Jangan Salah Makan Saat Mudik, Makanan Ini Bisa Bikin Mengantuk di Jalan

Sahrul

Perjalanan mudik Lebaran sering kali memakan waktu berjam-jam, bahkan hingga belasan jam bagi sebagian pemudik yang menempuh jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi. Dalam kondisi seperti ini, menjaga konsentrasi saat berkendara menjadi hal yang sangat penting demi keselamatan di jalan.

Namun tanpa disadari, jenis makanan yang dikonsumsi sebelum atau selama perjalanan dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan pengemudi. Beberapa makanan tertentu justru dapat memicu rasa kantuk, membuat tubuh terasa lemas, dan menurunkan fokus saat mengemudi.

Agar perjalanan mudik tetap aman, pengemudi disarankan untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sebelum berkendara.

1. Makanan Tinggi Karbohidrat Sederhana

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar, roti putih, mie instan, atau makanan manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Setelah itu, kadar gula darah akan turun drastis sehingga tubuh terasa lemas dan mengantuk.

Efek ini sering disebut sebagai “sugar crash”, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan energi secara tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan manis atau tinggi karbohidrat sederhana.

Untuk menghindarinya, pengemudi disarankan memilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau oatmeal yang memberikan energi lebih stabil dan tahan lama.

2. Makanan Berlemak Tinggi

Gorengan, makanan cepat saji, atau makanan bersantan juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan sebelum melakukan perjalanan jauh. Makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.

Akibatnya, tubuh akan memfokuskan energi pada proses pencernaan, sehingga pengemudi bisa merasa lebih cepat lelah dan kurang fokus saat berkendara.

Selain memicu rasa kantuk, makanan berlemak juga dapat membuat perut terasa tidak nyaman saat duduk dalam waktu lama.

3. Makanan Porsi Besar

Mengonsumsi makanan dalam porsi besar sebelum berkendara juga dapat meningkatkan rasa kantuk. Setelah makan banyak, tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk membantu proses pengolahan makanan.

Hal ini dapat membuat otak menerima pasokan energi lebih sedikit, sehingga tubuh terasa lebih santai dan memicu rasa mengantuk.

Karena itu, pemudik disarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, terutama jika perjalanan berlangsung lama.

4. Minuman Manis Berlebihan

Minuman manis seperti soda, teh manis kemasan, atau minuman energi sering dianggap dapat membantu menjaga stamina saat perjalanan. Padahal, efeknya hanya bersifat sementara.

Kadar gula yang tinggi dalam minuman tersebut dapat menyebabkan lonjakan energi singkat, namun setelah beberapa waktu tubuh justru akan merasa lebih lelah dan mengantuk.

Sebagai gantinya, pengemudi sebaiknya lebih banyak mengonsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.

5. Makanan yang Mengandung Triptofan Tinggi

Beberapa makanan mengandung zat triptofan yang dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin di dalam tubuh. Hormon tersebut berkaitan dengan rasa rileks dan kantuk.

Contoh makanan yang mengandung triptofan antara lain daging kalkun, keju, susu, dan pisang. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar sebelum perjalanan, makanan ini berpotensi membuat tubuh terasa lebih santai dan mudah mengantuk.

Pentingnya Istirahat Saat Berkendara

Selain memperhatikan pola makan, pemudik juga dianjurkan untuk beristirahat secara berkala. Idealnya, pengemudi berhenti setiap dua hingga tiga jam untuk meregangkan otot dan memulihkan konsentrasi.

Berhenti sejenak di rest area dapat membantu tubuh kembali segar dan mencegah kondisi microsleep, yaitu tertidur singkat selama beberapa detik yang sangat berbahaya saat berkendara.

Pilih Makanan yang Membantu Tetap Fokus

Agar tetap bugar selama perjalanan mudik, pengemudi disarankan memilih makanan yang membantu menjaga energi secara stabil, seperti buah-buahan segar, kacang-kacangan, telur, atau makanan tinggi protein.

Dengan memilih makanan yang tepat serta beristirahat secara teratur, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Mudik bukan sekadar perjalanan menuju kampung halaman, tetapi juga momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh dan konsentrasi selama berkendara menjadi langkah penting agar perjalanan sampai tujuan dengan selamat.

Also Read

Tags