Mobil listrik semakin dilirik masyarakat sebagai alternatif kendaraan hemat biaya, termasuk produk dari Polytron melalui lini G3 Series. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa sebenarnya biaya operasional hariannya jika digunakan untuk aktivitas rutin.
Berdasarkan data terbaru, biaya penggunaan mobil listrik Polytron tergolong sangat efisien, bahkan jauh lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar bensin.
Biaya per Kilometer Jadi Acuan Utama
Polytron mengungkapkan bahwa mobil listriknya memiliki konsumsi energi sekitar 0,129 kWh per kilometer. Dengan asumsi tarif listrik Rp1.699 per kWh, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp220 per km.
Angka ini menjadi dasar untuk menghitung biaya operasional harian. Jika dibandingkan, mobil bensin bisa mencapai sekitar Rp1.700 per km, atau hampir 7–9 kali lebih mahal.
Simulasi Biaya Operasional per Hari
Untuk penggunaan harian, mari ambil contoh skenario umum:
- Jarak tempuh harian: 50 km
- Biaya per km: Rp220
Maka, biaya operasional per hari:
50 km x Rp220 = Rp11.000 per hari
Artinya, dengan mobil listrik Polytron, pengguna hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp10 ribuan per hari untuk kebutuhan energi.
Jika penggunaan lebih ringan, misalnya 30 km per hari, biaya bisa turun menjadi sekitar Rp6.600 per hari.
Perbandingan dengan Biaya Bulanan
Dalam simulasi penggunaan rata-rata 1.500 km per bulan, biaya listrik yang dibutuhkan hanya sekitar Rp330.000 per bulan.
Jika dibagi per hari (30 hari), maka hasilnya:
Rp330.000 ÷ 30 hari = Rp11.000 per hari
Angka ini konsisten dengan simulasi harian sebelumnya, sehingga memperkuat bahwa biaya operasional mobil listrik Polytron memang sangat rendah untuk penggunaan rutin.
Biaya Tambahan: Sewa Baterai
Selain biaya listrik, Polytron juga menawarkan opsi sewa baterai. Biaya tambahan untuk skema ini sekitar Rp1,2 juta per bulan.
Jika dihitung per hari:
Rp1.200.000 ÷ 30 hari = Rp40.000 per hari
Sehingga total biaya harian menjadi:
- Tanpa sewa baterai: ± Rp11.000/hari
- Dengan sewa baterai: ± Rp51.000/hari
Meski ada tambahan biaya, totalnya tetap kompetitif dibanding mobil bensin yang bisa menghabiskan Rp80.000–Rp100.000 per hari untuk jarak serupa.
Biaya Sekali Isi Daya
Mobil listrik Polytron juga menawarkan efisiensi dalam pengisian daya. Dengan kapasitas baterai sekitar 52 kWh, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 400 km dalam sekali pengisian.
Biaya untuk full charge hanya sekitar Rp88.000.
Jika dibagi per hari (misalnya penggunaan 50 km/hari), maka satu kali isi daya bisa digunakan hingga 7–8 hari, membuat pengeluaran terasa semakin ringan.
Lebih Hemat dan Stabil
Keunggulan utama mobil listrik bukan hanya biaya murah, tetapi juga kestabilan pengeluaran. Tarif listrik cenderung lebih stabil dibanding harga BBM yang fluktuatif.
Selain itu, pengguna juga bisa mengisi daya di rumah tanpa harus antre di SPBU, sehingga lebih praktis untuk mobilitas harian.
Kesimpulan
Biaya operasional mobil listrik Polytron per hari tergolong sangat terjangkau, yakni sekitar:
- Rp10.000–Rp15.000 per hari (tanpa sewa baterai)
- Rp50.000-an per hari (dengan sewa baterai)
Dengan efisiensi hingga beberapa kali lipat dibanding mobil konvensional, kendaraan listrik seperti Polytron G3 Series menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menekan pengeluaran transportasi sekaligus beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.






