Michael Owen, mantan penyerang top yang pernah memperkuat klub-klub besar seperti Liverpool, Manchester United, dan Newcastle United, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai performa Viktor Gyokeres bersama Arsenal. Owen mengakui bahwa striker baru asal Swedia tersebut telah menunjukkan kontribusi yang memuaskan bagi tim Meriam London di musim ini, bahkan berperan penting dalam membawa Arsenal melaju ke final Liga Champions dan berada di ambang perebutan gelar juara Liga Primer Inggris. Namun, di balik pujian tersebut, Owen juga menyematkan catatan kritis, menganggap bahwa Gyokeres, meski solid, belum mencapai level penyerang tengah terhebat di dunia saat ini.
"Menurut pandangan saya, Gyokeres bermain dengan baik. Dia tidak mengecewakan, namun belum benar-benar menunjukkan performa yang luar biasa," ujar Owen, seperti dikutip dari TNT Sports. Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa meskipun Gyokeres telah mencatatkan jumlah gol yang mengesankan, yakni 14 gol di Liga Primer dan lebih dari 20 gol di semua kompetisi, pencapaian tersebut belum bisa disandingkan dengan superioritas striker kaliber seperti Kylian Mbappe atau Erling Haaland. Perbandingan ini menjadi tolok ukur Owen dalam menilai kualitas seorang penyerang tengah kelas dunia.
Viktor Gyokeres bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim panas tahun 2025, dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 66 juta Euro. Striker berusia 27 tahun ini langsung menjadi andalan baru di lini depan Arsenal. Sejauh ini, ia telah mengumpulkan 21 gol dari 51 pertandingan yang dijalaninya di berbagai ajang.
Owen mengamati bahwa Arsenal memang telah berjuang cukup lama untuk menemukan sosok penyerang tengah yang benar-benar tajam dan konsisten dalam beberapa musim terakhir. Namun, ia menggarisbawahi bahwa Gyokeres telah berhasil beradaptasi dengan baik dan menunjukkan performa yang apik dalam skema permainan yang diterapkan oleh pelatih Arsenal. "Arsenal telah melakukan pencarian panjang dan berulang kali. Mereka memiliki Kai Havertz yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik, ada Gyokeres, dan juga Gabriel Jesus," jelas Owen, merujuk pada opsi penyerang tengah yang dimiliki Arsenal. "Setidaknya, mereka semua dapat bermain sesuai dengan rencana permainan yang telah disusun," pungkasnya, merujuk pada perannya sebagai penyerang yang mampu berkontribusi dalam sistem tim.
Pernyataan Owen ini menarik untuk dicermati lebih lanjut. Meskipun Gyokeres belum dianggap sebagai striker elit dunia, kontribusinya bagi Arsenal tidak bisa diabaikan. Kedatangannya telah memberikan dimensi baru dalam serangan Arsenal. Kemampuannya dalam duel udara, ketahanan fisiknya, serta naluri mencetak golnya telah terbukti efektif dalam membongkar pertahanan lawan. Statistik golnya yang mencapai angka dua digit di musim pertamanya di klub adalah bukti nyata dari kemampuannya.
Lebih lanjut, perlu diingat bahwa Gyokeres masih relatif baru di Premier League, liga yang terkenal dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi dan intensitas fisik yang luar biasa. Adaptasinya yang cepat dan performa yang solid di musim pertamanya menunjukkan potensi besar yang dimilikinya. Mungkin saja, dengan waktu dan pengalaman yang lebih banyak di kompetisi ini, Gyokeres akan terus berkembang dan semakin mendekati level striker-striker top yang disebutkan oleh Owen.
Perbandingan dengan Mbappe dan Haaland memang menjadi standar yang sangat tinggi. Kedua pemain tersebut telah menunjukkan performa luar biasa secara konsisten selama beberapa musim terakhir, memecahkan berbagai rekor, dan diakui sebagai penyerang paling mematikan di dunia saat ini. Namun, tidak semua pemain harus dibandingkan langsung dengan dua fenomena tersebut. Setiap pemain memiliki perjalanan dan keunikan masing-masing.
Fokus Owen pada "sistem permainan" juga merupakan poin penting. Dalam sepak bola modern, peran seorang penyerang tengah tidak hanya sebatas mencetak gol. Kemampuan mereka untuk menahan bola, membuka ruang bagi rekan setim, menekan pertahanan lawan, dan berintegrasi dengan baik dalam taktik tim menjadi sangat krusial. Jika Gyokeres mampu memenuhi tuntutan taktis ini dan berkontribusi pada keberhasilan tim secara keseluruhan, maka perannya di Arsenal sangatlah berharga.
Selain itu, Owen juga menyoroti fakta bahwa Arsenal telah lama mencari solusi di lini depan. Kedatangan Gyokeres tampaknya menjadi salah satu jawaban dari pencarian tersebut. Kehadirannya memberikan opsi yang berbeda dibandingkan dengan Gabriel Jesus atau Kai Havertz, memungkinkan Mikel Arteta untuk memiliki fleksibilitas taktis yang lebih besar. Dengan demikian, Gyokeres tidak hanya dinilai dari gol yang ia cetak, tetapi juga dari bagaimana ia melengkapi kekuatan tim dan membantu Arsenal mencapai tujuan mereka.
Sebagai jurnalis, penting untuk melihat evaluasi Owen dari berbagai sudut pandang. Pujiannya terhadap Gyokeres menunjukkan bahwa striker tersebut telah memenuhi harapan awal. Namun, kritiknya yang mengatakan "belum terlihat ‘wah’" dan "belum selevel Mbappe atau Haaland" memberikan gambaran tentang skala ambisi yang lebih tinggi yang mungkin dimiliki oleh para pengamat sepak bola, termasuk Owen sendiri.
Pada akhirnya, penilaian terhadap seorang pemain sepak bola seringkali bersifat subjektif dan dapat berubah seiring waktu. Gyokeres masih memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan diri dan terus berkembang. Perjalanannya di Arsenal baru saja dimulai, dan musim-musim mendatang akan menjadi penentu apakah ia dapat mencapai status striker kelas dunia yang diimpikan oleh banyak pemain, atau setidaknya menjadi salah satu penyerang paling efektif di Premier League. Yang pasti, kontribusinya sejauh ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi Arsenal dalam upaya mereka meraih berbagai gelar bergengsi.






