Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengambil langkah signifikan dalam membuka tabir misteri udara dengan merilis sebuah portal daring baru yang menampilkan 161 dokumen terkait Fenomena Anomali Tak Dikenal (UAP), yang sebelumnya dikenal sebagai UFO. Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada dokumen tertulis, namun juga mencakup hampir 30 rekaman video yang diduga merekam penampakan objek-objek udara yang belum teridentifikasi.
Langkah Pentagon ini merupakan bagian dari komitmen transparansi yang lebih luas, di mana berbagai lembaga pemerintah Amerika Serikat mengumpulkan dan menyajikan catatan terkait UAP. Koleksi awal ini, yang telah melalui proses peninjauan keamanan untuk memastikan kerahasiaan informasi sensitif, kini dapat diakses oleh publik. Meskipun sebagian besar dokumen telah ditinjau dari sisi keamanan, analisis mendalam untuk mengungkap sifat sebenarnya dari fenomena yang terekam masih terus berlanjut. Pihak Pentagon mengindikasikan bahwa koleksi ini akan terus berkembang, dengan rilis dokumen-dokumen baru secara berkala.
Platform digital yang baru saja diluncurkan ini, beralamat di war.gov/ufo, menjadi titik akses utama bagi siapa saja yang ingin menelusuri catatan-catatan ini. Peluncuran website ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada bulan Februari lalu, yang menginstruksikan pemerintah untuk mengidentifikasi dan mempublikasikan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan UAP dan UFO.
Salah satu materi yang menarik perhatian dalam rilis ini adalah sebuah rekaman video berdurasi lima detik yang berasal dari U.S. Central Command. Video ini, yang diambil di Suriah pada Oktober 2024 menggunakan kamera perekam gerakan penuh (full-motion video), menggambarkan sebuah objek yang digambarkan sebagai bola cahaya berwarna putih, dengan bentuk yang tidak beraturan dan aneh. Deskripsi yang menyertai laporan misi tersebut, seperti yang dikutip dari Space.com pada Minggu, 9 Mei 2026, menyebutkan adanya efek silau atau halo yang muncul pada rekaman. Pentagon tidak memberikan interpretasi atau kesimpulan analitis mengenai fenomena ini, hanya menyajikan deskripsi teknis dari rekaman tersebut.
Video lain yang dirilis berasal dari U.S. Indo Pacific Command, menampilkan sebuah observasi berdurasi sembilan detik yang terekam pada tahun 2024. Rekaman ini diambil menggunakan sensor inframerah di sebuah fasilitas militer Amerika Serikat yang lokasinya tidak diungkapkan. Deskripsi rekaman tersebut menjelaskan bahwa sensor memfokuskan pada area dengan kontras tinggi yang menyerupai bentuk bola dengan tiga proyeksi radial: satu mengarah vertikal, dan dua lainnya mengarah ke bawah dengan sudut 44 derajat terhadap sumbu utama objek.
Penting untuk dicatat bahwa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat secara tegas menyatakan bahwa perilisan dokumen-dokumen ini tidak serta-merta berarti konfirmasi keberadaan UFO atau makhluk luar angkasa. Pihak Pentagon mengimbau publik untuk tidak mengambil kesimpulan bahwa deskripsi yang menyertai rekaman atau dokumen merupakan penilaian analitis, hasil investigasi, atau penentuan fakta yang pasti. Mereka menekankan bahwa istilah "fenomena anomali tak dikenal" merujuk pada objek atau kejadian yang belum dapat diidentifikasi dengan pasti, bukan pada spekulasi tentang asal-usulnya.
Para ahli di bidang ini secara konsisten menekankan bahwa banyak dari fenomena yang dilaporkan memiliki penjelasan yang lebih konvensional. Mulai dari kemajuan pesat dalam teknologi drone yang semakin canggih, hingga kemungkinan adanya kesalahan perangkat lunak (software bug) atau gangguan teknis lainnya, berbagai faktor bisa menjadi penyebab penampakan yang tidak biasa. Sifat rahasia dari banyak teknologi militer juga bisa menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa beberapa objek udara tampak tidak dikenal bagi pengamat awam.
Dengan adanya portal war.gov/ufo, Pentagon membuka pintu bagi publik untuk terlibat dalam proses pemahaman fenomena ini. Akses terhadap dokumen-dokumen ini diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih terinformasi dan transparan mengenai UAP, serta memfasilitasi penelitian lebih lanjut oleh para ilmuwan dan peneliti independen. Langkah ini merupakan evolusi penting dari pendekatan pemerintah AS terhadap topik yang selama bertahun-tahun diselimuti misteri dan spekulasi.






