oleh

Rapat Evaluasi Kinerja, Tiga OPD Sampaikan Capaian Kinerja 2017-2019

Mamuju,Penasulbar.co.id — Bertempat di ruang meeting lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, hari ketiga rapat  pembahasan capaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar 2017-2019 dihadiri tiga OPD untuk memaparkan capaian kinerjanya selama tiga tahun tersebut.

Pertemuan  yang diselenggarakan pada Kamis 25 Juni 2020, dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, didampingi Kepala Bappeda Sulbar, Junda Maulana dan Kepala BPKPD Sulbar, Amujid.

Tiga OPD yang dimaksud, masing-masing Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, Kopersi dan UKM.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Pariwisata, Farid Wadji, menyampaikan, program dan kegiatan pada Dinas Pariwisata bertanggungjawab pada misi ke empat gubernur, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

Sehubungan hal tersebut, Farid menuturkan, maka pihaknya memiliki empat program di sektor pengembangan pariwisata yang, yaitu pengembangan destinasi, pemasaran, ekonomi kreatif dan kelembagaan.

“Sesuai misi ke empat pak gubernur, kami memiliki empat tugas utama khususnya pada sektor pengembangan pariswisata. Keempat hal ini kami coba berkontribusi terhadap pencapaian misi tersebut,”tutur Farid

Melalui program pengembangan pariwisata tersebut, sambung Farid, target yang ingin dicapai kedepan adalah berupaya mensejahterkan masyarakat, dengan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulbar.

Farid membeberkan, setiap tahunnya pihaknya melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya menyelenggarakan Festival Sandeq Race. Dan pada 2019 melaksanakan tiga festival, yakni Festival Sungai Mandar di Polewali Mandar, Kota Tua di Majene dan Gunung Gandang Dewata di Mamasa.

Pada pengembangan destinasi, kata Farid,  pihaknya merencanakan program super prioritas di Kepulauan Bala-balakang.

Ia menambahkan, permasalahan yang dihadapi, banyak event yang diselenggarakan pemerintah namun masyarakat tidak mampu menerjemahkan hal itu.

“Mestinya masyarakat mampu menerjemahkan  semua event pariwisata. Maksudnya adalah mereka harus bisa memanfaatkan setiap event untuk meningkatkan penghasilannya atau pendapatan tambahan. Hal inilah juga yang akan didorong kedepan,”tambahnya

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Ma’arif, mengatakan, sama dengan Dinas Pariswisata, tugas  utama DKP juga pada misi keempat gubernur.

Syamsul mengungkapkan, selama tiga tahun terkhir terdapat empat program kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada sektor DKP yang perlu ditingkatkan,  yakni peningkatan produksi dan produktifitas, kelembagaan, sarana dan prasarana, serta pengelolaan ruang laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Selama DKP itu ada keempat poin ini harus dilaksanakan. Jadi pada 2021 nanti hanya kita pressing saja keempat poin itu,”bebernya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Amir Maricar, mengemukakan, pada OPD yang dipimpinnya terdapat tiga bidang, yaitu bidang perdagangan, perindustrian, serta koperasi dan UKM.

Dijelaskan, capain kinerja pada bidang perdagangan terdapat sejumlah kegiatan rutin yang dilaksanakan, seperti memastikan seluruh barang yang beredar di Sulbar semuanya berstandar SNI.

“Ini merupakan kegiatan rutin  sesuai petunjuk dari Kementerian Perdagangan, dengan memastikan semua barang yang beredar harus berstandar SNI. Itu kami lakukan setiap tahunnya dengan mengunjungi enam kabupaten,”tutur Amir

Selain itu, juga mengadakan penjualan paket sembako murah di setiap menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Amir menuturkan, pada 2019 ada hal menarik yakni pihaknya ditunjuk sebagai instansi penerbit Surat Keterangan Asal (SKA) untuk semua komodiiti yang ada di Sulbar.

“Alhamdulillah setelah sekian lama kita perjuangkan, pada 2019 kita ditunjuk sebagai instansi penerbit SKA. Dulu setiap komoditi yang kita ekspor tidak pernah muncul nama Sulbar, tapi justru yang muncul adalah daerah-daerah yang lebih dulu diberi izin menerbitkan SKA,”beber Amir

Untuk Bidang Industri, program yang dilaksanakan selama ini sudah sesuai dengan harapan gubernur, misalnya melakukan produksi kerajinan tenun dan dari rotan, pemberian bantuan alat pembuatan kemasan, pembuatan kain khaki dan lainnya.

Namun, lanjut Amir, yang belum dilaksanakan adalah pembangunan dua sentra industri yaitu industri tenun sa’be di Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar dan Sekomandi di Mamuju.

Kemudian, Bidang Koperasi dan UKM, lanjut Amir, dari 1.200 lebih koperasi yang ada di Sulbar  jumlah koperasi yang aktif hanya sekira 30 persen. Sedangkan koperasi yang maju lebih banyak berupa KSP.

Amir mengungkapkan, hingga saat ini koperasi pegawai masih berjalan dengan baik, bahkan yang terbaru dilakukan adalah membentuk koperasi DWP Sulbar, yang diketuai langsung Ny. Kartini Hanafi Idris.

Sedangkan pada UKM, terdapat tidak tahapan yang dilakukan, yakni penciptaan wirausaha baru,  pengembangan usaha dan manajemen usaha.

Amir berharap, semoga visi misi Gubernur Sulbar yang tertuang dalam RPJMD dapat tercapai kedepan, melalui sektor perdagangan, industri, koperasi dan UKM.

Ia menambahkan, pada 2018 lalu pihaknya juga sudah menyelesaikan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) kawasan ekonomi khusus.

Setelah menyimak pemaparan capaian kinerja dari tiga OPD tersebut, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, menyampaikan  beberapa arahan.

Dalam arahannya tersebut, Ali Baal meminta, Dinas Pariwisata untuk membuat terobosan di setiap destinasi wisata yang ada, serta gencar mempromosikannya ke luar Sulbar.

“Lakukan pengembangan destinasi, misalnya pada wisata bahari kita perlu buat terobosan dan melakukan promosi dengan berkoordinasi dengan kabupaten,”kata Ali Baal

Untuk Dinas Kelautan dan Perikanan, Ali Baal juga meminta, pada program pemberian bantuan sarana dan prasarana dan produksi perikanan yang dilakukan, agar dibuatkan  visualisasi kegiatannya.

“Pada Dinas Kelautan dan Perikanan, pemberian bantuan misalnya rumpon, motor pa’gendeng untuk kelompok nelayan dan hasil produksi perikanan harus diambil gambarnya,”imbau Ali Baal

Sedangkan, pada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Ali Baal mendorong agar OPD tersebut bisa membuat kerajinan tangan yang lebih bagus lagi,  menarik dan bisa dipasarkan.

Ali Baal berharap, semoga kedepan kinerja OPD bisa lebih baik lagi, serta program dan kegiatan yang akan dilakukan dapat lebih cepat lagi terlaksana dari sebelumnya.

“Kalau kita tulus bekerja pasti berhasil, mudah-mudahan kedepan bisa semakin bagus, terarah, terkonekting dan berjalan lebih cepat lagi,”harapnya (Adv).

Komentar