Menyibak Kegelapan di Pelosok: Edhie Baskoro Yudhoyono Pastikan Hak Kelistrikan Terpenuhi

Inka Kristi

Perjuangan Edhie Baskoro Yudhoyono, akrab disapa Ibas, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dalam memastikan akses dasar bagi seluruh warga negara kembali mengemuka. Dalam lawatannya ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari agenda reses di Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Ibas tak hanya sekadar melakukan kunjungan formal. Ia terjun langsung meninjau kondisi nyata di lapangan, bahkan harus rela menanggalkan kenyamanan kendaraan dinas demi mencapai permukiman terpencil.

Perjalanan menuju Desa Salamwates di Trenggalek membuktikan tantangan geografis yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut. Akses jalan yang sempit, bertanah, dan licin tak mampu dilalui kendaraan roda empat. Dengan sigap, Ibas memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan sepeda motor milik warga setempat. Langkah ini bukan sekadar simbol, melainkan manifestasi nyata dari komitmennya untuk mendekatkan diri dengan denyut kehidupan masyarakat, memahami kendala yang mereka hadapi, dan secara langsung menelaah kondisi layanan dasar yang mereka terima.

Fokus utama peninjauan Ibas mencakup evaluasi terhadap infrastruktur wilayah dan kualitas layanan publik yang menjangkau masyarakat. Salah satu poin krusial yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan dan aksesibilitas listrik bagi rumah tangga warga. Ia secara spesifik meninjau implementasi program bantuan pemasangan listrik baru (BPBL) yang telah disalurkan kepada sejumlah keluarga.

Salah satu rumah yang dikunjungi Ibas adalah kediaman Sukarni, seorang warga penerima manfaat program BPBL. Di rumah yang tergolong sederhana itu, kini mulai terpancar cahaya listrik, memberikan secercah harapan dan membawa perubahan signifikan dalam aktivitas keseharian keluarga tersebut. Ibas tak ragu memasuki rumah warga, mengamati secara langsung tiga titik lampu yang telah terpasang dan satu unit stop kontak yang kini dapat digunakan. Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk berdialog langsung dengan keluarga penerima manfaat, mendengarkan kisah hidup mereka, serta memberikan suntikan semangat dan optimisme dalam menghadapi kehidupan.

Dalam pernyataannya, Ibas menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang telah diterima warga. Ia berpesan agar fasilitas kelistrikan yang baru saja diperoleh dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Ibas menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup tiga titik lampu di dalam rumah dan satu stop kontak dengan daya 900 watt. Ia berharap agar kehadiran listrik ini mampu menerangi rumah, menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk beraktivitas, serta meningkatkan produktivitas harian keluarga tersebut.

Lebih dari sekadar penerangan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak fundamental setiap warga negara untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Ia berpandangan bahwa masyarakat yang mendiami daerah terpencil sekalipun berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang setara dari pemerintah.

Ibas menekankan pentingnya upaya untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati akses listrik secara merata. Ia menegaskan bahwa ketersediaan listrik adalah hak konstitusional warga negara, dan negara memiliki kewajiban untuk hadir memenuhi hak tersebut. Bersama dengan PT PLN (Persero), Ibas menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak kelistrikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada PLN atas dedikasinya dalam mengalirkan listrik hingga ke pelosok-pelosok negeri. Ibas mengakui peran vital perusahaan negara ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibanggakan bersama, dalam menyediakan layanan kelistrikan di seluruh penjuru tanah air. Hal ini merupakan wujud nyata dari keadilan sosial yang harus terus dijaga, agar cahaya listrik dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, di manapun mereka berada.

Namun, di balik kebahagiaan melihat perubahan positif yang dibawa oleh listrik, Ibas mengungkapkan rasa pilu saat menyaksikan kondisi rumah warga yang masih jauh dari layak huni. Perhatiannya sempat teralihkan ketika melihat secara langsung keprihatinan kondisi tempat tinggal sebagian warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Ibas mendorong para perangkat desa untuk senantiasa memperbarui dan menyajikan data yang akurat mengenai warga yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam hal akses listrik maupun program bantuan lain seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah.

"Masih banyak yang harus terus kita dukung," ungkap Ibas. Ia menambahkan bahwa upaya perbaikan akses jalan, renovasi rumah yang tidak layak huni, hingga pemenuhan ketersediaan listrik merupakan pekerjaan rumah yang harus dikawal bersama. Ia menyatakan kesedihannya melihat masih ada warga yang hidup dalam kondisi yang belum layak.

Ibas juga menegaskan kesiapannya untuk mendorong pemberian bantuan renovasi rumah bagi warga yang kondisi tempat tinggalnya memprihatinkan, melalui program-program pemerintah yang telah tersedia. Ia mencontohkan program serupa yang telah berhasil dijalankan di Trenggalek, di mana sekitar 200 rumah berhasil mendapatkan bantuan renovasi pada tahun sebelumnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Ibas memastikan bahwa Sukarni, sebagai salah satu penerima manfaat, telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini membuka peluang baginya untuk menerima bantuan sosial lainnya di masa mendatang, sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Di Desa Salamwates sendiri, tercatat ada tujuh rumah lain yang juga mendapatkan manfaat dari program pemasangan listrik baru. Ibas berharap program-program semacam ini dapat terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kehadiran dan kepedulian negara.

Menutup kunjungannya, Ibas kembali berpesan kepada PLN untuk terus memberikan pelayanan terbaik, terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Ia mengingatkan bahwa negara telah menganggarkan dana yang cukup, sehingga PLN memiliki fleksibilitas untuk menyamaratakan fasilitas kelistrikan bagi seluruh masyarakat. Di samping itu, Ibas juga menekankan pentingnya PLN untuk terus mempersiapkan masa depan energi melalui pengembangan energi terbarukan.

Also Read

Tags