau. Meskipun terkadang menimbulkan perdebatan, namun dalam kasus ini, VAR terbukti menjadi alat yang efektif untuk mengoreksi potensi kesalahan wasit dan menjaga integritas pertandingan. Bagi Arsenal, kemenangan ini adalah dorongan moral yang sangat berarti dalam upaya mereka meraih trofi Liga Primer Inggris. Sebaliknya, bagi West Ham United, kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak, terutama karena harus terjadi melalui keputusan kontroversial yang membatalkan gol mereka di saat-saat genting. Pertandingan ini juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas Liga Primer, di mana setiap gol dan setiap keputusan bisa sangat menentukan nasib sebuah tim dalam perburuan gelar. Analisis mendalam dari para pakar wasit semakin memperkuat pandangan bahwa keputusan VAR tersebut memang sesuai dengan aturan permainan, meskipun terasa pahit bagi tim yang dirugikan. Ini adalah pengingat bahwa dalam sepak bola modern, VAR telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika pertandingan, membawa unsur ketegangan sekaligus kepastian dalam pengambilan keputusan krusial.

Also Read

Tags